Dia Bukan Jodohku

Dia Bukan Jodohku
Merasa terhibur


__ADS_3

Bella keluar dari ruanggan Bima, langsung Bima menjatuhkan pantatnya di atas sofa ruang kerjanya sambil memainkan ponselnya,


"Sepertinya dia sudah mencuri hatiku. Tidak dia seorang pembunuh, calon istimu telah di bunuh dia "ucap dalam hati Bima sambil.mengacak - acak rambutnya,


Tidak terasa waktu menunjukkan pukul satu siang waktunya istirahat,


Bella mengetuk ruang kerja Bima untuk mengajak makan siang, dan sepuluh menit Bima dan Bella sudah ada di cafe untuk makan siang, dan Bima memintak maaf dengan kejadian tadi,


Bima dan Bella keluar mobil dan berjalan semua karyawan melihat ketampanan dan kencantikan mereka berdua, dan semua karyawan menundukkan badanya,


"Pak Bima sama bu Bella cocok ya cantuk sama ganteng "bisik karyawan laki - laki,


"Iya sayang pak Bima udah punya istri "ucap Karyawati,


Bima dan Bella tidak sengaja mendengar ucapan karyawannya langsung saling melihat dan tersenyum, sambil melangkahkan kakinya masuk ke dalam lift,


Bima masuk ke ruangganya dan lagi - lagi ingin membukak leptopnya dan melihat Tika sekarang sedang apa,

__ADS_1


Tika sekarang lagi menyentlikah pakian Bima sambil bernyanyi dan lagi - lagi berjoget ala india,


Bima melihat rekaman Tika membuat terhibur dan ketawa - ketawa sendiri, sampai seketaris Bima masuk tidak mengetahui,


Melihat Bima ketawa sendiri sambil mengacak - acak rambutnya, Bella tidak sengaja melihat rekaman Tika yang sedang bernyanyi dan berjoget,


"Mas ! Apa aku tidak salah lihat ? Dan apa kamu mulai jatuh cinta pada seorang pembunuh "ucap Bella sambil meletakkan berkas yang akan di tanda tanggani Bima,


Bella meletakkan semua berkasnya di atas meja dan langsung saja Bella keluar dari ruangganya Bima,


Bima menggelengkan kepalanya sambil tersenyum sinis,


*Kring


Kring*


Ponsel Bima berbunyi Bima mengangkati ponselnya yang ada di atas meja,

__ADS_1


"Assalamualaiku ada apa bu ! Tumben kangen ya sama anaknya yang ganteng ini " ucap Bima,


Eh ganteng ! Ganteng sih ganteng tapi ! _ ,


Gimana kabar kamu dengan dia, menantu ibu itu, apa kamu masih marah, jangan lihat ke belakang, lihatlah ke depan, semua ini udah takdir dari tuhan, dan mungkin tuhan tidak menjodohkan sama Rara, dan kamu di pertemukan dengan Tika yang lebih baik dari Rara, "ucap Ibu Ayu,


"Sampai kapan pun aku akan menyiksa Tika, seharusnya Rara yang ada di sampingku bukan si pembunuh itu " ucap ?bima dengan nada marah,


"Dan kalau ibu menelpon Bima untuk tanyak pembunuh itu ponsel Bima akan saya matikan dan Bima tak mau angkat pangilan lbu lagi "ucap Bima,


"Dasar kamu ! Ingat kata ibu kamu akan kecewa dengan Tika, setelah Tika berpaling dari kami, kamu jangan egois, Tika itu pilihan yang terbaik dari Tuhan " ucap ibu Ayu dengan nada marah sambil mematikan ponselnya,


"Bu, ibu "teriak Bima sambil menjatuhkan barang yang ada di depannya,


Langsung saja Bima menghubungi Bella untuk mengambil berkas yang sudah di tanda tanggani, sebelum berkas itu berserakan karena ulah Bima,


Bella mengetuk pintu ruanggan Bima dan masuk tampa bicara dan langsung mengambil berkas,

__ADS_1


"Hai kamu ngak bisa bicara apa mata kamu tidak melihat kalau ada aku di sini "teriak Bima dengan nada marah,


Ma _ maaf pak aku takut menggangu " ucap Bella sambil membungkukkan badanya sambil jalan keluar.


__ADS_2