
Mereka saling bertatap satu sama lain, saling berpelukan, dan sesekali mereka meneteskan air mata, kebahagiannya. Karna tidak percaya setelah 3 tahun lamanya, mereka dipisahkan oleh jarak akhirnya, Diana datang dengan semua impian yang telah ia capai. Maka orang tua mana yang tidak bahagia, ketika anaknya telah sukses dan meraih semua impiannya. Maka dari itu pak Danu, dan bu Sita pun merasa sangat berhutang budi, kepada pa Makmut dan bu Nina. Karna telah membiayai sekolah, dan kuliahnya Diana sehingga ia bisa sesukses sekarang.
Akhirnya pak Danu, dan bu Sita pun meminta Diana untuk menelpon pak Makmut, dan bu Nina, karna ingin mengucapkan terimakasih sebanyak-banyaknya.
"Diana tolong kamu telpon pamanmu, yang di kota karna ibu ingin, berbicara kepanya," ucap bu Sita.
"Baik ibu, Diana akan telpon abi sekarang," ucap Diana.
Lalu tanpa lama, Diana pun mengambil hpnya, lalu menelpon kembali pamannya, sambil mengabari juga, bahwa Diana telah sampai didesanya.
*Rumah pak Makmut dan bu Nina*
Kring, kring, kring suara HP berbunyi kembali, tak lama kemudian pak Makmut pun mengambilnya, dan melihat siapa yang menelpon sore-sore gini. Lalu dengan rasa senang, pak Makmut pun menerima telpon tersebut, dan telpon itu berasal dari Diana yang sekarang sedang didesa.
__ADS_1
"Hallo nak, apakah kamu sudah sampai? tanya pak Makmut kepada Diana.
"Alhamdulillah udah abi, sekitar jam 3an Diana baru sampai didesa.
"Syukur lah nak, abi ikut senang mendengarnya, mana ayah dan ibumu Diana," ucap pak Makmut.
Diana pun segera memberikan telponnya, kepada ibunya, karna ibunya juga ingin berbicara kepada pak Makmut.
"Hallo pakde gimana kabarnya?" ucap bu Sita.
"Alhamdulillah semuanya sehat pak, bagaimana juga keadaan bude?" ucap kembali bu Sita.
"Alhamdulillah sehat juga ka, senang yah kaka, telah bertemu dengan anak kaka kembali, setelah 3 tahun tidak bertemu," ucap pak Makmut
__ADS_1
"iyah pade, alhamdulillah saya sangat senang sekali, saya juga ingin berterimakasih kepada pakde, karna tanpa pakde Diana tidak akan seperti sekarang. Terimaksih yah pakde, sampaikan juga terimaksih saya kepada bude, atas semuanya. Saya sampai tak bisa berkata apa-apa lagi, atas semuanya pakde," ucap bu Sita sambil menangis, karna merasa haru sekali.
"Sudahlah ka, tak usah kaka berterimakasih kepada saya. Diana sudah saya anggap sebagai anak kandung saya juga ka, lagian kalau Diana jadi sukses. Sekarang Diana juga banyak menolong orang." Ucap pak Makmut.
"Iyah pakde, bagaimana pun saya, tetap harus berterimakasih kepada pakde," ucap bu Sita
"yaudah ka, lanjutin kaka untuk kangen-kangenan sama Diana, soalnya Diana hanya sebentar," ucap pak Makmut sambil mengakhiri telponnya.
Setelah mereka saling berbicara bu Sita memberikan telponnya, kepada Diana sambil bertanya kepada Diana.
"Din apa benar, kamu disini hanya sebentar saja?" tanya bu Sita.
"Iyah bu, soalnya dikota Diana banyak pasien, yang perlu ditangani oleh Diana, bu maafkan Diana bu, tidak bisa menemani ibu, ayah, dan Desi lama-lama didesa." Ucap diana.
__ADS_1
"Tak apa nak, yang penting ibu telah melihat kamu seperti ini, ibu sudah begitu senang," ucap bu Sita.
"Benar nak, ayah juga sudah senang banget, kamu jangan pernah lupakan sholat yah sayang," ucap pak Danu ayah Diana.