
Dan tidak terasa waktu pulang sebentar lagi, Ica mengajak Tika untuk pulang bersama, kebetulan Ica dan Tika searah,
Tika menolak Ica untuk pulang bersama dengan alasan Tika mau belanja,
"Maaf ya Ca ! Kapan - kapan saja "ucap Tika dengan nada gugup,
Ponsel Tika berbunyi, dan Tika mengambilnya dari tas kecilnya,
Sebelum aku datang aku harus ada di rumah, kurang lima belas menit aku sampai di rumah, awas sampai kamu telat lagi "ucap Bima,
Ta _ tapi mas, tut _ tut
Kebiasaan kamu mas! Bicara belum selesai sudah kamu matikan, "ucap Tika dengan nada sewot,
Langsung saja Tika memesan ojok online yang ada di depan kantornya,
Ica dan Toni merasa heran melihat kelakuan Tika, dan Ica berkata " Sepertinya Tika ada masalah,
Iya dari nada bicaranya "ucap Toni,
Toni penasaran dengan Tika, langsung saja Toni membuntutti dari belakang mobil Toni tercebak lampu merah,
__ADS_1
Sepeluh menit Tika sudah sampai di rumah, Tika membersikan badanya dan menyambut Bima, berselang lima menit mobil Bima sudah terparkir di depan,
Seperti biasa Tika membawahkan tas kerjanya untuk di bawah ke ruang kerjanya,
Tika menyiapkan semua keperluan Bima,
Tika menjatuhkan pantatnya di atas sofa kamar sambil memainkan ponselnya, pas jam enam Bima memintak Tika untuk membuatkan kopi panas, langsung saja Tika membuatkan kopi panas sambil menungu berbuka puasa
Di sisi lain
Ponsel Tika berbunyi dan tidak sengaja Bima melihat pangilan ternyata Toni sedang menghubungi,
Tika keluar kamar sambil menerima pangilan Toni, mendengar percakapan Toni dan Tika langsung saja Bima menjatuhkan barang yang ada di samping tempat duduknya,
Suara barang yang di jatuhkan Bima,
"Suara apa Tik "ucap Toni,
I _ itu bi _ bik , maaf ,
Langsung saja Tika mematikan ponselnya, dan lari menuju kamar,
__ADS_1
"Kamu jangan macam - macam dengan saya, apalagi mau selingku, dasar pembunuh "ucap Bima dengan nada marah sambil membanting ponsel Tika dan menamparnya,
Bunuh aku sekalian mas! Aku sudah bosan hidup, "ucap Tika sambil mendekatkan badanya di depan Bima,
Dengan spontan Bima melayangkan tanganya ke badan Tika, sebelum menyentuh badan Tika langsung saja tangan Bima membatalkannya,
"Bunuh aku mas! Aku sudah capai dan bosan hidup, kenapa kamu selalu menyiksa aku seperti ini, bukanya calon isrtimu dulu mati gara - gara ulahku, bunuh aku mas, bunuh aku, sekarang "teriak Tika sambil menangis,
Mendengar ucapan Tika langsung saja Bima terdiam saja, dan berselang beberapa waktu Bima keluar kamar dan menuju ke ruang kerjanya,
Bima keluar rumah memakai mobil sebelum.berangkat Bima menghubungi Bella untuk menemani di sebuah club malam yang biasanya Bima datangi,
Satu jam sudah Bima dan Bella sudah ada di dalam club,
Bima meminum sudah habis beberapa botol sampai tidak kuat untuk membawa gelasnya,
Di dalam rumah Tika tidak bisa tidur nyenyak, sudah jam tiga Bima belumndaja pulang, pas jam dinding menunjukkan pukul empat terdengar suara mobil yang terparkir di depan rumah, seperti biasa Bima di bopong Bella dan di bawah masuk ke dalam kamarnya,
Seperti biasa Tika menyuru Bella untuk pulang,
Maaf mbak, mbak Bella pulang aja sekarang sudah jam empat dan beberapa jam lagi mbak Bella bekerja, biar mas Bima aku rawat saja, "ucap Tika dengan nada sedikit sewot,
__ADS_1
Tika merawat Bima dengan baik, dan menyiapkan segala keperluanya, dan Tika menitipkan Bima ke semua pelayan, dan pas jam setengah tuju Tika berangkat kerja.