Dia Bukan Jodohku

Dia Bukan Jodohku
13. Episode 13


__ADS_3

Dengan sangat senang Diana menerimanya kembali, dan pria tersebut menyebutkan namanya.


"Nama aku Andre, kalau kamu namanya siapa?" ucap pria tersebut.


"Aku Diana," jawab Diana sambil tersenyum kepada pria tersebut, yang ternyata bernama Andre.


Andre pun membalas senyuman Diana, sambil melamun melihat Diana yang tampak asing didesanya, sedangkan Diana melepaskan jabatan tangannya.


"Eh maaf, maaf," ucap canggung Andre.


"Iyah tidak apa-apa ko, permisi dulu yah" ucap Diana sambil melangkahkan kakinya.


"Tunggu Din," ucap Andre.


Diana pun menghentikan langkahnya, lalu membalikan badannya.


"Iyah Andre?" tanya Diana.


Andre pun segera menghampiri Diana kembali, dan berdiri dihadapan nya kembali.


"Kamu, sepertinya baru yah didesa ini? soalnya aku baru lihat kamu didesa ini," ucap Andre sambil menatap asing Diana.


"Engga ko, aku udah lama disini, aku lahir disini dan besar disini hingga umur 15 tahun. Tapi setelah itu, aku berangkat ke kota kerumah pamanku, dan sekarang aku baru kembali lagi. Mungkin kamu merasa asing denganku," jawab Diana sambil tersenyum.

__ADS_1


"Oh begitu, terus sekarang kamu mau kemana Din? apa mau aku antar?" ucap Andre


"tidak Andre terimaksih, aku mau pergi dulu yah," jawab Diana lalu pergi kembali.


Sedangkan Andre masih diam, dan mematung, sambil melihat langkahan kaki Diana.


"Pantesan aja dia cantik, orang dari kota, aku harus ketemu lagi nih sama dia," ucap batin Andre.


"Aduh dimana yah, aku lupa lagi rumah Akmal," ucap Diana sambil kebingungan.


Diana melirik-lirik jalan, menuju rumah akmal yang sekarang sudah berubah, dan membuat Diana semakin sulit untuk menemukannya. Diana pun menemukan satu rumah yang pintunya terbuka, ia pun segera menghampirinya.


"Permisi?" ucap Diana.


"Maaf Pak ganggu waktunya, saya ingin bertanya apa, bapak tau rumah akmal?" tanya Diana.


"Oh nak Akmal, ayo bapak antarkan dek," ucap bapak tersebut, sambil memakai sandalnya.


"Tidak usah pak," ucap Diana menolak tawaran bapak tersebut.


"Tidak apa-apa de," jawab bapak tersebut.


Tanpa berkata-kata lagi, Diana pun mengikuti langkah bapak tersebut. Agar bisa sampai kerumah Akmal. Diperjalanan bapak tersebut tidak menanya apapun kepada Diana, tetapi ketika Diana jalan semua mata terpandang padanya, yang membuat diana merasa canggung.

__ADS_1


"De, itu rumahnya yang berwarna hijau, maaf bapak antar sampai sini yah," ucap bapak tersebut sambil menunjukan arah rumahnya.


"Tidak apa-apa pak, terimaksih sudah mengantar, duluan yah pak permisi," ucap Diana lalu pergi meninggalkan bapak tersebut.


Diana merasa sangat gugup, dan deg-degan karna pertama kalinya, ia akan menginjak rumah kekasihnya itu. Selama 3 tahun lamanya, Diana merasa sangat gelisah hingga langkahan kakinya pun terasa sangat berat.


"Aduh kenapa aku ini," ucap batin Diana.


Lalu Diana tidak sadar, bahwa ia telah sampai dirumah Akmal. Dan Diana semakin gelisah serta salah tingkah, lalu tanpa lama Diana jalan mendekati pintu untuk megetuknya.


"Tuk, tuk, tuk," suara ketukan pintu berbunyi.


"Krek, krek," suara pintu yang terbuka.


Diana lalu membalikan badannya, yang sedang memandang sekeliling rumah Akmal.


"Iyah ada apa?" ucap seorang wanita, yang menatap asing Diana, dari ujung kaki hingga ujung rambut.


Diana merasa sangat kaget dan benar-benar malu, Diana pun menghampiri wanita tersebut, lalu mencium tangan wanita tersebut.


"Maaf tante, apa benar ini rumah Akmal?" tanya Diana, dengan suara yang gugup.


"Iyah benar, kamu siapa yah? ucap wanita tersebut.

__ADS_1


Lalu dari dalam rumah, terdengar suara langkahan kaki menuju Diana, dan wanita tersebut.


__ADS_2