Dia Bukan Jodohku

Dia Bukan Jodohku
Tika melahirkan


__ADS_3

Tidak terasa waktu begitu cepat berganti, Bima ingin selalu dekat sama Tika, dan perut Tika mulai membesar, dan kemungkinan minggu - minggu ini akan melahirkan dan badan Tika merasa capek ingin tiduran,


"Mas ! Aku capek, ingin di peluk, " ucap Tika dengan nada manja,


Bima dan Bella sudah mempersiapkan ke perluanya untuk di bawah ke ruamh sakit, dan Bima akan setia menunggu Tika bila melahirkan nanti,


Tidak terasa jam dinding mununjukkan pukul tuju malam seperti biasa Bima dan Bella akan makan malam,


Mulau detik ini Tika merasa perutnya sakit,


"Kenapa perut kamu Nak, " ucap bu Ayu,


"Sedikit cram dan bawannya ingin tudur Bu, danntidak nafsu makan, "jawabbTika sambil mengaduk - ngaduk makananya,


"Apa mau ibu suapi Nak! "Ucap bu Ayu sambil melihat tika,


Sepertinya Tika menahan sakit, dan bu Ayu sudah tau dan berkata, " Nak bawah istri kamu ke rumah sakit sepertinya istri kamu mau lahiran, di lihat dari mukanya, " ucap Bu Ayu,


"Bu perut Tika sakit, dedeknya nendang - nendang, " jawab Tika sambil menangis,


Dengan spontan Bima mengendong Tika untuk dibawah ke mobil,

__ADS_1


Sampailahdi rumah sakit, Bima membopong Tika sambil berteriak mintak tolong dan di bawahnya ke kamar bersalin,


Bima sia menunggu dan memberi semangat untuk Tika yang sedang melahirkan,


Bima berdiri di samping Tika sambil memberi semangat, dan sebenarnya Bima tidak tega melihat Tika yang merasa ketakutan apa lagi dengan nada,


"Bismillah semoga aku kuat, "ucap Bima dengan nada pelan sambil mengusap mukanya,


Oek


Oek


oek


Oek


Dengan spontan Tika berteriak memanggil Bima dan mintak tolong,


Suster dan dokter mengangkat badan Bima untuk di bawah ke atas, dan lima menit Bima sudah sadar,


"Tuan apa yang anda rasakan saat ini, " ucap Dokter Ria,

__ADS_1


"Ngak ada Dok ! Saya cuma kasihan sama Istri saya, dan melihat si kembar saat dokter menaruk di dada istri saya, " jawab Bima sambil duduk,


"Kamu itu malu - maluin aja! Ya itulah pengorbanan seorang istri, sayang i istri kamu, dia rela berkorban demi darah daging kamu, " ucap bu Ayu,


"Iya - iya Bu ! Saya janji akan menyayangi Ibu juga istri saya, tapi ibu kok bilangnya begitu, malu di dengar suster sama dokter Ria, maaf ya Dok! " ucap Bima dengan nada senyum,


Dokter Ria dan suster hanya tersenyum saat mendengar ucapan Bima, Dokter Ria menghampiri Tika, dan besok Tika di perbolehkan pulang kalau badan Tika sudah sehat, dan tidak lupa untuk meminum obatnya agar cepat sembuh,


Bima dan bu Ayu akan mencari seorang pengasuh untuk si kembar, mendengar Bima akan mencari pengasuh dengan spontan Tika menolak,


"Jangan Mas ! InsyaAalloh aku bisa merawatnya sendiri, " ucap Tika,


"Ngak sayang, aku tetap ingin mencari pengasuh untuk si kembar, supaya kamu ngak terlalu capek, ini anak kita dua sayang, aku akan kuwalaen, kamu juga bisa mendidiknya, "ucap Bima sambil memohon,


"Terserah kamu Mas, " jawab Tika dengan nada kesal,


Bima tetap ingin mencari pengasuh untuk membantu Tika,


"Mbak Rina kalau capek boleh istirahat, " ucap Tika sambil memintak si kembar,


"I ___ Iya non mudah, " jawab Rina,

__ADS_1


Mak Rina sangat cekatan untuk mengambil si kembar, dan hari ini mbak Rima izinn untuk pulang kampung,


__ADS_2