Dia Bukan Jodohku

Dia Bukan Jodohku
Cibiran


__ADS_3

Lagi - lagi Tika menolak ajakan Toni untuk pulang bersama di mobil Toni,


Dan Toni tetap memaksa Tika agar mau pulang bersamanya,


"Aku tunggu di parkiran mobil, kalau kamu tidak mau aku akan mengendong kamu sekarang " ucap Toni sambil memaksa,


"Ta _ tapi aku takut dengan cibiran semua karyawan mengosipkan aku menjual diri kepada pak Toni, apa di parkiran sudah sepi pak " ucap Tika sambil melihat ke kanan dan ke kiri,


"Ngapain kamu takut, seperti pencuri saja, semua karyawan itu pada iri melihat kamu, dan abaikan saja cibiran mereka, kalau dia sudah capai mulut dia akan diam dengan sendirinya dan satu lagi kamu harus bekerja lebih giat supaya yang lain pada tau kalau kamu bukan menjual diri tapi kerja punuh perjuangan, oke "ucap Toni dengan nada senyum,


"Iya ya pak! Ternyata kamu benar juga " ucap Tika sambil ketawa,


Langsung saja Toni membukakan pintu mobil untuk Tika,


Dan Tika duduk di sebelahnya Toni yang lagi menyetir, sambil menyetir Toni bertanyak di mana rumah kamu sebenarnya, dari tadi kok bilangnya lurus,

__ADS_1


"Kamu memang pria penyayang pak, bukan kayak mas Bima, andaikan mas Bima kayak kamu , dan semoga mas Bima di beri hidaya dan bisa baik kayak pak Toni, " ucap dalam hati sambil terdiam,


Dan Toni menepuk pundak Tika sampai Tika kaget dan berteriak " Aamiin,


"I _ iya mas, eh pak kita berhenti di depan, kita sudah sampai " ucap Tika dengan nada gugup,


Langsung saja Toni keluar dari mobilnya dan mengajak Tika untuk keluar, sambil keluar Tika berkata " Terimakasih pak,


E, enak aja bilang terimakasih, aku ke sini ingin kenal sama bibik kamu yang pintar memasak itu, ayo cepat aku ingin kenal lebih dekat sama bibik kamu "teriak Toni dengan nada senyum,


"Ngak papa, kalau bau aku tingal tutup hidung saja, rumah jelek tidak papa, dari pada ngak punya rumah, ya udah yang mana rumah kamu " ucap Toni sambil jalan berdampingan,


"Yang itu pak! Yang berwarna biru " ucap Tika dengan nada gugup,


"Lo kenapa lampunya kok sudah nyalah " ucap Toni,

__ADS_1


"Mungkin bibik sedang pergi, dan takutnya saya pulang malam "ucap Tika dengan nada gugup, sambil membukakkan pintu rumahnya dan mempersilakan masuk,


Sudah satu jam Toni ada di rumah Tika, dan Toni berpamitan untuk pulang, Toni melihat mengeluarkan leptopnya dan di taruk di luar Toni menjadi curiga dengan kelakuan Tika,


"Lo kenapa leptop kamu kok kamu taruk ke depan rumah" tanyak Toni,


"A _ anu pak ! Saya akan mengerjakan tugas di depan sambil menunggu bibik datang " ucap Tika,


Di sisi lain


Bima yang sampai di rumah dan melihat Tika belum datang, dan Bima menghubungi ponsel Tika, Tika tidak menjawab pangilanya sampai berulangkali, dengan spontan Bima menjatuhkan semua barang yang ada di dalam rumah sambil marah - marah dan tidak terasa tangan Bima terluka sambil mengeluarkan darah yang sangat banyak,


Dan Bima memerinyahkan semua karyawan tidak boleh membersikan semuanya,


"Biarkan saja jangan di sentu, kalau dia pulang suru membersikan semuanya jangan ada yang menbantunya, "teriak Bima sambil marah dan menjatuhkan barangnya,

__ADS_1


__ADS_2