
Tidak terasa waktu sudah berganti malam menjadi pagi,
Sudah terbiasa Tika terbangun di sepertiga malam untuk mintak perlindunggan, dan tidak terasa jam dinding menunjukkan pukul empat langsung saja Tika menyiapkan keperluanya untuk memasak di dapur, hari ini Tika memasak dan mengerjakan semuanya yang ada di rumah,
Tika memasak di dapur sambil menyanyi dan semua alat yang di pegang Tika sesekali di buat mik untuk bernyanyi dan tidak lupa bergoyang sambil tersenyum sendiri,
Hanya ini yang bisa saya lakukan supaya aku tidak setres memikirkan kehidupan ini "ucap Tika sambil memejamkan matanya,
Pas jam dinding menunjukkan pukul enam Tika membangunkan Bima untuk mandi dan sarapan, seperti biasa Tika menyiapkan keperluan Bima,
Setelah Bima terbangun dari tidurnya dan berajakbmasuk ke kamar mandi,
Tika bergegas keluat kamar untuk menyiapkan makananya, dan makanannya sudah tertata di meja makan semua menu ada,
"Alhamdulillah aku bisa masak, semua ini karena ibuku yang telah mengajari aku bisa masak, maafkan aku ibu, hanya doa yang bisa aku panjatkan "ucap Tika sambil membersikan air matanya,
__ADS_1
"Ni anak kok bisa masak seenak ini, apa benar dia utusan, ah ini cuma kebetulan masak rasanya enak " ucap Bima dalam hati sambil makan dengan lahap,
"Ni orang kalau makan kayak orang kelaparan, apa dia bernafsu dengan masakanku, rupanya enak sekali masakanku ini "ucap Tika dalam hati sambil menelan salivanya,
Melihat Bima masuk mobil langsung saja Tika membersikan semua ruanggan yang ada di dalam dan luar rumah,
*****
Sampailah Bima di kantor. Bima memangil Toni untuk mengambilkan surat lamaran,
Kartika sari ''ucap Bima sambil membukak foto dan membaca biodatanya Kartika sari,
Bima menggelengkan kepalanya saat melihat nama dan foto Tika,
"Gimana tuan apa bisa di terima, dia masih muda belum kawin lulusan S1, sepertinya dia berbakat menjadi seorang staf dari segi bicaranya, "ucap Toni dengan nada senyum,
__ADS_1
"Apa dia pacar kamu, tidak biasanya kamu mempromosikan karyawan baru seperti dia, dan apa kelebihan dia cantik atau ada yang lain "ucap Bima sambil tanganya menggepal,
Bukan tuan ! Dia bukan pacar saya, saya baru saja bertemu di taman, dia hampir terjatuh karena kepalanya pusing, dan dia bercerita di sini ikut bibiknya karena di kampung dia tidak punya siapa - siapa dan ibunya baru saja meninggal "jawab Toni,
"Ya ! Suru resepsionis yang menghubungi jangan kamu, bukan kerjaan kamu menghubungi karyawan baru, "ucap Bima dengan nada sedikit marah,
"Iya tuan! Saya permisi dulu "ucap Toni sambil membukukkan badanyaa,
"Kenapa tuan tadi mukanya kayak orang yang lagi marah, marahan sama istri di rumah di bawah ke kantor "ucap Toni dalam hati sambil senyum,
Bima menghubungi bik Ijah untuk menanyakkan pekerjaan Tika di rumah dan memintak semua karyawanya tidak boleh membantu biar Tika saja yang mengerjakanya sendiri,
Melihat Tika mengerjakan pekerjaan rumah sendiri bik Ijah dan semua pelayan merasa kasian, dan kalau semua pelayan membantu Tika takut di pecat oleh Bima,
Hari demi hari telah berganti dan sudah terbiasa Tika mengerjakan semua pekerjaan rumah tangga sendiri tampa bantuan siapapun,
__ADS_1
Semenjak Tika yang memasak makanan Bima makannya dengan lahap sampai makanya nambah, tidak seperti biasanya bik Ijah yang masak,