Dia Bukan Jodohku

Dia Bukan Jodohku
Sah


__ADS_3

Tidak terasa waktu cepat berganti, dan hari yang di tunggu - tunggu Rio dan Sifa,


Rio bersiap - siap untuk pergi ke rumah Sifa bersama sanak saudara, kerabat dan semua temannya berkemas - kemas untuk membawah barang seserahan untuk di bawah ke rumah Sifa,


Rio berpamitan kepada ibunya, dan ibunya memeluk dan mencium Rio sambil menanggis dan berkata , "Semoga lancar ya Nak ! Dan menjadi rumah tangga sakina mawadah warokmah,


"I ___ iya Ma.! Jawab Rio sambil mencium tangan Mamanya dan mencium keningnya.


Di sana Sifa sedang menunggu pujaan hatinya yang akan datang untuk meminagnya, sepuluh menit sudah terdengar suara mobil, dan Sifa mulai berdebar - debar,


Semua pengiring Rio sudah memasukin ke diaman Sifa dan barang seserahan telah di bawah masuk ke dalam rumah,


Rio duduk di depan pak penghulu dan menanti datangnya Sifa, Sifa keluar dari kamarnya dan di gandeng kedua kakak iparnya untuk turun dari tangga, semua para undangan merasa terhipnotis saat melihat kecantikan Sifa, Rio hanya diam saja tampa mengedipkan matanya sambil berkata dalam hati, " Wau cantik banget,


Dan Sifa duduk di samping Rio,


Pak penghulu berkata kepada Rio sambil bersalaman,


"Apakah ananda Rio sudah siap untuk ijab kabul, " ucap pak penghulu,


"InsyaAalloh siap Pak, " jawab Rio sambil menjabat tanggan pak penghulu,

__ADS_1


Rio mulai menarik nafasnya dan membuangnya sambil memejamkan matanya Rio berjabat tanggan sama pak penghulu,


Saya terima nikahnya Sifa khumairoh putri binti Bima pratama putra dengan maskawin berupa uang seratus juta dan perlengkapan alat sholat di bayar tunai,


Sah


"Sah, " ucap pak penghulu,


Dan semua para tamu berteriak SAH,dengan spontan Sifa bersalaman dengan Rio, lalu Rio mencium kening Sifa, dan di lanjutkan Sifa dan Rio duduk di singga sana,


Rio dan Sifa seperti raja dan ratu,


"Bik aku lapar, dari sore belum makan, " ucap Sifa sambil mengambil piring,


"Tinggal ini non makananya apa mau bibik buatkan nasi goreng aja, " jawab bik Ija,


"Ngak bik, ini aja cacing dalam perutku udah demo, " jawab Sifa ,


Sifa membawah makanan untuk Rio, di dalam kamar ternyata Rio sudah tertidur sambil melentangkan badanya, dan Sifa mendekati Rio sambil berkata, " Maaf mas kasihan kamu rupanya kamu sangat capai, ya udah tidurlah, e rupanya suamiku kalau tidur ganteng juga ya, aku gak salah pilih deh walau dia suka cerewet dan nyebelin, kalau tidur tetap ganteng,


Sebenarnya Rio tidak tidur hanya pura - pura tidur, sebelum Sifa meranjak dari Rio dengan siagap Rio menarik tangan Sifa, dengan sponta Sifa berteriak, " Ih apaan kamu Mas!

__ADS_1


Dan keduanya saling ber pandang - pandangan Sifa jatuh pas di atas badan Rio dan Rio berbisik, " Boleh aku mintak sekarang!


Ta ___ ta


Sebelum Sifa melanjutkan ucaanya dengan siagap Rio mencium bibir Sifa, sampai Sifa sulit bernafas, Sifa hanya mengagukkan kepalanya, saat Rio melepaskan bibir Sifa,


sifa berkata, " Mas, aku takut sakit,


"Engak sayang aku akan melakukan dengan pelan - pelan, " ucap Rio sambil meremas gundukan kembar milik Sifa,


Di tengah - tengah permaunanya Sifa berteriak kesakitan sambil menggeluarkan air matanya, melihat Sifa menangis Rio merasa kasihan dan akhirnya Rio mengakhiri permainanya,


"Maaf ya Mas sakit, "ucap Sifa dengan nada manyun,


"Sekarang kamu maafkan, tapi tidak dengan besok sayang, aku akan melakukan besok dengan pelan - pelan, pasti kamu nantinya akan ketagian dan memintak terus, "ucap Rio sambil memeluk Sifa,


"Mas! Kata teman - temak saat malam pertama pas itu tu terasa sakit, dan paginya kalau di buat jalan ngilu, aku takut mas, sakit, kalau sakit gimana, " jawab Sifa dengan nada manja,


"Katanya cuma sedikit, " Bisik Rio dengan nada senyum,


Mas!!!

__ADS_1


__ADS_2