
Berdiri diantara keraguan tersibak satu cerita perempuan ini terisak.
"Apa yang telah terjadi? " dia bertanya-tanya kepada dirinya sendiri.
Dia gamang tatapannya kabur mematung.
"Hah? " Akmal sosok pria tampan yang beberapa saat telah membuat kuncup-kuncup dihatinya Diana tumbuh semerbak, yang telah membuat hari-harinya seakan penuh dengan beraneka warna.
Sedangkan Diana yang hanya seorang gadis remaja yang mencoba mengadu keberuntungannya dikota besar yang keras akan keekonomiannya.
Dari pertemuan yang tanpa sengaja berbincang-bincang seperti halnya orang yang pertama jumpa, saling memiliki ketertarikan antara satu dengan yang lainnya, semua mengalir begitu nyaman hingga 3 tahun telah berlalu.
*Rumah pak makmut, dan bu nina. (Paman dan bibinya Diana)*
" tuk tuk tuk " suara ketukan pintu terdengar.
" Iyah ada apa "
__ADS_1
" maaf tante apa ada Diana nya? " ucap sang pria tersebut.
" Oh Diana dia sedang pergi bersama teman-temannya "
" yaudah kalau begitu tante saya pamit pergi dulu permisi " ucap sang pria tersebut sambil pergi menghampiri mobilnya.
Sebenarnya Diana sedang tidak pergi bersama teman-temannya, itu hanya alesan Diana untuk menjauhi Dicky lelaki yang sempat datang kerumahnya siang tadi.
Dicky merupakan seorang lelaki yang tampan serta kaya banyak cewe yang menyukai dia, tapi di balik ketampanannya itu dia merupakan lelaki playboy.
" kenapa lelaki itu terus mengejar-ngejarku padahal, aku sudah menolaknya beberapa kali" ucap batin Diana.
" Kring kring kring " terdengar suara HP Diana.
" Hallo? "
" tadi aku kerumah mu, tapi tantemu bilang kamu sedang pergi bersama teman-temanmu" ucap Dicky
__ADS_1
" ada apa kamu kerumahku, kan aku sudah bilang aku tidak mencintaimu! " ucap Diana sambil menutup teleponnya.
" belagu sekali cewe ini dia belum tau siapa aku! " ucap dicky kesal sambil membantingkan HP nya ke kasur.
Sebenarnya Diana mempunyai pacar didesa dia Akmal, orang tua Akmal tidak menyetujui Akmal berhubungan dengan Diana yang hanya lulusan smp saja, sedangkan Akmal yang sudah dapat gelar sarjana.
Makanya dari itu orangtuanya Akmal tidak menyukai Diana, tetapi Diana dan Akmal mereka saling mencintai satu sama lain. Diana pergi meninggalkan Akmal didesa untuk mengejar cita-citanya dengan sekolah dikota besar.
" nak maafkan ibu dan ayahmu ini. Kamu sementara waktu harus tinggal dulu dirumah bibi dan paman mu di kota. " Ucap Ibu Diana sambil meneteskan air matanya.
" Iyah nak ayah sudah tidak sanggup lagi membiayai sekolah kamu. Ayah ingin kamu sekolah dan kuliah di sana, hingga dapat meraih cita-citamu nak" ucap ayah Diana sambil mengusap rambutnya.
Diana hanya bisa pasrah dan menunduk saja tanpa, bisa berkata apa-apalagi kepada ayah dan ibu nya.
Diana dikirim oleh kedua orang tuanya ke rumah paman nya di kota. Karna ayahnya sudah tidak sanggup lagi membiayai sekolah Diana, dan ayahnya Diana hanya seorang petani yang bekerja, dilahan orang yang berpenghasilan 30rb saja perharinya.
Sedangkan Diana masih mempunyai 3 adik. Awalnya Diana sedih dan murung tetapi, Diana juga ingin mengejar cita-citanya. Ia ingin sekali menjadi dokter dan membantu banyak orang. Serta mempunyai rumah besar, dan uang banyak untuk membahagiakan orangtuanya didesa.
__ADS_1
Tekat Diana pun kuat, dan hingga akhirnya Diana telah masuk kejuruan dokter. Diana pun sangat senang, dan bahagia karna dia telah meraih cita-citanya itu.