
Sampailah di ujung pembicaraan Bella mempersilakan Tika untuk meminum minuman yang di bawah si OB, tanpa curiga Tika mengangkat gelas yang berisi minuman yang di buat oleh si OB,
Toni langsung masuk ke ruangan Bima untuk menukar minuman Tika ke minuman Bella, dan sebelum masuk Toni dan Bima sudah mempunyai rencana,
Bima mengajak Bella dan mengandengnya dengan mesrah dan memuntak maaf sambil berbisik, " Kamu yang sabar sebentar lagi ke inginanmu akan terwujud,
Datanglah Toni untuk menukar gelas Tika ke gelas Bella, seakan - akan Bima marah saat Toni masuk ruangan tidak mengetuk pintu dulu,
"Kenapa kamu masuk tidak mengetuk pintu dulu, " ucap Bima dengan nada marah,
"Ma ___ maafkan saya tuan, " jawab Toni sambil menundukkan kepalanya,
Bima, Bella Tika dan Toni duduk di sofa, dan lagi - lagi Bella menyuru Tika untuk meminum Bima berdiri mengambil minuman untuknya dan Toni,
"Ayo kita minum bersama - sama semoga perusahan yang kita kelolah tetap jaya dan berhasil " Ucap Bima sambil mengangkat minuman sambil tertawa,
__ADS_1
"Mampus kamu Tik, tiga menit lagi obat itu akan berreaksi, dan perut kamu akan sakit, karena keluar masuk kamar mandi, "ucap Bella dalam hati sambil tertawa kecil,
"Tik ! Kalau kita pulang nanti mampir beli manisan ya, " ucap Bima sambil memegang tangan Tika,
"Kenapa perutku seperti ini, dan kenapa Tika baik - baik saja, apa si OB tadi menukarnya, gawat ni, " ucap Bella dalam hati,
Dan Bima pura - pura masuk kamar mandi, dan obat yang di berikan Bella telah beraksi,
Bella keluar ruangan Bima tanpa berpamitan,
Bella masuk kamar mandi umum, perut Bella mulai tidak tahan, dan Bella lari ke ruanganya satu sampai beberapa kali, dan Bima akan mematikan jaringan listrik yang ada di ruangan Bella,
Bima menghampiri ruangan Bella dan Bima mengucapkan selamat, " Selamat apa yang kamu buat akan kembali pada mu, dan mulai sekarang kamu akan saya pecat, karena kamu akan merusak permainanku,
"Aku benci kamu Bima, aku janji akan mencelakai Tika, " jawab Bella dengan nada keras,
__ADS_1
Dengan spontan Bima menampar Bella dan menguncinya dari dalam, Bima merasa kesal saat mendengar ucapan Bella yang akan mencelakai Tika,
Bima menelpon polisi untuk menangkap Bella , dan Bima akan memberikan bukti kalau Bella akan mencelakai Tika, dan semua masalah ini akan di serahkan kepada Toni,
Sepuluh menit polisi sudah datang dan membawah Bella ke kantor polisi, Toni menemani Bella dan membawah barang bukti berupa rekaman CCTV, pak polisi menahan Bella ,
Tika keluar ruangan Bima dan tidak sengaja berpapasan dengan Ica, dan Tika memanggil Ica, Ica pura - pura tidak mendengar pangilan Tika,,
"Ih amit - amit ada dia, "ucap ica sambil berjalan dengan cepat,
Melihat sahabatnya yang di pangil tidak mendengarkan, Tika berjalan sambil meneteskan air matanya dan berkata "Maaf kan aku Ca, aku bukan yang engkau pikirkan,
Langsung saja Tika masuk mobil Bima tanpa melihat situasi dan ternyata bu Desi melihat Tika masuk ke dalam mobil Bima, bu Desi berjalan sambil berkata, " Dasar wanita _____ ternyaka kamu simpanan tuan Bima, kasihan yang jadi istrinya tuan, dan semoga saja Tika tidak hamil,
Melihat bu Desi berjalan sambil mulutnya komat - kamit Ica dan teman yang satunya menghampiri bu Desi sambil berkata " Kamu kenapa bu!
__ADS_1
"I __ itu dia, ternyata betul dia itu simpanan tuan, barusan aku lihat Tika masuk ke mobil tuan, " ucap bu Desi dengan nada gugup,
Ya sudah bu! jangan buat gosip, aku takut tuan dengar dan aku tidak mau di pecat, biar itu menjadi rahasia kita bersama " jawab Ica sambil menepuk pundak bu Desi dan berjalan masuk ke ruang kerjanya,