
Tidak terasa waktu cepat berganti, dan malam telah tiba, Tika di kenalkan calon menantu Budhenya, Tika bersalaman dan saling cerita tentang pekerjaanya,
Rini si calon menantu Budhenya orangnya sangat baik dan sopan,
Tika dan Rini saling bercerita tentang pekerjaanya,
"Oh iya Budhe, Alhamdulillah saya di terimah kerja, dan besok mulai, oh iya mas terimakasih ya mas atas bantuanya " ucap Tika sambil menundukkan badanya,
"Iya sama - sama, kalau kerja yang baik ya, karena di perusahaanku itu harus disiplin, ada karyawan yang malas langsung pecat " ucap mas Ari anaknya Budhe,
Dan tidak terasa wakti mulai malam, mbak Rini berpamitan pulang , Tika dan Budhe masuk kamar untuk beristirahat,
Sebelum tidur Tika menjatuhkan pantatnya di atas kasur sambil berkata dalam hati, "Semoga mas Bima tidak mencari saya, dan aku akan melupakan mas Bima,
Tidak sengaja Budhe melihat Tika yang sedang melamun dan menangis, melihat Tika yang sedang menangis langsung menghampiri Tika
Kenapa nak! Apa kamu lagi ada masalah, ceritakan pada Budhe mungkin bisa meringankan beban kamu, " ucap Budhe sambil duduk di depan Tika,
"Ti __ tidak Budhe, tidak ada apa - apa, saya cuma kangen sama bapak dan ibu saya, dulu bapak dan ibu ingin melihat saya bekerja, dan sekarang saya bekerja malah bapak dan ibu sudah tidak ada di sini, " ucap Tika sambil menangis,
__ADS_1
"Kamu uang sabar ya nak! Mungkin bapak dan ibu kamu di sana melihat kamu, kamu jangan menangisnya, doakan semoga bapak dan ibu kamu di tempatkan di surga, " ucap Budhe sambil menepuk pundak Tika,
Langsung saja Budhe keluar kamar sambil menyuru Tika untuk tidur,
Tika merebahkan badanya di atas kasur sambil memejamkan matanya,
Seperti biasa Tika terbangun di sepertiga malam, dan pas jam lima Tika membantu Bedhe dan menyiapkan untuk berangkat kerja,
Tika berangkat bersama Ari anak Budhe,
Sampailah di tempat kerja, Ari memperkenalkan Tika ke semua karyawan,
Di sisi lain
Di rumah Bima, Bima selalu marah saat di tinggal pergi Tika, dan sudah satu minggu ini Tika meninggalkan rumah Bima,
Bima memerintah semua orang kepercayaanya untuk mencari Tika di sudut kota sampai desa,
Bima mulai pemarah, sejak di tinggal Tika,
__ADS_1
Melihat Bima yang dan tidak seperti biasanya ibu Ayu berkata dalam hati , " Apa anakku mulai jatuh cinta, sejak Tika tidak ada di rumah ini Bima menjadi sangat pemarah,
"'Bik tolong siapkan makanan sekarang aku lapar, "teriak Bima dengan nada marah sambil menjatuhkan barang,
"I __ iya tuan " ucap bik Ijah,
Langsung saja bik Ijah menyiapkan makana di atas meja makan sambil berkata " Ini tuan, apa mau bik Ijah ambilkan makananya,
"Tidak ! Kenapa bibik tidak melarang dia untuk tidak pergi "ucap Bima dengan nada sedih,
"Dia kan pamit bibik kerja tuan "ucap bik Ijah sambil menuangkan air minum,
"Bik ! Habis ini buatkan rujak manis " ucap Bima sambil menahan mual,
"Udah bik! Masakan bibik hari ini tidak seperti biasanya, cepat bik! Aku tunggu di kamar rujak manisnya " ucap Bima sambil meninggalkan meja makan,
Mendengar ucapan Bima langsung saja bu Ayu bertanyak "Buk! Bima tadi mintak apa! Apa aku salah dengar,
"Itu nyonya tuan mintak rujak manis " ucap bik Ijah dengan nada senyum,
__ADS_1
"Bik, dari kecil sampai besar Bima paling benci makanan itu, "ucap bu Ayu,