Dia Bukan Jodohku

Dia Bukan Jodohku
Bulan madu


__ADS_3

Waktu cepat berganti, malam sudah menjadi pagi, Rio dan Sifa masih tertidur, dan matahari mulai mengintik di selah - selah cendela kamar pengantin baru, Rio dan Sifa mulai terusik karena matahari bersinar dengan terang sampai sedikit masuk di kamar Sifa lewat di sela.- sela cendela,


Sifa dan Rio keluar dari kamarnya menuju meja makan untuk makan pagi bersama sama,


Rio dan Sifa berpamitan kepada mami dan papinya untuk berangkat berbulan madu,


Bima sengaja memberikan tiket untuk berbulan madu ke bali selama satu minggu, Rio dan Sifa berpamitan, saat Rio berpamitan kepada papinya, papinya berbisik, " Semoga engkau cepat mendapat momongan,


Begitu juga dengan Sifa saat memeluk Maminya, maminya berkata, " Yang nurut sama suami ya Nak!


"Semoga nanti pulang bawah kabar baik untuk Mami dan Papi ya Nak, " ucap Mami Tika dengan nada senyum,


***************


Sampailah di pulau bali Rio dan Sifa turun dari pesawat langsung di sambut dan di antar ke tempat penginapan,


Rio dan Sifa langsung memesan makanan,


"Mas aku lapar " ucap Sifa sambil memanyunkan bibirnya,

__ADS_1


Lima menit pintu penginapan di ketuk dari luar, dan Rio membukaknya, Rio mendekati Sifa sambil memnawah makanan yang sudah di pesan Rio menyuapin Sifa,


Dan tidak terasa waktu begitu cepat, jam dinding menunjukkan pukul delapan malam, dan tambah malam tambah dingin, Sifa merebahkan badanya sambil memainkan ponselnya, Rio mendekati Sifa sambil membeei kode matanya berkedip - kedip,


"Sayang boleh aku mintak sekarang, " ucap Rio sambil mencium kening Sifa,


"Mas ! Aku takit sakit, " ucap Sifa dengan memanyunkan bibirnya,


dengan sergap Rio mernerkap bibir Sifa yang sedang manyun, Rio langsung beraksi meremas dua aset kembar Sifa sambil berbisik, " Aku akan melakukan dengan pelan pelan sayang,


Rio membukak semua baju Sifa, langsung Rio memainkan dua aset kembarnya, seperti bayi yang kehausan, dan merasa bagian bawa Sifa basa sedikit demi sedikit ular kobra Rio masuk dalam lubang,


Sifa terbangun ingin buang air kecil saat mau berjalan di selakangan Sifa terasa sakit dan Sifa berteriak, " Au sakit sekali,


Rio terbangun saat mendengar teriakan Sifa, dengan siagap Sifa di gendong Rio ke kamar mandi, dan Rio memesan sarapan untuk di makan di dalam kamar,


"Mas sakit ! Gimana kalau jalan, ngak busa jalan sakit, "ucap Sifa dengan nada manja,


"Nanti kita ulang lagi biar gak sakit, " jawab Ruo dengan nada senyum,

__ADS_1


Ih mas ! Kamu sadis banget, istri sakit, malah mintak lagi, " jawab Sifa sambil mencubit lengan Rio,


Dan tidak terasa waktu begitu cepat dan tidak terasa sudah sembilan hari Rio dan Sifa berbulan madu, hari ini bersiap - siap untuk pulang ke jakarta, sebelum pulang Rio dan Sifa membeli oleh - oleh,


"Gimana masih sakit ngak, " ucap Rio,


"Ngak Mas, udah biasa nhak sakit, " jawab Sifa,


"Kalau masih sakit kiya tunda dulu pulangnya, dan aku akan melakukan lagi supaya tidak sakit, " ucap Rio,


"Ih Mas ! Kamu itu tidak mau sekali maunya berapa si Mas ? " ucap Sifa,


"Sayang kalau kita sudah ada di jakarta akuau kita pulang ke apartemenku, aku ngak mau pulang ke rumah mamaku atau mami kamu, biar kita bisa leluasa melakukan nya, " ucap Rio,


"Lo Mas ! Aku ngak mau, aku takut di rumah sendirian, "ucap Sifa,


"Iya deh kalau siang kamu boleh ke rumah mami dan malamnya kita di apartemen oke sayang, "jawab Rio sambil memaikan ke dua aset kembar Sifa,


Ta __ ta __

__ADS_1


Sebelum melanjutkan ucapanya langsung saja Rio menerkap bibir mungil Sifa,


__ADS_2