Dia Bukan Jodohku

Dia Bukan Jodohku
Berjoget - joget.


__ADS_3

Tidak terasa sudah satu jam Bima melajukan mobilnya dan akhirnya sampai di bandara dengan selamat,


"Hati - hati di jalan nak, berusahala untuk melupakan Rara, agar Rara bisa tenang di sana, dan berusahalah untuk menyanyangi istrimu, karena Tika adalah masa depan mu sekarang "ucap Bu Ayu sambil memeluk Bima dan menangis,


"Buk maafkan Bima " ucap Bima sambil menangis,


Bu Ayu masuk ke pesawat dan Bima berjalan menuju ke mobilnya,


Dan satu jam sudah Bima ada di perjalananya


Bima masuk kamar ingin hati merebahkan badanya di tempat tidur dan tidak sengaja Bima melihat badan istrinya yang tidak memakai sehelai benang sambil Berjoget - joget Bima hanya melihat dan sedikit menelang salvinaya,


Gila dia punya pintu tidak di tutup ungtung aku yang masuk kalau orang lain gimana, kamu membuat dedek kecilku bangun aja,


Auw "

__ADS_1


Badan Bima di jatuhkan di tempat tidur membuat Tika terkejut saat mendengar suara Bima yang ada di kamar, langsung saja Tika memakai baju dengan cepat,


"Semoga mas Bima tidak melihatku "ujar Tika dalam hati,


"Aku capek cepat pijitin badanku "ucap Bima sambil melentangkan tanganya sambil memejamkan matanya.


Dan lagi - lagi Bima tidak bisa menahan dedek kecilnya saat berdua dengan Tika,


Bima beranjak ke kamar mandi untuk berendam,


Sambil menunggu Bima mandi Tika menjatuhkan pantatnya di atas sofa sambil memainkan ponselnya, dan lima belas menit Bima keluar dari kamar mandi hanya mengunakan handuk yang di lilitkan di pingganya, seoerti biasa Tika memakaikan bajunya, dan tudak sengaja handuk Bima terjatuh dengan spontan Tika berteriak saat handuk Bima terjatuh,


Tika hanya menahan air matanya saat mendengar ucapan Bima, sambil menjatuhkan pantatnya di atas Sofa kamar, dan sepeluh menit Tika memejamkan matanya sambil berkata dalam hati "Yang sabar kamu Tika demi ibumu,


Dan tidak terasa waktu menunjukkan pukul sepuluh melihat Bima sudah tertidur dengan pules, Tika merebahkan badanya di atas sofa sambil memejamkan matanya,

__ADS_1


Sudah terbiasa jam dinding menunjukkan pukul lima Tika bangun dari tidurnya untuk pergi ke dapur membantu bik Ijah memasak.


Selamat pagi bik! Hari ini mas Bima mintak masakin apa bik? "ucap Tika dengan nada senyum,


"Itu non ! Rendang daging super pedas "ucap bik Ijah dengan nada senyum,


"Iya ngak papa bik super pedas, tapi tidak sepedas ucapan mas Bima pada ku kan bik " ucap Tika dengan nada senyum sambil munutup mulutnya,


Bik Ijah hanya tersenyum sambil melihat CCTV yang ada di atasnya, Tika juga melihat apa yang sedang di lihat bik Ijah,


"Ya sudah bik, udah terlanjur, itu juga fakta, Tika tidak takut kalau itu benar " ujar Tika sambil tertawa,


Di sisi lain


Bima membukak leptop di pagi hari dan tidak sengaja melihat rekaman CCTV, ucapan Tika lima menit yang lalu dan berkata dalam hati "Ternyata dia juga sakit hati dan berani beraninya dia mengatakan itu, " ucap Bima dengan nada sinis,

__ADS_1


Bima turun dan berjalan menuju ke dapur untuk menemui Tika dan bik Ijah,


Bik rendangnya kasih cabe yang banyak supaya bisa mengalakan ucapanku pada si pembunuh itu "ucap Bima dengan nada kesal.


__ADS_2