Dia Bukan Jodohku

Dia Bukan Jodohku
15.Episode 15


__ADS_3

"kali-kali gombal, soalnya udah 3 tahun engga gombalin kamu hahah," ucap lebay Akmal


"Akmal stop, ilfil ntar aku hahah," gurau Diana


"emang kamu bisa ilfil yah sama aku," tanya Akmal.


"Engga hahhaha," jawab Diana sambil tertawa


"huuuu dasar, yaudah ayo kita jalan-jalan, pasti kamu sudah lama tak liat desa ini, sekarang sudah banyak berubah loh," ucap Akmal, sambil memegangi tangan Diana.


"Oke deh hayu, aku juga sudah kangen dengan desa ini," ucap Diana, lalu memegangi kembali tangan Akmal.


Bu Sarah ibunya Akmal melihat Akmal dan Diana yang sedang mengobrol dengan asyiknya di luar sana, bu Sarah mengintip mereka melewati jendela rumahnya.


"Hah apa benar si anak kampung yang cuma lulusan SMP itu bisa jadi seorang dokter," ucap batin bu Sarah.


Bu Sarah masih bertanya-tanya kepada dirinya sendiri, tentang keadaan Diana yang sekarang.


*rumah sakit*


Ciko merasa gelisah dan bingung, harus berbuat apa agar tau kondisi Diana yang sekarang sedang berada dikampung halamanya.

__ADS_1


"Aduh bingung banget nih harus berbuat apa, mau nelpon Diana tapi malu, tapi aku sendiri cemas dengan keadaan Diana, yaudah deh terpaksa aku memberanikan diri untuk menelpon diana." Ucap Ciko sambil mengambil hp di dalam sakunya.


Ciko pun memberanikan dirinya untuk menelpon Diana, agar dapat tau keadaannya Ciko mulai mencari kontak dokter Diana di dalam hpnya.


"Sudah ada nih kontaknya telpon jangan yah," ucap batin Ciko yang terasa ragu.


Ciko pun melamun sbentar, lalu memijit tanda telpon kepada kontak Diana.


*desa Diana*


"Tut, tut, tut," suara HP Diana berbunyi


"ada yang nelpon tuh Din angkat dulu," ucap Akmal sambil menunjukan ke HP Diana


Diana pun pergi menjauh sedikit dari Akmal


"hah Ciko ada apa dia nelpon ku," ucap batin d


Diana


Diana pun menerima telpon dari Ciko, karna takut ada apa-apa dirumah sakit.

__ADS_1


"Hallo," ucap Diana


"hallo dok maaf ganggu waktunya ko hari ini dokter tiak masuk yah?" tanya Ciko


"Oh maaf Cik selama beberapa hari aku ijin terlebih dahulu untuk menengok keluarga ku di desa, lagian aku udah bilang ko kepihak rumah sakit," jawab Diana


"oh gitu yah dok yasudah dong kalau gitu terimakasih," ucap Ciko lalu mematikan telponnya.


"Siapa? pasti dari cowok yah heheh," tanya Akmal yang penasaran


"oh iyah itu perawat di rumah sakitku dia menanyakan kenapa aku tidak masuk hari ini, bukan siapa-siapa ko Akmal tenang aja aku tidak main-main di belakang mu," ucap Diana menyakinkan Akmal.


"Iyah aku percaya ko sama kamu," jawab Akmal.


*Rumah sakit*


"Aduh lega gue sekarang udah dengar suara dokter Diana walau gue harus berbohong, padahal kan gue udah tau kalau Diana ada di desa hihihi," ucap batin Ciko sambil tersenyum.


Ciko pun segera siap-siap untuk pulang karna jam pun telah menunjukan pukul 17:00 dimana jam kerjanya sudah habis. ia segera mengambil barang-barangnya lalu pergi menuju parkiran motor untuk mengambil motor pribadinya.


"Tunggu-tunggu kaya Ciko tuh, kebetulan gue lagi engga pegang duit bisa nebeng pulang nih hihihi," ucap Dani yang melihat Ciko sedang menaiki motornya.

__ADS_1


Dani pun segera datang ke arah Ciko, lalu ia tiba-tiba saja naik tanpa meminta ijin dulu kepada Ciko.


"Dih apaan loh naik-naik motor gue turun sana, jok belakang motor gue ini hanya khusus untuk dokter Diana bukan untuk lo," ucap Ciko kepada Dani.


__ADS_2