
Akhirnya ketemu juga
Alarm ponsel Bara berbunyi. Dia langsung terbangun. Kaget tentunya. Dia terduduk lesu. Mengumpulkan nyawa dulu.Di raihnya ponsel yang ada di atas meja. Dia baru sadar kalau ada janji bertemu Arin. Bara langsung bangun dan menuju kamar mandi. Sehabis mandi dia malah bengong ,dia bingung mau pake baju apa. Dia ambil kaos ,dia coba ,di copot lagi . Dan sudah berulang kali dia mencoba masih aja belum ada yang cocok Bingung mau pakai baju apa. Berkali-kali mencoba baju , sampai hampir semua baju yang ada dia coba. Rasanya semua bajunya tidak ada yang cocok. " Ada apa denganku .. seperti ABG saja." gumamnya sambil tertawa pelan. Akhirnya diambilnya satu kemeja kotak- kotak flanel warna biru dipadukan celana jeans biru.Dia menghadap cermin." Sudahlah begini aja udah ganteng.* ucapnya dalam hati.Tersenyum tipis. Dia ambil parfum. Disemprot sekujur tubuhnya, diciumi seluruh badannya sendiri. "Wangi... harum hemmm.hahaha.... Ada apa ya denganku. Sudahlah begini saja .Perfek.."
Dirasa sudah cukup semua persiapannya, dia berangkat. Diambilnya kunci motor di atas meja. Dilihatnya mama lagi duduk di teras depan.
" Ma.. Bara pergi dulu ya ,mau ketemu temen sebentar."
" Duh gantengnya bungsu mama..wangi juga. Mau kemana si..?" Mama menatap bara dan mengendus tubuh Bara dengan sedikit heran.
" Mau ketemu temen Ma... cuma sebentar kok.."
" Iya tahu..tapi kok kamu beda ya..Hayoo mau ketemu pacar ya." Goda mama .Bara jadi tersipu. Tentu saja seorang mama akan tau gelagat anaknya
''Apaan si ma... beda apanya.. yang beda di mananya coba..Mama ada-ada aja deh...cuma mau ketemu temen udah tiga tahun ga ketemu."
" Iya sayang... Mama percaya kok.Ga usah pakai dijelaskan lagi mama ngerti kok..temen kan ya .. temen....temen apa temen ni... hahaha.." mama semakin menggoda Bara.
" Hidih apaan si ....Ya udah Bara berangkat dulu Ma.. Assalamu'alaikum."
" Wa' alaikumsalam.. hati-hati sayang.." Mama tersenyum , lalu berucap ." Anak-anak sudah dewasa semua. Sebentar lagi menikah .." Ada setetes air mata jatuh. Mama merasa sedih membayangkan sebentar lagi ditinggal Putranya menikah.
" Kenapa si Ma...kok nangis... harusnya bahagia dong anak-anak sudah besar. Kita tinggal memandang dan memantau nya dari jauh." Papa sudah duduk aja di samping mama.
" Haduh papa .kaget mama .. tau-tau ada suara."
Mama memukul papa pelan.
" Lagi mikirin apa si.. kok sedih hmm..?"
" Ga kok Pa..Mama bahagia anak- anak sudah besar semua. Mama sudah pengen gendong cucu ."
" Iya Ma..Papa juga..tapi biarkan mereka memilih sendiri..jangan terlalu dipaksakan..biarkan mengalir saja..ya udah mandi yuk .. kita mandi bareng mumpung sepi...habis itu kita jalan-jalan sore..hm .." Papa mengedipkan mata ke mama. Mama cuma mencibir.
" Ikh Papa apaan si ..Ga mau kalah sama yang muda.. ayolah Pa.. Mama juga mau...hehehe .." Mereka berdua tertawa bersama.,masuk rumah sambil berpelukan.Mumpung rumah sepi.
Bara berangkat dengan seribu keyakinan.Dia sudah pasrah.Apapun yang akan terjadi akan dia terima. Dia tidak tau akhir ceritanya. Cerita yang dia rangkai sendiri sekarang rasanya tidak ada gunanya. Akankah berakhir bahagia. Atau malah menyedihkan. Sejak kapan Bara menjadi tidak percaya diri seperti saat ini. Apa yang kurang darinya. Tapi semangatnya tetap berkobar." Sudah tinggal akhir cerita akan aku buat cerita yang bahagia... Arin I am coming." Bara menyalakan motornya. Pergi menjemput impiannya.
🌸🌸🌸
Arin berangkat dari rumah sehabis ashar. Waktunya sudah diperhitungkan akan sampai tepat waktu ,walaupun mampir mengambil uang dulu. Berangkat dengan penuh keyakinan bahwa semua hutang nya akan lunas hari ini. Perjanjian tiga tahun lalu akan dipenuhinya saat ini. Arin menjalankan motornya dgn pelan saja. Tidak pernah terburu- buru. Menyusuri jalan menuju Rumah sakit hanya butuh waktu lima belas menit naik motor dengan kecepatan sedang. Arin selalu mementingkan keselamatan, maka dari itu selalu berangkat lebih awal. Setelah menempuh perjalanan sekitar 10 menit dia merasa ada motor yang mengikutinya. Dia jalankan seperti biasa saja agar yang mengikuti tidak curiga kalo dia tau bahwa dia diikuti.Tapi ternyata motor itu mendahului Arin .Arin merasa lega.Ternyata motor tadi tidak mengikutinya. Dia kendarai motor seperti biasa saja. Dia berhenti di sebuah mesin ATM berniat mengambil uang kekurangannya yang lima juta. Di depan terlihat ada yang mengantri.Dia menunggu sebentar karena yang mengantri cuma dua orang. dibelakang juga ada yang mengantri satu orang cowok. Setelah menunggu sebentar gilirannya telah tiba. Dia ambil uang seperlunya saja. Kemudian dia keluar menuju motornya. Dia baru sadar motor yang tadi mengikutinya parkir di sebelah motornya. Tiba-tiba orang yang mengantri dibelakang Arin merebut tas yang dibawa Arin. Arin kaget. Dia tidak siap .Tas dia tarik kembali terjadi tarik menarik.Tiba-tiba datang satu pengendara motor lagi. Dan ternyata teman si perampok mereka semua menggunakan helm ,jadi tidak terlihat mukanya. Arin masih mempertahankan tasnya. Dia tidak rela uangnya lepas begitu saja. Uang yang dia kumpulkan dengan susah payah selama tiga tahun ini tidak mungkin dia lepas begitu saja. Arin berteriak minta tolong. Tapi jalanan terlihat sangat sepi.Tak ada satupun kendaraan yang lewat . Padahal biasanya ramai kendaraan berlalu lalang . Tiba- tiba satu diantara dua perampok itu mengeluarkan pisau. Dia mengancam Arin. Sebenarnya hanya untuk menakut-nakuti saja.
" Lepaskan tas itu atau kamu akan kami bunuh."
" Maul ..kenapa pake pisau ..kan udah dipesen ga boleh di lukai..." perampok yang menarik tas Arin bertanya kepada temennya
" Diem lo sep..." yang tadi dipanggil Maul menjawab perkataan temennya.
__ADS_1
" Jangan bang.. ..jangan diambil uang gue . uang ini buat membayar hutang."
Tentu saja Arin kaget , tapi tetap bersikap tenang walaupun sebenarnya takut. Masih terjadi tarik menarik. Arin melihat kanan dan kiri, siapa tau ada orang lewat. Dia tetap waspada. Dia harus penuh perhitungan karena tidak imbang. Arin harus melawan dua orang sekaligus .Arin mengulur waktu . Dilihatnya di kejauhan ada mobil lewat .Dia berteriak sangat kencang . "Tolong.....tolong...tolong.."
Mobil itu berhenti. Seorang laki-laki. buru-buru keluar dari mobilnya. Disusul satu orang lagi ikut turun dari mobil. Dilihatnya Asep lengah .Arin melepaskan tas yang ditarik tadi dengan dihentakkan dan hasilnya si Asep terjatuh. Merasa ada bantuan datang Arin semakin punya keberanian Dia terus berteriak minta tolong. Banyak pengendara yang berhenti.Perampok yang membawa pisau panik ,mencoba menyerang Arin ,dia panik karena ada bantuan datang.Arin kaget dan mundur beberapa langkah. Perampok yang tadi terjatuh mencoba melarikan diri ,namun dikejar sama sang penolong. Karena panik perampok yang bawa pisau menyerang Arin. Karena Arin dalam posisi tidak siap.Dia terkena tusukan pisau di perutnya. Orang -orang sudah mulai berdatangan. Kedua perampok semakin panik . Mereka ketakutan . Mau lari tapi sudah di kepung masa. Keduanya dapat ditangkap.Melihat hal tersebut di kejauhan terlihat seorang pengendara motor yang langsung pergi meninggalkan area . Seperti ketakutan. Sementara Arin yang terkena tusukan jatuh terduduk. Dia merasa kesakitan tapi dia tahan. Arin berdiri menghentikan orang-orang yang masih memukuli Maul dan asep.
"Sudah bapak-bapak sudah...jangan dipukuli lagi. Kasian dia terluka. Sudah ..sudah... jangan dipukuli kasian." Arin tidak tega juga melihat dua perampok sudah tidak berdaya. Padahal dia sendiri terluka .Darah terus mengucur dari luka di perutnya.
" Ampun .ampuni kita...kita hanya di suruh .." Salah satu perampok mengaku.
" Siapa yang menyuruh..katakan cepat ..atau aku laporin polisi..." ancam Bima .Ya ternyata yang menolong adalah bernama Bima
" Siapa ..to...long..katakan.." Arin sudah semakin lemas .Terlalu banyak darah yang keluar.
" Bram ..tolong dia mau pingsan.." Bima berteriak memanggil temennya yang sedang memegang si Maul. Bram melepaskan Maul.dia serahkan kepada orang yang ada .Bram langsung berlari mendekati Arin. Arin pingsan dalam pelukan Bram.
" Bapak-bapak tolong lapor polisi..biar saya dan temen saya yang bawa korban ke rumah sakit. Ini kartu nama saya . Nanti hubungi saja kalo polisi bertanya." Bima menyerahkan kartu nama kepala salah satu orang yang ada .
" Ayo Bim..cepat semakin banyak darah yang keluar..Lo yang menyetir...Rumah sakit yang terdekat aja "Bram menggendong tubuh Arin yang pingsan.
Bima mengambil tas Arin dan membawanya ke mobil. Mereka berdua menuju rumah sakit. Untung tidak jauh rumah sakitnya.
🌸🌸🌸
Sementara Bara sudah sampai di rumah sakit dari tadi. Dia menunggu di kantin rumah sakit. Dia lihat jam di pergelangan tangannya. Sudah pukul empat tiga puluh.Arin belum kelihatan. Janji bertemu pukul empat .Mungkin jalanan macet . Dia masih sabar menunggu. Seorang suster mendekati.
" Tidak usah sus.silahkan lanjutkan aktifitasnya.."
" Baiklah kalo begitu, saya permisi ."
"Dingin banget si Dr Bara .." suster vera pergi dengan perasaan kecewa. Dari dulu dia sudah suka sama Dr Bara. Dia sudah menunggu kesempatan selama tiga tahun, sikapnya masih sama tetap wa ,dingin. Tapi dia belum menyerah karena dia tau Dr Bara akan kembali bertugas di rumah sakit ini. Tentu saja masih ada kesempatan.
Bara akhirnya keluar dari kantin dia berjalan menuju taman . Tiba-tiba terdengar di koridor ada suster yang berbicara dengan rekannya. Mereka berdua berjalan terburu-buru.
" Ayo cepat sus..kita harus siapkan tempat , ada korban perampokan yang harus segera ditangani. "
Kedua suster bergegas berjalan menuju ruang tindakan. Di belakang suster ada bankar yang di dorong berisi pasien perempuan terbaring dengan perut yang berlumuran darah. Bara memberi jalan . Bara memperhatikan dengan seksama sang pasien.
" Arin..itu Arin kenapa dia.."
Bara berlari mengikuti .Ke arah mana Arin di bawa. Di belakangnya mengikuti dua orang pria. dan seperti nya Bara kenal.
" Bram ..Bima..benarkah ini kalian.."
" Bara .. benarkah ini Dr Bara... akhirnya bisa bertemu lagi kita.."
Mereka saling berpelukan. Teman sekolah pas SMA .
__ADS_1
" Sebentar..ada apa kalian disini apakah ada yang sakit . Itu yang didorong tadi siapa . Seperti nya gue kenal..?" Tanya Bara penasaran.
" Oooo itu tadi ada perampokan di jalan.Korbannya seorang wanita. Perutnya tertusuk pisau.Ayo kita mengobrol sambil berjalan saja..." jawab Bram yang terus berjalan mengikuti rombongan suster .
" Kamu sendiri ngapain disini .." Bima balik bertanya.
" Ada janji dengan seseorang . Orang itu belum datang. ." jawab Bara.
" Ayo kita lihat dulu gadis itu...O iya ini tasnya . Siapa tau ada identitasnya . Kita buka boleh kan.."
" Kalian tunggu disini dulu biar pasien kami yang tangani. ..ini bukannya Dr Bara ya.. mau ikut bantu kami..." Dr Rizal bertanya pada Bara.
" Memangnya boleh Dok..ini kan di luar jam dinas saya. .." Sebenarnya Bara memang ingin sekali ikut masuk melihat keadaan Arin.
" Boleh Dok, silahkan . Memang kami yang butuh bantuan juga..suster tolong ambilkan perlengkapan buat Dr Bara."
" Baik dok.." sang suster beranjak pergi untuk mempersiapkan segala keperluan.
" Gue masuk dulu ya..tunggu disini kan , Nanti kita ngobrol lagi.."
" Siap . laksanakan tugasmu dulu tolong tangani gadis itu.." ucap Bram dan Bima bersaman
Bara masuk ruang tindakan. Diperhatikan wajah gadis itu. " Ternyata benar Arin..kamu kenapa ." lirih dia berkata takut kedengaran yang lainnya.
Bara segera menangani pasien.
" Dok ,kayaknya pasien perlu transfusi darah terlalu banyak darah yang keluar. Dia terluka diperutnya, untung tidak dalam. suster coba periksa gol darah pasien." semua tenaga medis bergerak cepat menangani pasien.
" Dok.. golongan darah pasien B.. dan stok darah di rumah sakit tinggal satu kantong. Gimana ini dok.."
" Coba saya tanya temen saya yang diluar ya dok.."
" Silahkan Dr Bara..semoga salah satu dari mereka ada yang cocok.karena pasien harus segera mendapatkan transfusi."
Bara ke luar ruangan menemui kedua temannya.
"Di antara kalian ada yang golongan darahnya B+, pasien butuh segera . banyak darah yang keluar."
"Gue .gue B+ , ...gue mau jadi donor darah buat dia." ucap Bram tanpa ragu-ragu
" Ayo ikut gue . alhamdulillah ada yang cocok.Stok darah di rumah sakit tinggal satu kantong. Seandainya darah gue cocok,gue juga mau."
Semua tenaga medis sedang menangani Arin. Bara takut Arin kenapa-kenapa.Dia melihat banyak darah yang keluar dari lukanya. Dia bertekad harus bisa menyelamatkan pasien. Bara termenung . " Kenapa kita dipertemukan selalu dalam keadaan kamu terluka Arin. Jadilah semakin kuat Arin. Jangan menyerah aku akan selalu berada di sisimu."
🌸🌸🌸
Sementara di suatu tempat yang lain. Seorang pemuda termenung sendiri di dalam kamar . Dia merasa menyesal dengan kejadian yang menimpa Arin. " Kenapa kejadiannya jadi begini si. Arin kena tusuk lagi. Gue kan ga nyuruh pake senjata.. Sialan si Maul.. bagaimana nasib gue ..kan gue maunya jadi pahlawan buat dia. Kalau sudah begini kejadiannya,alamat masuk penjara ini. Mauuull sialan. Arin maaf kan Abang . Abang tak bermaksud melukai lo ... tapi dasar Maul sialan...Arin.. maaf" Ya dia adalah Omed. Orang yang telah menyuruh merampok Arin . Tapi tujuan nya tidak merampok betulan. Hanya untuk mencari simpati Arin. Rencananya dia yang menolong tadi tapi dia terlambat. Bram dan Bima datang lebih dulu.Dan kejadian selanjutnya di luar skenarionya . Skenario Tuhan tidak bisa ditolak..
__ADS_1
Ya nasib....