
Masih di dalam ruang kerja
Tidak terasa hukuman Tika sudah ke tujuh, dan tidak sengaja Bima melihat CCTV di kantor dan di rumah, ternyata Tika selalu menyebut pacar,
"Apa si tukang ojek itu pacar Tika , awas kamu akan saya buat kamu terluka "ucap Bima dalam hati,
Dan tidak terasa jam istirahat telah tiba Tika di ajak Ica dan bu Susi untuk pergi mencari makanan dan minuman, dan bertiga telah pergi ke kantin, dia mulai akrab,
"Ayo kita rayakan di hari ini kita bertiga terakhir di hukum, dan mulai besok kita merdeka kita bebas dari hukuman" ucap bu Susi sambil bersorak - sorak,
Kamu bebas kalau aku setiap hari di hukum oleh dia, kenapa dia sangat jahat sekali sama saya, sampai kapan aku hidup seperti ini, seakan aku ingin lari kari kenyataan yang pait ini " ucap Tika dalam hati,
Melihat Tika melamun langsung saja Ica menepuk pungung Tika sampai Tika berteriak mintak maaf, " Aku akan melakukan semua ini dengan ikhlas,
__ADS_1
Eh kamu mengkagetkan saja, " ucap Tika dengan nada gugup,
"Apa yang sedang kamu hayalkan sampai aku berteriak kamu tetap melamun, dan sepertinya kamu punya masalah, ceritakan sama saya, mungkin kamu bercerita beban kamu bisa berkurang " ucap Ica sambil menepuk pundak Tika berkali - kali,
"E __ engak aku ngak punya masalah apa - apa, dan beban " ucap Tika dengan nada gugup,
"Aku ngak bisa cerita dengan siapa saja, dan semuanya akan aku simpan dengan rapat rapat " ucap Tika dalam hati,
Dan tidak terasa jam tangan sudah menunjukkan pukul satu langsung saja Tika dan semua karyawan masuk ke tempat ruangan masing - masing,
"Hai pembunuh tolong nanti beri tau ibu kalau aku akan lembur dan pulang malam " Pesan yang di kirimkan Bima,
"Dasar kampret enak saja menghina orang, kampret, kampret "ucap Tika sambil meletakkan ponselnya dengan kesar di meja kerjanya,
__ADS_1
"Kenapa kamu Tik! Ada masalah apa sampai ponsel punya kamu sendiri yang jadi korban kekerasan, siapa tu kampret, pacar kamu! Kok namanya ___" ucap Ica sambil tertawa,
Di dalam ruangan Bima,
Bima menunggu jawaban dari Tika sampai lima menit tidak ada jawaban dan Bima mulai kesal dan berbicara " Berani - beraninya kamu mengabaikan pesanku, awas kamu! Rupanya kamu mau berpaling denganku dan mau balikan sama mantan kamu si tukang ojek itu awas kamu,
Langsung saja Bima menghubungi Bella untuk di suruh ke ruanganya, sebelum pesan Bima di baca, Bella sudah ada di depan meja Bima,
Bella mengajak Bima untuk menemaninya di malam hari karena ada pesta ulang tahun temanya,
Mas! Nanti temani aku pergi ke persta ulang tahun temanku, aku malu pergi karena aku sendiri yang belum punya pacar, mau ya mas, ya "ucap Bella sambil memeluk Bima,
"Ta __ tapi aku nanti ada acara, iya deh tapi sebentar aja ya, lalu aku balik " ucap Bima sambil prgang hidung Bella,
__ADS_1
"Iya deh, nanti jemput aku ke rumah ya mas, daaaa aku tunggu " ucap Bella sambil keluat ruanganya Bima,
Bima hanya terdiam melihat kelakuan Bella keoada Bima, dan Bima berkata dalam hati sambil nemainkan pulponya " Kenapa kelakuan Bella yang seperti itu tidak membuat aku jatuh cinta dan detak jantungku biasa aja, tidak seperti Tika.