Dia Bukan Jodohku

Dia Bukan Jodohku
Persahabatan


__ADS_3

Bella mengetuk pintu ruangan Bima dan masuk ke dalam,


Langsung saja Bella masuk dan memeluk Bima yang sedang duduk di atas sofa sambil memaikan ponselnya,


"Sedang apa dia di sini mas! Bukanya di sekarang masuk ke ruangan marketing, apa mas Bima kembalikan lagi ke OB, kinerja dia sangat baik mas! Sayang kan dia punya keahlian tidak kamu pakai " ucap Bella sambil memeluk Bima,


"Kamu diam saja, aku hanya menghukum dia, di mana pun berada " ucap Bima sambil mencium kening Bella, dan Bima berdiri dan duduk di kursi kebangganya sambul membukak leptopnya,


Sudah setengah jam Tika merapikan semua berkas yang ada di ruanganya Bima, dan Bella ke luar ruanggan Bima,


Hanya Bima berdua yang ada di dalam ruangan, dan sesekali Bima melihat Tika yang sedang merapikan berkas dan di taruk di atas meja kerja Bima.


"Sebenarnya kamu wanita sempurna, tapi aku belum bisa melupakan Rara kekasihku yang sedang meninggal karena ulah kamu, apa yang harus aku perbuat sekarang, "ucap Bima dalam hati sambil mengacak - acak rambutnya,

__ADS_1


"Tuan ! Udah selesai, apa ada lagi yan aku kerjakan, kalau tidak ada lagi apa boleh saya kembali ke ruangan saya sekarang " teriak Tika sambil membungkukkan badanya,


"Belum, kamu buatkan kopi pait sepait wajah kamu " teriak Bima sambil tersenyum,


Langsung saja Tika masuk ke dapur tempat ruangan OB, dan bu ketua bertanyak kepada Tika" Tumben kamu Tik ! Lagi buatkan siapa, apa tuan mintak kamu kopi,


"Iya bu! Saya lagi di hukum karena melakukan kesalahan, " ucap Tika dengan nada gugup,


"Kamu yang sabarya Tik " ucap bu ketua OB,


Langsung saja Tika membawah segelas kopi pait ke ruangan Bima,


Dan Tika di perbolehkan kembali ke ruanganya, dan lima belas menit lagi waktu istirahat telah tiba, semua karyawan bersiap siap untuk beristirahat,

__ADS_1


Tika dan Ica hanya ada di ruangganya, tiba lah Toni mengajak Tika untuk mencari makanan di kantin Tika menolak ajakan Toni,


Tik ! Sepertinya pak Toni menyukai kamu dari nada bicaranyan dan memperlakukan kamu setiap harinya, ternyata itu bukan gosib tapi beneran kalau pak Toni menyukai kamu, tapi awas jangansampai ketauan sama tuan dan bu Bella bisa di pecat salah satunya dan bisa jadi kalian berdua, eh ngomong - ngomong kamu tadi di hukum apa sama tuan kok lama banget " ucap Ica,


"Aduh yang mana dulu aku jawabnya, banyak sekali pertanyakanmu Ca " ucap Tika dengan nada senyum,


"Terserah kamu saja mau yang mana dulu kamu jawab " ucap Ica sambil tertawa,


Iya deh, yang pertama, aku dan pak Toni tidak ada hubungan apa - apa hanya teman kerja saja seperti kalian, dan apa yang kalian lihat itu salah, aku tidak mempunyai perasaan apa - apa, dan yang ke dua saya di hukum tuan di suruh merapikan semua berkas yang sedang tuan jatuhkan sampai rapi dan di suruh membuatkan kopi pait , hanya itu saja tidak ada yang lebih kalau tidak percaya boleh tanyak pada bu Bella seketaris tuan yang sedang menunggu saya di dalam ruangnya, sekian dan terimakasih " jawab Tika sambil tanganyan di letakkan di atas dadanya dan tersenyum,


"Apa kamu hari ini puasa Tik "tanyak Ica,


"InsyaAalloh semoga ngak ada halangan yang mendadak " jawab Tika dengan nada senyum,

__ADS_1


"Aku senang berteman sama kamu Tik! Tidak seperti yang lainya, kamu rendah hati " ucap Ica sambil memeluk Tika,


"Terimakasih atas kepercayaanya semoga persahabatan kita bisa sampai nenek - nenek ya ca! " ucap Tika sambil berpelukan,


__ADS_2