
Siang mulai berganti sore, dan sore berganti malam hanya rembulan dan bintang - bintang yang menghiasi malam yang gelap,
Tidak seperti biasanya Bima pulang telat, Tika merasa gelisah,
"Bik apa mas Bima ngasi kabar kalau pulang telat " ujar Tika dengan nada senyum,
"Mungkin sebentar lagi tuan pulang non "ucap bik Ijah,
Pas jam tujuh malam Tika mendengar suara mobil Bima,
Tika bergegas membukakkan pintu utama, seperti biasa Tika mengulurkan tangan kepada Bima dan lagi - lagi Bima menepisnya,
"Eh tante " ucap Tika sambil bersalaman dan membawahkan barang untuk di bawah masuk,
Dari kejauhan Bima berteriak memangil Tika, langsung saja Tika masuk kamar,
"Apa kamu sudah bosan hidup, aku capek mau mandi siapkan air hangat, ingat kamu mulai besok dan seterusnya kamu harus menyiapkan air hangat untuk mandi tampa aku mintak, apa kamu ngerti dasar pembunuh ingat kalau kamu melangar peraturanku akan aku jebloskan kamu ke penjara dan ibumu akan mati "teriak Bima sambil melempar bajunya ke muka Tika,
__ADS_1
Selesai menyiap kan air hangat tidak lupa menyiapkan baju, lalu Tika turun untuk menyiapkan makan malam untuk Bima dan ibu Ayu,
"Tante mau minum apa biar Tika buatkan, minuman dingin atau hangat "ucap Tika sambil menunduk,
"Jeruk lemon hangat aja taruk meja makan dan siap kan makan malam " ucap ibu Ayu,
"Sudah saya siapkan tante makan malamnya, nungu mas Bima, mas Bima masih mandi tante "ucap Tika,
Tika dan bik Ijah menungu Bima untuk makan malam, tidak berselang setengah jam Bima turun dari tangga menuju meja makan,
Seperti biasa Tika mengambilkan makanan untuk Bima dan ibu Ayu, lalu Tika dan bik Ija pergi ke dapur,
"Bu ! Dia tidak pantas makan bersama kita, dan dia bukan keluarga kita, kita tidak punya keluarga pembunuh seperti dia "ucap Bima sambil menunjuk jarinya ke arah Tika,
Tika berjalan ke dapur sambil menahan tangis, dan sampai di dapur Tika mencurahkan air matanya,
"Non! Yang sabar ya "ucap bik Ijah sambil menepuk pungung bik Ijah,
__ADS_1
"Bik! Aku tidak kuat di perlakukan dan di tuduh sebagai seorang pembunuh " ucap Tika sambil menangis,
"Bik ! Kalau aku di kasih permintaan satu aku akan mintak bertemu dengan ibuku yang ada di rumah sakit, aku kangen bik, sudah dua bulan aku tidak ketemu ibu, apa aku harus keluar secara diam - diam pas mas Bima pergi ke kantor "ucap Tika sambil mengusap air matanya,
Malam berganti pagi seperti biasa Bima pergi ke kantor di pagi hari,
Dan Tika akan memintak izin ingin menjenguk ibunya yang ada di rumah sakit,
"Tante apa aku boleh mintak izin ingin menjenguk ibu di rumah sakit, Tika kangen ibu sejak Tika di sini Tika belum pernah bertemu ibu boleh ya tante "ucap Tika sambil tanganya memohon dan menangis,
"Iya boleh kamu mintak di antar pak Mamat saja, ingat kamu pulang sebelum suamimu pulang "ucap ibu Ayu,
Langsung saja Tika berangkat menemui ibunya yang ada di rumah sakit,
Tika menangis saat mengetaui ibunya koma dalam minggu - minggu ini, dan sesekali memangil nama Kartika,
Tika menangis sambil memeluk ibunya dan tidak sengaja ibunya membukak matanya dan menyebut nama,
__ADS_1
"Tika kamu anakku, maafkan ibu nak "ucap ibunya,
"Bu maafkan Tika, Tika tidak bisa menemani ibu di sini, ibu cepat sembuh ya, aku kangen ibu, bu sekali lagi maafkan Tika, Tika pamit dulu besok Tika akan ke sini lagi " ucap Tika sambil memeluk ibunya dan membersikan air mata ibunya,