
Mendengar dan melihat ucapan Tika, langsung saja Bima mengebaskan tanganya di udara sambil masuk kamar mandi,
Di dalam kamar mandi Bima hanya termenung mengingat ucapan Tika sampai menusuk hatinya, Bima.menyadarkan badannya di tembok kamar mandi, dan tidak sengaja sudah lima menit,
"Tidak gara - gara kamu orang yang saya cintai telah meninggalkan aku selamanya, aku tak akan melepaskanmu sampai kapan pun, kamu akan aku jadikan budakku selamanya, ingat itu "ucap Bima sambil mengebrak kaca dinding,
Tidak terasa waktu sudah menunjukkan tuju malam Bima keluar kamar sambil menginjakkan kakinya di anak tangga dan tangan yang satunya di masukkan ke saku celananya membuat penampilan Bima menjadi cool,
Bima men jatuhkan pantatnya di meja makan dan seperti biasanya Tika melayani Bima dengan sedikit senyum,
Dret
Dret
Ponsel Tika berbunyi, Tika mengambil ponselnya yang ada di sakunya dan melihat pangilan yang masuk nomer yang tidak di kenal, Tika menyentu tombol berearna hijau,
"Hallo iya dengan siapa, iya saya Kartika, o kamu kok tau nomer saya dari mana "ucap Tika dengan nada gugup,
Tika berjalan menuju dapur dan menjatuhkan pantatnya sambil menerima telpon dari Toni,
__ADS_1
Mengengar ucapan Tika bersama temanya Bima langsung menjatuhkan makananya di lantai dan beranjak pergi ke ruang kerjanya,
"Suara apa jatuh, hati - hati ya Tik "ucap Toni,
"I _ iya maaf mas bi _ bik ja _" ucap Tika dengan nada gugup sambil menutup pangilanya,
Bik Ijah dan semua pelayan berlari melihat apa yang terjadi,
Bik Ijah dan Tika membersikan semua makanan yang di jatuhkan Bima,
Tika menggelengkan kepalanya sambil memegangi dadanya,
Bik Ijah hanya diam saja sambil memberi kode kepada Tika, karena di belakang Tika ada Bima yang lagi berdiri,
Melihat bayangan yang ada di belakang, dengan spontan Tika kaget dan berdiri,
"Apa kamu bilang ! Saya seperti orang tidak berpendidikan "teriak Bima sambil memukul Tika,
Tika hanya diam saja saat Bima menampar Tika dengan keras, Tika memejamkan matanya sambil menahan tangis,
__ADS_1
Bima memangil semua pelayan,
"Mulai sekarang kamu semua saya beri cuti pekerjaanmu akan saya liburkan, selama kamu libur gaji kalian tetep saya bayar tiga kali lipat, tapi ada syaratnya jangan membantu pembunuh ini bekerja,
Pembunuh ini akan saya hukum untuk mengantikan pekerjaan kalian semua "teriak Bima sambil berjalan masuk ke kamar,
Dan semua pelayan pada masuk je kamar masing - masing tinggal Tika yang masih berdiri sambil memegaggi pipinya yang barusan di tampar Bima,
Tika membersikan semua makanan yang berserakan di lantai, dan sedikit - dikit membersikan air matanya yang menetes,
"Ayah, ibu aku tidak kuat melakukan semua ini, di sini seperti hidup di neraka, aku selalu di siksa "ucap Tika dalam hati sambil membersikan air matanya,
Tidak terasa waktu sudah malam, Tika merebahkan badanya di atas sofa sambil memejamkan matanya,
Bima membukak leptop untuk melihat rekaman Tika, Bima tersenyum saat melihat Tika sedang menangis,
"Sayang aku sudah membalaskan dendam kematianmu, apa kamu di sana bisa melihat dengan semua ini, "ucap Bima sambil menutup leptopnya,
Bima merebahkan badanya di atas kasur sambil melentangkan kaki dan tangannya sambil memejamkan matanya.
__ADS_1