Dia Bukan Jodohku

Dia Bukan Jodohku
Menghukum Tika


__ADS_3

Sudah tiga puluh menit Tika ada di rumah sakit, Tika bergegas pulang sebelum Bima pulang, memang nasib Tika lagi sial,


Bima melihat Tika keluar dari mobil bersama pak Mamat,


"Hai pembunuh kamu dari mana "teriak Bima dengan nada marah sambil menunjuk,


"Ma _maaf mas sa _ "ucap Tika,


Sebelum Tika melanjutkan ucapanya ibu Ayu berkata yang sebenarnya,


"Itu nak istrimu aku suruh menjenguk ibunya di rumah sakit sebentar, aku juga sebagai seorang ibu jika aku sakit tidak ada yang menjenguk mana bisa sembuh "ucap Ibu Ayu sambil menangis,


"Ngak bu ! Ibu jangan ikut - ikut mengenai rumah tangaku, hai dasar pembunu akan aku hukum sekarang juga masuk kamar, ingat aku ngak mau ada pengianatan di rumah ini, "ucap Bima sambil menendang vas bunga yang ada didepanya,


Bima berjalan menuju ke kamarnya dan Tika berjalan di belakang Bima,

__ADS_1


"Yang sabar ya nak "ucap ibu Ayu sambil mengelus pundak Tika,


Tika hanya mengangukkan kepalanya sambil berjalan menaiki tangga, langsung saja Tika menyiapkan air hangat dan baju ganti,


"Mulai sekarang kamu harus melayani aku mulai melepaskan baju sampai memakaikan baju, dan memasakkan makanan khusus buat saya, dan satu lagi kamu tidak boleh keluar rumah tampa izin aku apalagi kamu ke rumah sakit, sekali kamu ke rumah sakit menemui ibu kamu, ibu kamu akan saya habisin "ucap Bima sambil menunjuk muka Tika,


"Ya Tuhan sampai kapan aku di kurung di sini rasanya aku ingin lari dari kenyataan ini, ibu maafkan anakmu ini, demi pengobatan ibu aku rela melakukan ini "ucap Tika dalam hati sambil melepas pakiannya Bima,


Sepuluh menit Bima selesai mandi, Tika siap memakaikan bajunya yang di inginkan Bima,


Tika keluar kamar untuk memasak makanan Bima ,


Tika hanya meneteskan air matanya sambil menundukkan kepalanya sambil mengusap air matanya,


Sambil melanjutkan masak Tika hanya terdiam sambil mengusap air matanya, sepuluh menit sudah Tika masak nasi goreng dan telur ceplok setengah matang,

__ADS_1


Bima keluar kamar untuk makan nasi goreng yang di buatkan Tika,


Tika mengambilkan makanannya di hadapan Bima tidak lupa membuatkan minuman dingin, dengan lahab Bima mengunya nasi goreng buatan Tika,


Ibu Ayu mengelengkan kepalanya saat melihat makanan yang ada di hadapan Bima habis tampa tersisa,


"Nak ! Kelihatanya dia anak baik, apa kamu tidak punya keinginan untuk merubah niatan kamu, dia bisa merawat kamu bukan kayak Rara yang selalu mengoroti kamu "ucap bu Ayu sambil menepuk pungung Bima,


"Cukup ma! Mama jangan banding - bandingkan Rara sama si pembunuh itu, jelas lebih baik Rara dari pada dia, dia itu kayak sampah yang sudah saya pungut dari jalan, seharusnya dia itu terimakasih sama saya, dia itu pem _ bunuhh " teriak Bima sambil berdiri dan menunjuk ke Tika,


Tika langsung menangis dan berlari ke dapur,


Bima melihat Tika menangis hati Bima merasa senang dan masuk kamar meningalkan ibu Ayu di meja makan sambil tersenyum,


Ibu Ayu pergi untuk menenangkan Tika dan mintak maaf atas ucapan Bima,

__ADS_1


Mendengar barang yang terjatuh bik Ijah, ibu Ayu juga Tika saling memandang dan kaget,


Merasa Tika di bela sama ibu Ayu, Bima merasa benci terhadap Tika, dan berteriaklah Bima memangil Tika dengan nada tinggi,


__ADS_2