
Di pagi yang secerah ini, Tika berangkat kerja dan tiga puluh menit Tika sampai kantor, Tika menjatuhkan pantatnya di atas kursi loby sambil menunggu karyawan yang lainya,
"Hai Tik! Kamu kayak orang luar saja, pagi pagi serapan roti "ucap Ica dengan nada senyum,
"Iya Ca ! Hari ini aku males sarapan, dan pinginya bobok saja "jawab Tika dengan muka lesu,
Dan tidak terasa waktu menunjukkan pukul sebelas sebentar lagi waktu istirahat akan tiba, semua karyawan pada bersiap - siap untuk pergi mencari makan dan minum di kantin termasuk Tika,
Nih cacing di perutku lagi demo tidak sabar untuk ___ "ucap Tika, yang belum sempat meneruskan ucapanya tiba - tiba Toni memangil Tika,
"Hai, Tik maaf mengangu kamu kamu di suruh menghadap di ruang bu Bella sekarang " ucap Toni dengan nada gugup,
Ica dan Toni saling bermelihat dan berbicara mengenai Tika,
"Kira - kira Tika di pangil bu Bella ada apa ya, dan sepertinya Tika tidak melakukan kesalah, kenapa bu Bella memanggilnya bukan tuan Bima," ucap Ica dengan sikap penasaranya,
Iya Ca! Sepertinya tuan hari ini tidak masuk kerja, terlihat dari ruangganya tuan masih sepi " jawab Toni,
Toni dan Ica pergi ke kantin untuk memesan makanan dan minuman dan sesekali melihat jam dinding,
__ADS_1
"Lama sekali Tika, apa yang sedang di lakukan bu Bella dengan Tika, kasihan Tika belum sarapan " ucap Ica,
*Trittt
Trittt*
ponsel Toni berdering, langsung saja Tika mengambil dan melihat pangilan,
Hai ada apa Tik, Apa ! Ada yang bisa saya bantu apa mau saya antar pulang " ucap Toni dengan nada gugup,
"Kenapa Tika pak? Apa dia di pecat, salah apa dia, kasihan dia pak! " ucap Ica dengan nada gugup dan menangis,
Yang mana dulu aku jawab, dasar cengeng, apa semua wanita seperti kamu " ucap Toni dengan nada senyum,
"Tika mintak ijin pulang saja, katanya ada keperluan mendadak " ucap Toni dengan nada senyum,
Tiga puluh menit Tika sudah sampai di rumah, langsung saja Tika masuk kamar tanpa mengentuknya,
"Sepertinya kamu bosan hidup, kenapa kamu melupakan kuwajiban sebagai seorang istri, dasar kamu, cepat siapkan air panas dan pakian untuk ke kantor "teriak Bima sambil membuang pakianya ke muka Tika,
__ADS_1
"Kamu harus sabar Tika " ucap Tika dalam hati sambil menyiapkan air hangat,
Dan tidak terasa jam dinding menunjukkan pukul tiga, sesudah makan Bima pergi ke kantor,
Dengan sengaja Tika tidak pergi ke kantor karna waktu sudah sore,
Cepat banget waktunya, udah ah gak usah kembali lagi, lagian aku udah ijin sama pak Toni, " ucap Tika sambil merebahkan badanya di atas kasur yang biasanya di pakai Bima tidur,
"Rupanya enakya jadi orang kaya "ucap Tika sambil memejamkan matanya,
Dan tedak terasa Tika tertidur sangat nyenyak sampai Bima datang Tika tidak mengetauinya,
Bima langsung masuk kamar, dengan spontan Bima melihat Tika yang sedang tertidur sangat nyenyak di atas kasur, mata Bima melotot saat baju Tika di bagian bawah melingkap ke atas, sambil menelan salivanya dan menyengol barang yang ada di dekatnya dan sampai terjatuh,
"Mas ada buaya di dalam sana, aku takut, tolong aku "teriak Tika sambil merangkul Bima dengan erat,
Melihat kelakuan Tika, Bima hanya diam saja, sampai detak jantung Bima bergetar, tidak terasa sudah lima menit Tika memeluk Bima,
*Uhuk
__ADS_1
Uhuk*
Mendengar suara batuknya Bima yang ada di telingah Tika , dengan spontan Tika membukak matanya dan mendorong Bima ke atas kasur.