Dia Bukan Jodohku

Dia Bukan Jodohku
Sifa anak manja


__ADS_3

Tidak terasa sudah bulan di mana Bima dan Tika merasa bahagia, Tika telah melahirkan bayi kembar cowok dan cewek, yang di beri nama sifa dan Dafa, seperti biasa Bima memcari pengasuh untuk ke dua anaknya,


***************


Si kembar Dewa dan Deva sudah menjadi seorang pemudah yang tampan, dan ke duanya sudah menjalankan bisnis,


Bima mendirikan dua perusahaan baru, dan perusahaan itu akan di pegang oleh Dewa dan Deva,


"Mas ! Apa bisa anak - anak kita melakukan itu semua, apa tidak sebaiknya belajar di perusahaan lama dulu, itung - itung cari pengalaman, " ucap Tika sambil duduk di samping Bima,


"Ngak sayang, anak - anak kita pasti bisa, aku sudah mendidiknya di dunia bisnis, percayalah pasti bisa, " jawab Bima sambil mengambil buah,


Ta ___ tapi !


"Sudah percaya ! Aku pasti ada di belakang mereka, " jawab Bima sambil mencium kening Tika,

__ADS_1


Jam delapan lewat lima menit, Dewa dan Deva masuk ke rumah sambil mengendap endap dan melihat kanan kiri,


dengan spontan Bima berteriak sampai Dewa dan Deva terkejut, sambil gugup dan tersenyum, lalu menghampiri Mami dan Papinya,


"Kamu dari mana aja, masuk rumah tidak salam celingak celinguk kayak maling, he dari mana, " teriak Bima,


"i ___ itu Pa ! Dari ___,


Dewa dan Deva saling memandang, dan lagi lagi keduanya berbicara dengan gugup, dan Bima menyuru ke duanya duduk dan Tika memberikan minum untuk ke duanya, dan duduk di samping Dewa dan Deva sambil berbicara, " Kamu dari mana Nak, kok kelihattanya ada masalah, apa kamu berbuat salah di luar sana !


Langsung saja Bima dan Tika tersenyum saat keduanya takut, dan Bima berkata, " Ingat boleh nongkrong di mana aja hangan berbuat yang aneh - aneh, jangan buat malu keluarga kita oke !


"I ___ iya Pa ! Kami janji " teriak Dewa dan Deva sambil mencium Papi dan Maminya, dan berpamitan ke kamar masing - masing,


"ih anak Mami yang manja, maunya cium - cium aja, " ucap Tika sambil memanyunkan bibirnya,

__ADS_1


Dan tidak terasa jam dinding menunjukkan pukul sepuluh, Bima dan Tika masuk kekamar untuk istirahat, Bima mengandeng Tika menaikin tangga sambil berkata, " Ngak terasa ya kita udah tua!


"Mangkanya Mas jangan suka marah - marah jaga kesehatan, ingat jangan berbuat yang aneh di luar sana, " jawab Tika dengan nada senyum,


Di pagi harinya seperti biasa, semua keluarga Bima berdarapan bersama, dan semuanya mempunyai kesibukan masing - masing, Bima ,Dewa, Deva pergi ke kantor sedangkan Sifa pergi kulia, dan Dafa saat ini kulia di luar negri, kalau Sifa tidak mau kulia di luar negri, dan Sifa tidak mau jauh - jauh dari Maminya,


Kulia Dafa dan Sifa tiga bulan akan selesai, seperti biasa Dafa sudah di persiapkan sebuah perusahaan seperti Dewa dan Deva untuk di kelolah,


Sedangkan Sifa hanya maunya di rumah aja tidak mau berusaha,


"Eh ! Anak Papi ! Papi ingin kamu membantu Papi di kantor biar kamu punya kesibukan, ngak ___ " ucap Bima sambil melihat Sifa,


"Ih Pa ! Itu dia mintaknya di manja, kalau telat ngasi uang jajan di marah - marah, ayo ikut kak Dewa aja biar ku tau gimana cari uang itu, ayo, " ucap Dewa,


"Ih kamunya ngak ikhlas ngasi uang jajan, tu Pi ! Kak Dewa selalu marah - marah sama Sifa, " jawab Sifa sambil memeluk Papinya,

__ADS_1


"Tu Mami jangan di manja melulu, ngak bisa dewasa dikit - dikit ngambek nangis, " ucap Deva.


__ADS_2