Dia Bukan Jodohku

Dia Bukan Jodohku
Memeluk Bima


__ADS_3

Tidak terasa waktu cepat berganti, dan tidak terasa juga sudah enam bulan Tika bekerja sebagai OB di perusahaan BF Group, suka duka sudah di jalani silih berganti,


Tika tidak pernah mengeluh dengan semua ini, separti biasa Tika menyiapkan air hangat dan di pagi ini Bima mintak di buatkan Tika sarapan nasi goreng pedas,


Sambil melihat jam dinding Tika membuatkanya, sesudah matang Tika mencari keberadaan Bima,


"Pak di mana mas Bima, apa dia sudah berangkat kerja, lalu gimana dengan nasi gorengnya, " ucap Tika pada security,


"I _ itu nona, tuan sudah berangkat, dan tuan sudah memberikan kami sarapan nasi padang, lalu tuan berpamitan pergi kerja katanya ada meting " ucap security sambil menundukkan kepalanya,


"Kebiasaan ni orang " ucap Tika sambil lari mengambil tas kecilnya,


Tika berjalan sambil menunggu angkutan, sudah lima menit angkutan tidak kunjung datang, langsung saja Tika memangil gojek untuk pergi ke kantor supaya lebih cepat, sampailah di kantor dengan selamat,


langsung lari dan membersikan ruangan Bima,


"Tumben kamu telat Tik ! Tu lihat tuan udah datang dari tadi pagi, kamu siap - siap di pecat atau kena hukuman lagi "ucap salah satu teman Tika,


"Ap _ pa ! Tuan sudah datang, hukuman - hukuman terus semangat kamu akan di hukum " teriak Tika sambil melihat temanya,

__ADS_1


"Iya semangat Tik! "Ucap teman tika dengan nada senyum,


Langsung saja Tika mengentuk pintu ruangan Bima dan masuk,


Tika langsung masuk membersikan tanpa melihat di mana Bima berada, sambil bernyanyi - nyanyi Tika tidak menghiraukan Bima yang sedang duduk di sofa,


Sepertinya Tika tidak menggetahui kalau ada Della yang di suruh Bima terlebih dahulu untuk masuk ke ruangnya dan membersikan, Della hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum saat melihat Tika bernyanyi,


Dan sebenarnya Tika kakut di hukum atau di pecat sama Bima , Tika bernyanyi sangat keras untuk menutupi ketakutanya dengan Bima,


"Stop, apa kamu tidak punya etika " teriak Bima dengan nada marah,


"Dasar kamu wanita murahan " ucap Bima sambil menampar Tika,


"Ma _ maaf tuan, saya tidak sengaja " ucap Tika dengan nada gugup dan sujud di kaki Bima,


Langsung saja Bima menyuru Tika dan Della keluar ruangnya,


Di luar ruangan Tika hanya menangis karena menyesali kejadian tadi, Tika bercerita kalau Tika sebenarnya takut di hukum dan Tika menyemangati dirinya sendiri membersikan ruangan Bima sambil bernyanyi,

__ADS_1


,Kamu yang sabar ya Tik! Aku doakan supaya kamu tidak di pecat sama tuan " ucap Della sambil menepuk pundak Tika,


Semua teman Tika memberi semangat agar Tika bisa melalui ini semua,


Tika melanjutkan pekerjaanya sambil meneteskan air matanya,


Di sisi lain


"Kenapa jantungku berdebar saat aku di peluk seorang pembunuh itu, tidak seperti Bella yang pernah memeluk aku, dan jantungku tidak seperti ini juga, ada apa dengan jantungku, apa ada rasa _ " ucap Bima, sambil melamun,


Bella sengaja membuyarkan lamunan Bima, dengan spontan Bima teriak dan memangil nama " Tikaaa.


"Kamu kepada mas ! Apa kamu lagi jatuh cinta pada pembunuh itu "ucap Tika sambil memegang tangan Bima yang terasa dingin.


"Ti _ tidak, aku tapi pagi punya permainan baru, aku telah mengerjain dia di rumah dan di kantor ini dia masih juga aku kerjain, dan sampai kapanpun " teriak Bima sambil mwlihat wajah Bella,


"Udah mas ! Kamu jangan keterlaluann menghukum si pembunuh itu, apa kamu tidak takut kalau kamu nanti jatuh cinta pada dia gimana, di rumah dan di tempat kerja kamu selalu bertemu " ucap Bella sambil memagangi tangan Bima dan menciumnya,


"Aku di peluk di cium sama Bella jantungku tidak bermasalah, tapi kenapa kalau dengan pembunuh itu "ucap Bima dalam hati sambil terdiam,

__ADS_1


__ADS_2