Dia Bukan Jodohku

Dia Bukan Jodohku
6.Episode 6


__ADS_3

"Yaudah kalau begitu, sekarang kamu istirahat dulu. Biar umi bantu kamu merapihkan pakaian mu," ucap umi sambil membantu memasukan, baju Diana kedalam koper.


"Baik umi, terimakasih bantuannya," ucap Diana sambil tersenyum.


Hari itu Diana dan bibinya sibuk membereskan baju Diana, Diana sangat senang sekali, karna akan bertemu dengan keluarganya. Dan kekasihnya akmal, setelah penantiannya selama 3 tahun lamanya.


Tak terasa hari sudah semakin sore, ketika Diana melihat jam, ternyata waktu telah menunjukan pukul 17:00.


"Hah sudah jam 5 sore saja tidak terasa, aku belum mandi lagi," ucap Diana sambil jalan dan membawa handuk, untuk mandi terlebih dahulu.


Tiba-tiba bibi Diana memanggil Diana untuk turun dan makan terlebih dahulu.


"Diana sayang, ayo segera turun umi telah siapkan makanan kesukaan kamu." Ucap bibi Diana, sambil terus memanggil Diana yang sedang ada di kamarnya.


"sebentar bi, nanti Diana langsung turun kebawah," ucap Diana kepada bibinya.


terdengar suara hentakan kaki, dari anak tangga perlahan, demi perlahan suara hentakan itu semakin dekat. bu Nina melihat Diana sedang menuruni tangga yang berjumlah 20 anak tangga.


"ayo sayang sedikit cepat jalannya, keburu makanannya dingin," ucap bu nina sambil melambaikan tangannya.

__ADS_1


"Aku segera datang umi"


Diana kaget ketika sampai kebawah, begitu banyak makanan kesukaannya, yang terpapar diatas meja makan.


"Wah umi aku sedang tidak mimpi kan? banyak sekali makanan ini," ucap Diana sambil melototkan matanya dan menjilat lidahnya sendiri.


Bu Nina pun coba mencubit tangan Diana, tiba-tiba Diana kaget dan berteriak.


" aw umi sakit, kenapa umi mencubit tanganku," ucap Diana sambil mengusap tangan yang dicubit bibinya.


" hehehe, kan untuk membuktikan bahwa kamu sedang tidak bermimpi." Ucap bu Nina sambil tertawa


"ah umi ada-ada saja heheheh,"


"ah umi jangan bersedih Diana tidak akan lama ko didesa, karna Diana juga masih ada urusan dirumah sakit, Diana hanya beberapa hari saja didesa." Ucap Diana sambil mendekati bu Nina yang sedang sedih.


Setelah mereka selsai makan, Diana pergi menaiki anak tangga untuk masuk kedalam kamarnya, karna ia harus beristirahat untuk besok pergi.


*Pukul 23:00*

__ADS_1


Diana terbangun dari tidurnya, karna ia sudah tidak sabar menunggu hari esok. Diana ingin segera melepas rindunya, kepada keluarga dan kekasihnya.


"ya ampun aku sudah berusaha memejamkan mataku, tapi mata ini susah untuk diajak beristirahat, padahal badanku sudah lelah dan lemas." Ucap Diana.


Lalu Diana pun mencoba mengambil HP nya dan coba mengabari Akmal.


"Akmal sudah tidur belum yah jam segini?" Diana bertanya-tanya, kepada dirinya sendiri


Diana ragu-ragu ketika akan mengirim pesan kepada Akmal. Tetapi Diana juga bosen juga harus melamun snediri, karna hari ini dia tidak bisa tidur. Lalu Diana pun mencoba memberanikan diri, untuk mengirim pesan kepada Akmal.


" Hai, apa malam ini kamu sudah tidur?" isi pesan Diana


terdengar suara HP Akmal berbunyi "tring."


"Siapa yang mengirim pesan malam hari gini"


Akmal pun penasaran, lalu mengambil hpnya yang tergeletak diatas meja dekat lampu tidur.


"Hah Diana, kenapa anak ini belum tidur," ucap batin Akmal.

__ADS_1


Tanpa lama-lama Akmal pun membalas pesan dari Diana tersebut.


"Aku belum tidur ko, kenapa kamu sendiri belum tidur? sudah malam gini, gak baik anak perempuan tidur larut malam." isi balesan pesan dari Akmal


__ADS_2