
Mendengar ucapan Tika, Bella hanya tersenyum sinis,
Tika merasa kesal karena satu perusahaan sama Bella, dan Bella akan bertanyak kepada Diva teman Tika mengenai Bella,
"Dev ! Mbak yang ngasih uang gaji kepada kita itu siapa kok cantik banget apa dia istri tuan, cantik banget "ucap Tika dengan nada gugup,
"Oh itu! Dia itu bu Bella seketaris tuan, bukan istrinya, semua karyawan dulu mengira bu Bella itu calon istri tuan tapi bukan dia cuma seketaris, apa kamu mengenalnya Tik? "ucap Diva sambil melihat wajah Tika yang memerah,
"Ya kenal! Eh barusan aku kenalan, aku kira dia istri tuan cantik ya "ucap Tika sambil senyum,
"Awas hati - hati dia sangat galak seperti tuan, karyawan yang punya salah sedikit langsung main pecat "ucap Diva sambil membukam mulutnya,
Langsung saja Tika dan Diva berjalan keluar untuk pulang, dan Diva mengajak untuk pulang bareng tapi Tika menolak ajakan Tika dengan alasan Tika akan belanja sebelum pulang, dan akhirnya Tika menunggu angkutan umum sambil duduk di tepi taman, dan tidak sengaja Toni melihat Tika duduk sendiri langsung saja Toni menghampiri Tika untuk di ajak pulang bersama, tetap saja Tika menolak dengan alasan yang sama seperti yang di berikan Diva,
Tidak sengaja Bima melihat Tika yang ada di tepi jalan sedang berduan bersama Toni, dan langsung saja Bima menghubungi Tika ,
__ADS_1
Cepat kamu bukakkan pintu lima menit lagi aku sampai di rumah "ucap Bima dengan nada marah sambil mematikan ponselnya,
Tut
Tut
Mas, mas "ucap Tika dengan nada marah,
Kebiasaan kamu mas " ucap Tika sambil meninggalkan Toni di tepi jalan ,dan Tika terpaksa naik ojek,
"Sepertinya tadi Tika ke arah sini tapi cepat bener, dan apa benar bibiknya tinggal di sini, di sini perumahan elit, dan siapa tadi yang menghubungi dari suaranya dia seorang cowok dan Tika menyebut dengan pangilan
Mas, sepertinya Tika sangat takut apa di _ dia sudah, tapi dia bilang belum punya pacar apa lagi suami " ucap Toni dalam hati sambil memukul setir mobilnya,
Langsung saja Toni menghubungi ponsel Tika, tapi Tika tidak menjawab pangilanya, sudah berulang kali Toni menghubunginya tetap saja tidak ada jawaban, dan Toni menjadi penasaran,
__ADS_1
"Sebenarnya kamu itu siapa " ucap Toni dalam hati sambil menyetir mobilnya,
Di sisi lain
Mobil Bima telah sampai di depan pintu dan langsung saja Tika membukakkan pintu utama rumah Bima sambil membawahkan tas kerjanya untuk di bawah masuk,
Seperti biasa Tika membukak sepatu Bima dan tidak lupa Tika merendam kaki Bima dengan air hangat sambil di pijitin,
Bima memintak Tika untuk masak yang lebih banyak karena ada tamu sepesial yang ada datang jam tuju nanti,
"Siap mas! Saya akan masakkan, tapi tamu siapa mas! Boleh aku tau " ucap Tika sambil melihat wajah Bima,
"Bukan urusan kamu, ingat kamu cuma istri yang tidak saya inginkan, dasar pembunuh, seharusnya bukan kamu yang aku nikahin tapi Rara "jawab Bima sambil menendang panci yang ada air habis rendamman kakinya,
Langsung saja Tika membersikan dan tidak terasa air matanya membasai di pipinya,
__ADS_1
Tika ke dapur sambil memasak, lima belas menit masakan Tika sudah selesai.