
Sesudah Tika memintak tolong kepada pak Mamat, untuk mengantarkan Bella pulang,
Dan Tika memastikan kalau Bella masuk ke dalam mobil dengan muka cemberut,
Lagi - lagi Tika mendengar teriakan Bima yang memanggilnya langsung saja Tika lari menaikin anak tangga untuk menemui Bima yang ada di kamar,
"Dasar pembunuh kamu dari mana aja, apa kamu mau lari dariku, awas saja sampai kamu lari dari rumahku " ucap Bima sambil melempar jasnya ke muka Tika,
"Dasar pria jahat, bukanya terimakasih malah ngatain anak orang pembunuh " jawab Tika sambil mengambil jas Bima,
Beruntung Bima tidak mendengarkan ucapan Tika, Bima berdiri dan berjalan sempoyonggan sambil terjatuh, dengan spontan Tika menolong Bima yang jatuh sambil teriak - teriak tidak jelas,
Tangan Bima mengebaskan ke arah Tika yang sedang membantu membangunkan Bima,
"Jangan pegang badanku, bisa kotor karena tangan kamu, tangan pembunuh "ucap Bima sambil jatuh bangun,
__ADS_1
Walau Bima tidak mengijinkan Tika memegangnya tetap saja Tika membantu Bima sampai ke dalam kamar mandi,
Langsung Bima menyalakan sower untuk membasahi semua badanya, lima menit Bima keluar kamar mandi dengan keadaan pakai baju dengan basah kuyup,
Terpaksa Tika membukak semua kancing baju dan mengantinya,
"Mas! Kamu itu jadi orang baikkan sedikit aja gak bisa ta! Sukaknya marah - marah, dan jangan suka hukum orang, kalau gini apa kamu bisa sendiri!, dan saya pikir - pikir aku di sini kayak pembantu, kalau kamu menghukum aku lagi, aku akan pergi dari rumah kamu, aku udah capek lebih baik aku menyusul ayah dan ibuk aku " ucap Tika sambil menyisir rambut Bima,
Dan rupanya Tika baru sadar dengan omongganya saat Bima bergerak dan menjatuhkan badanya di atas lantai sambil teriak kepanasan,
Tika melihat benda yang ada di pojok atas kamar tidurnya sambil berkata " Maafya mas Bima aku tadi cuma bercanda jangan hukum aku kalau kamu melihat ini, aku ikhlas merawat kamu, sambil tanganya memintak ampun,
"Panas - panas aku mau minum, dadaku panas aku tidak kuat panas - panas "teriak Bima sambil tidur tengkutap di lantai,
Dengan spontan Tika mengambilkan air dinggin di dalam lemari es, dan meminumkan nya ke pada Bima,
__ADS_1
"Lagi minum lagi " teriak Bima sambil meminum air dingin,
"Mas ! Kamu minum berapa botol sampai kamu begini, kamu jangan minum lagi ya mas! Kalau kamu ada masalah lebih baik kamu sholat malam mintak perlindunggan dan petunjuk darinya, kalau kamu sakit begini aku tidak bisa mengobatin " ucap Tika sambil menangis,
Dan tidak terasa jam dinding menunjukkan pukul tiga, dan rupanya Bima sudah tertidur dengan lelap,
Sementara Tika membangunkan Bima untuk pindah tidur di atas kasur, dan Tika merebahkan badanya di atas sofa, danntidak tersara, seperti biasa Tika tertidur sebentar,
Pas jam lima pagi semua kepekerjaan rumah dan memasak sudah selesai, langsung saja Tika membangunkan Bima untuk mandi karena hari sudah siang,
"Mas, mas Bima apa tidak bekerja, dan apa boleh aku berangkat kerja sekarang "ucap Tika dengan nada gugup,
"Kamu berangkat dulu, dan pangil bik Ijah, dan mulai sekarang hukummanmu berakhir, kamu boleh berangkat sekarang "ucap Bima,
"Terimakasih mas," jawab Tika sambil menyudorkan tanganya untuk bersalaman,
__ADS_1
"Mas! Aku ingin menjadi istrimu yang baik di mata tuhan " ucap Tika sambil menangis,
"Ingat ! Seharusnya bukan kamu yang menjadi istri aku, dasar pembunuh " ucap Bima dengan nada marah.