Dia Bukan Jodohku

Dia Bukan Jodohku
Kerak telur


__ADS_3

Keluarga Bima setia menunggui Bima, di dalam perjalanan pulang Bima hanya diam saja sambil memejamkan mata dan mendengarkan percakapan bu Ayu dan isyrinya, Tika dan bu Ayu duduk bersampingan, bu Ayu selalu mengajak bicara dan bertanyak tentang kehidupan Tika,


Dan tidak sengaja Tika melihat seorang penjual kerak telur,


"Pak Mamat stop aku pingin membeli kerak telur itu, kelihatanya enak " teriak Tika sambil menepuk pak Mamat,


"Tidak pak! Kita pulang aja, banyak debu di situ, " jawab Bima,


Mendengar penolakan Bima, langsung saja Tika terdiam, dan bu Ayu berkata kepada Bima, " Ingat Nak ! Istrimu lagi hamil kita beli sebentar aja, kasihan anak kamu yang ada di dalam perut istrimu,


"Ngak bu ! Gara - gara dia aku jadi begini, kita pulang saja, " jawab Bima dengan nada marah,


Satu jam dalam peejalanan Bima hanya diam saja, dan Tika hanya bisa memejamkan matanya pura - pura tidur sambil berkata dalam hati, " Awas sampai rumah nanti aku pergi untuk beli kerak telur,


Dan tidak terasa mobil Bima sudah sampai di depan rumah, Bima turun dari mobil,

__ADS_1


Sedangkan Tika berjalan berdampingan dengan bu Ayu, Tika berjalan di belakang Bima dan menaikin anak tangga untuk masuk ke dalam kamarnya, Tika membantu Bima untuk melepaskan bajunya,


"Aku tidak sudi badanku di sentuh kamu, gara gara kamu aku jadi begini, " teriak Bima dengan nada marah,


Langsung saja Tika keluar dari kamar Bima, dan Tika berjalan untuk keluar dan pergi mencari kerak telur yang ia inginkan, Tika berpamitan kepada bu Ayu,


"Jangan Nak!udah aku pesankan kerak telurnya, kamu di rumah aja, " ucap bu Ayu,


Tika tidak menghiraukan ucapan bu Ayu yang melarangnya pergi, satu jam sudah Tika sudah sampai di tempat penjual kerak telur,


Tika hanya menikmati kerak telur sambil duduk dan melamun,


Bima berteriak memanggil Tika dengan nada marah, sampai semua barang terjatuh dan di lempar Bima ke semua arah,


Mendengar barang yang terjatuh dari kamar Bima dengan spontan bu Ayu masuk ke kamar Bima untuk memberi tau kalau Tika pergi untuk membeli kerak telur yang ia temui tadi,

__ADS_1


Bima menyuru pak Mamat dan Joni untuk menyusul Tika secepatnya,


Satu jam sudah Tika sudah kembali dan masuk ke dalam kanar Bima,


Dasar istri tidak berguna, apa kamu tidak lihat kalau aku sakit, bukan di bantuin malah kelayapan di luar, dasar wanita jalanan, " ucap Bima dengan nada marah,


Udah mas! Udah aku udah capek dengan ini semua, aku akan pergi jauh dari kamu, kamu suami ringan tangan, mulut kamu sangat pedas di dengar, aku sudah tidak tahan sama kamu, kamu harus tau ke dua orang tua ku saja belum pernah menampar aku seperti ini, dan aku selalu di jadikan ratu olehnya, sedangkan aku di disi kamu jadikan aku babu dan selalu kamu siksa, dan ingat mas aku sudah tidak takut dan kebal atas hukuman dan prilaku kamu, "Teriak Tika sambil menangis,


Mengengar ucapan Tika dengan spontan Tika di dorong Bima sampai terjatuh,


Tika langsung teriak kesakitan sambil memegangi perutnya, " Sakit ! Tolong aku mas perutku sakit,


Mendengar teriakan Tika yang mintak tolong dengan spontan Bima menoleh ke arah Tika yang sedang terjatuh dan tidak sadarkan diri,


Bima mengendong Tika untuk di bawah ke rumah sakit,

__ADS_1


Dan bu Ayu selalu menemani Tika dan Bima,


Sampai Bima tidak merasakan kalau dia lagi sakit, dan teringat calon andk yang ada di kandungan Tika,


__ADS_2