
Langsung saja Tika keluar dari kamarnya sambil menagis dan berjalan menuju ke dapur, bik Ijah melihat Tika yang sedang menangis,
"Non ! Yang sabarya, sebenarnya tuan itu orangnya baik mungkin tuan masih berduka, dan belum bisa melupakan non Rara "ucap bik Ijah sambil memeluk dan membelai rambut Tika,
Langsung saja Tika menagis sekencang - kencangnya saat bik Ijah membelai rambut Tika, sampai lupa dengan masakan buk Ijah, sepuluh menit sudah bik Ijah dan Tika masak di dapur,
Mendengar teriakan Bima bik Ijah kaget sampai masakanya terbang di atas meja, Bella lari masuk kamar saat Bima teriak dengan kencang,
Dan tidak sengaja Tika mendengar pembicaraan Bima dengan orang lain yang sedang ada di ponselnya, memberi tau kalau dia sudah meninggal,
Mendengar ucapan meninggal spontan Tika menjatuhkan mapannya yang berisihkan makanan untuk Bima dan menangis dengan nada keras sambil memintak izin untuk menemui ibunya yang terakhir kalinya,
Dan lagi - lagi Bima tidak mengizinkan Tika keluar dari rumah apa lagi menemui ibunya yang sedang meninggal dunia,
"Kamu kejam mas ! Terbuat dari apa hati kamu sampai orang tuaku meninggal saja kamu tidak mengizinkan aku, jika ibumu yang meninggal bagaimana perasaanmu mas! Kamu laki - laki yang sangat kejam yang pernah aku temui seumur hidupku "teriak Tika sangat kencang,
PLAK,,,
__ADS_1
Suara pukulan yang mendatar di muka Tika saat Bima mendengar semua ucapan Tika, sampai bibir Tika mengeluarkan sedikit darah segar,
Setelah Bima memukul Tika langsung saja Tika menangis dengan suara keras, sambil berteriak " Kamu kejam mas,
Bima memerintahkan semua pelayannya untuk berkumpul di ruang tengah dan tidak lupa kepada Tika,
Semua pelan sudah terkumpul,
"Hai semuanya awasin dia jangan sampai dia keluar dari rumahku, kalau sampai dia keluar aku tidak segan - segan menghukummu dan memecatmu ingat itu semua "teriak Bima sambil menunjuk Tika dengan jarinya,
Di sisi lain
Jam dinding menunjukkan pukul dua malam Bima pulang dalam keadaan mabuk berat dan Bella setia menemani Bima,
Bella membawah Bima masuk kamar untuk beristirahat,
Dengan spontan Tika dan semua pelayan lari saat Bima berteriak - teriak tidak jelas, Tika masuk kamar, sebelum masuk kamar Tika merihat Bella dan Bima sangat mesrah membuat hati Tika sakit.
__ADS_1
"Gara - gara kamu aku jadi begini dasar pembunuh, ibumu sudah meninggal dan habis ini giliranmu yang akan meninggal ingat itu dasar pembunuh " teriak Bima dengan kencang,
Bella memintak tolong kepada Tika untuk mengambilkan minuman dingin untuk Bima,
Tika memberikan minuman itu pada Bima, dengan spontan Bima membuang air dingin di muka Tika,
"Dasar pembunuh gara - gara kamu calon istriku meninggal, seharusnya dia ada di sini bukan kamu dasar pembunuh "teriak Bima,
Jam dinding menunjukkan pukul empat Bella berpamitan untuk pulang, dan memintak Tika untuk menjaga Bima,
Bima tertidur sambil berteriak - teriak tidak jelas, dan berjalan keluar mencari Tika,
"Hai pembunuh kamu di mana, awas kamu kalau pergi dari rumah ini, habis ini kamu yang meninggal " teriak Bima sambil ketawa - tawa dan jatuh dari tangga,
Langsung Tika menolong Bima untuk di bawah ke kamar, Tika merebahkan badanya Bima di atas kasur yang empuk sambil melepaskan sepatu Bima dan memberikan selimut,
Dan terus saja Bima berteriak - teriak tidak jelas, tetap saja Tika menjaga Bima dengan sabar walau Bima menghina Tika dengan kata - kata tidak pantas,
__ADS_1