
Sudah satu jam Tika berpura - pura tertidur, Tika menggerjain Bima,
Bima terbangun dari tidurnya, dengan spontan Bima mencium kening Tika sambil berkata, " Bangunlah sayang, aku janji, aku akan merubah perlakuanku dapamu dan aku akan melindungimu, sayang bangunlah.
Dokter Ina dan suster masuk ke ruangan Tika, dengan spontan Bima berkata, " Dok selamatkan istri dan anakku,
Mendengar ucapan Bima langsung saja Tika menggoyangkan tanganya, dan suster mengetaui kalau tangan Tika bergerak,
Dokter Ina memeriksa Tika, dikit demi sedikit mata Tika terbuka dan tersenyum saat melihat Bima yang ada di sampingnya,
"Gi ___ gimana dengan anakku dok ! " Ucap Tika sambil melihat dokter Ina,
"Alhamdulilla calon anak nyonya selamat dan suami nyonya setia menunggu anda, semoga menjadi suami siaga, " jawab dokter Ina,
Langsung saja Tika melihat wajah Bima, dan seperti Bima membuang muka, dalam hati Tika " Awas akan aku kerjain kamu mas,
Dokter dan suster berpamitan untuk keluar ruangan hanya Bima dan Tika saja,
__ADS_1
"Mas kamun pulang saja, dan aku mintak ijin untuk dan insyaAalloh besok lusa aku masuk kerja, "ucap Tika,
"Tidak ! Kamu tidak boleh bekerja lagi, kasihan anakku, kamu harus nurut sama aku, ingak aku suami kamu, "ucap Bima,
"Ta __ tapi mas! Bagaimana aku besok kalau anak ku lahir, mumpung perutku belum kelihatan, "jawab Tika,
"Jangan kuwatir aku akan mengaji kamu selama kamu hamil, " ucap Bima,
Ta __ tapi !
Di sisi lain
Toni masuk ruangan Tika tanpa mengetuk pintu dulu dan langsung masuk, Toni dan Bima saling bertatap muka dan keduanya saling menunjuk dan berkata, " Kenapa kamu di sini,
"Tik apa benar yang aku dengar tadi !, dan kenapa tuan ada du sini " Ucap Toni sambil menghampiri Tika,
"Ya kamu, ini waktunya jam kantor kenapa kamu ke sini ? Kamu suka sama Tika, " ucap Bima dengan nada kesal,
__ADS_1
"I __ iya, Aku suka pada Tika, aku akan menikahinya dan Tika akan aku jadikan ratu di rumahku nanti, dan aku tau, Tika akan aku suruh keluar dari perusahaan, " jawab Toni dengan nada gugup,
"Kamu sudah terlambat, Tika sedang hamil, dia istriku, dia mengandung anakku, dan mulai sekarang kamu jangan dekat - dekat sama istri aku, " ucap Bima dengan nada marah,
"Tika ! Ternyata kamu sangat murahan, tak bisa aku bayangkan, benar kata semua orang, kamu kan tau kalau tuan sudah punya istri kenapa kamu _____ demi uang atau jabatan kamu mau ti ___ tidur bar____ " ucap Bima,
Sebelum Toni melanjutkan ucapan dengan spontan Tika mendekatinya dan menampar Toni sambil berkata, " Jaga ucapanmu, aku bukan wanita yang murahan, walau aku orang miskin aku punya harga diri, sekali lagi kamu mengatakan aku wanita murahan akan aku robek mulut kamu.
"Kalau kamu bukan wanita murahan lantas apa, kamu kan tau kalau tuan sudah punya istri, kenapa kamu mau di ajak tidur bareng, aku kecewa sama kamu, " teriak Toni sambil jalan ke luar,
Sebelum keluar Bima menahan Toni untuk membicarakan semua ini, tapi Toni tetap menolak dan berjalan keluar ruangan,
Tika di dalam ruangan menangis dan hatinya sangat sakit mendengar ucapan Toni,
Bima menenangkan Tika agar tidak sedih lagi sambil bicara, " Ya sudah biar besok aku yang akan memberi tau yang sebenarnya,
"Tapi mas ! "Ucap Tika sambil memeluk Bima,
__ADS_1
"Kamu jangan bersedih, ingat calon anak kita, biar Toni menjadi urusan saya, "jawab Bima sambil mencium kening Tika,
"Terimakasih mas! Kamu sudah berubah, dan kamu tidak jahat lagi, "ucap Tika dalam hati sambil tersenyum,