
Malam berganti pagi matahari sudah menampakkan cahayanya di sela - sela jendela, seperti biasa Tika menyiapkan air hangat tampa di suruh dan tidak lupa menyiapkan baju ganti di atas meja, dan kaki Tika melangkah keluar untuk membantu bik Ijah memasak di dapur,
Bima keluar kamar dan menuruni anak tangga sambil tanganya di masukkan ke dalam saku celananya, membuat Tika terpesona melihat ketampanan Bima,
Bima menjatuhkan pantatnya di atas sofa sambil memainkan ponselnya,
lima menit Tika memanggil Bima untuk bersarapan dan seperti biasa Tika mengambilkan makanannya Bima tampa berbicara sedikitpun,
"Ni kenapa orang ! Biasanya cerewet dari tadi hanya diam saja, apa dia mau lari dari rumah ini " ucap Bima dalam hati sambil makan,
Seperti biasa Tika membawahkan semua keperluan Bima di atas mobil, dan hari ini tidak seperti biasa, Tika tidak mengulurkan tanganya untuk Bima,
Sampailah Bima di kantor, langsung Bima membukak leptopnya untuk melihat Tika sedang apa hari ini,
Tika sedang menyapu lantai kamar dan Tika sesekali mainkan sapunya untuk bernyanyi dan berjoget ria, sampai membersikan di lantai bawah juga sesekali memainkan sapunya untuk bernyanyi dan berjoget ria,
"Apa dia sudah gila, "ucap Bima sambil menggelengkan kepalanya dan menutup leptopnya,
Di sisi lain
__ADS_1
Tika terus menghibur dirinya sendiri, dan menutupi semua beban yang ia sedang hadapi, sebenarnya Tika tidak sangup menjalankan ini semua,
Dan tidak terasa waktu menunjukkan pukul dua belas siang Tika menjatuhkan pantatnya di atas sofa kamar sambil membukak ponselnya dan menangis sekeras - kerasnya saat melihat foto ibunya yang ada di galeri ponselnya,
"Ibu maafkan aku, "teriak Tika dengan kencang,
Dan langsung saja Tika merebahkan badanya di atas sofa sambil memejamkan matanya,
Dan tidak jam dinding menunjukkan pukul tiga sore dengan spontan Tika bengkit dari tidurnya untuk membantu bik Ijah ke dapur untuk memasak makanan mas Andika,
Tika menjatuhkan pantatnya di atas kursi yang ada di dapur,
"Bik ! Aku di dunia ini sudah tidak punya siapa siapa aku ingin menyusul Ayah dan Ibu " ucap Tika sambil menangis dalam pelukan bik Ijah,
"Ngak non ! Non Tika masih punya bibik, bibik akan menjadi teman curhat, yang sabarya non, ini semua sudah kehendak Tuhan, "ucap bik Ijah sambil menggelus rambut Tika,
Mendengar klakson mobil Bima, Tila lari sambil mengusap air matanya dan sampailah seperti biasa Tika menyambut ke datanganya Bima sambil membawahkan tas dan membukak sepatu Bima,
Seperti biasa Tika menyiapkan segala keperluan Bima, dan menyiapkan makananya,
__ADS_1
"Mas ! Makananaya sudah siap ! " ucap Tika sambil membukukkan badanya,
"Hemm " ujar Bima sambil melirik Tika,
Dan Tika keluar kamar sebelum membuka pintu Bima teriak mintak di pijitin pundak dan kepalanya, dan sepuluh menit sudah.
Bima dan Tika keluar kamar untuk makan malam seperti biasa Tika mengambilkan makanannya dan tidak sengaja kaki Tika tersandung kaki Bima dengan spontan makanan yang di bawah Tika terjatuh mengenai badan Bima,
Langsung saja Bima marah semua makanan yang ada di atas meja di jatuhkan oleh Bima.
"Dasar pembunuh kamu tidak pecus " teriak Bima sambil menjatuhkan makanan yang ada di atas meja dan menendang badan Tika sampai jatuh kena pintu,
"Ma _ maaf mas aku tidak sengaja "teriak Tika sambil bangun dan membungkukkan badanya,
Bik Ijah dan semua pelayang hanya melihat saja tidak berani menolong Tika,
Bima masuk kamar sambil berteriak memangil Tika,
"Ganti baju saya sekarang juga, dasar pembunuh tidak pecus bekerja, dan mulai sekarang dan seterusnya cuci baju saya pakai tangan kamu sendiri " teriak Bima,
__ADS_1