
Tidak terasa malam cepat berganti menjadi pagi, semua pelayan sibuk bekerja dan bik Ijah sedang memasak oseng - oseng telur puyu, seperti biasa Tika membantu memasak di dapur sambil bercerita dan bercanda ,
Dan tidak terasa jam dinding menunjukkan pukul setengah enam, seperti biasa Tika membangunkan Bima dan mempersiapkan semuan keperluan Bima, dan Tika keluar dari kamarnya sesudah menyiapkan baju gantinya Bima,
Bima keluar kamar ber jalan menurunu anak tangga sambil tangan satunya di masukkan ke saku celananya membuat penampilan Bima menjadi __ semua pelayan yang melihat menjadi terpesona dan tidak sengaja menelan salivany, di tambah bau minyak wangi yang beraromah vanila,
"Tuan sangat cocok dengan non Tika, cantik dan ganteng tapi _____ " ucap salah satu pelayan dengan nada rendah,
Melihat Bima yang sedang duduk di meja makan, tanpa di suruh Tika berjalan menuju Bima dan menggambilkan nasi dan lauknya sambil melempar senyuman, dan tidak lupa menuangkan minuman air putih hangat,
Sesudah makan langsung saja Tika memakaikan sepatu,
Sudah aku bilang jangan pakai sepatu itu, aku ngak suka, kasihkan saja pada pak Mamat dasar pembunuh "teriak Bima sambil sedikit menendang Tika, dan tidak terasa badan Tika terjatuh,
Tika hanya diam saja sambil menahan tangis, dan membawahkan tas kerjanya untuk di bawah ke dalam mobil,
__ADS_1
Dan lagi - lagi Tika mengulurkan tanganya untuk mintak bersalaman,
"Mas! Aku ingin menjadi istri terbaik di mata Aalloh, " ucap Tika sambil mengulurkan tangganya,
"Dasar wanita murahan " ucap Bisa sambil menepis tangan Tika,
Di dalam mobil Bima melamun dan berkata dalam hati " Apa dia benar - benar orang baik, dari dulu dia tidak pernah marah kalau aku bicara kasar dan menyinggung perasaanya, sebenarnya hatimu itu terbuat dari apa.
Dan tidak terasa Bima sudah sampai di depan perusahanya, langsung saja Toni memberikan salam dan membukukkan setengah badanya ke pada Bima dan membawahkan tas kerjanya, Bima berjalan di depan Toni,
"Dia sangat ganteng "ucap salah satu karyawanya,
"Iya kalau tuan ganteng, kaya tapi arogan, kalau pak Toni ganteng juga tapi sifatnya itu yang aku suka romantis " ucap karyawan yang satunya lagi sambil tertawa,
"Udah - udah ayo kita masuk, sebelum ketahuan bu Bella kalau kita ongomongin tuan dan pak Toni " ucap karyawan yang satunya,
__ADS_1
Di sisi lain
Di dalam ruangan, Bima dan Toni berbincang - bincang mengenai pengganti Tika dan Toni mengusulkan Tika untuk di pangil kembali,
Tuan apa tidak sebaiknya Tika kita panggil kembali, mengingat kenerja Tika sangatlah baik, dan dia juga termasuk pekerja mau bekerja keras " ucap Toni dengan nada gugup,
"Kamu tau aturan di perusahan ini, tidak boleh berpacaran apalagi sepasang suami istri, dan aku mau tanyak sama kamu, apa kamu mencintai dia! "Ucap Bima sambil melihat muka Toni,
"Ti _ tidak tuan! Saya tidak mencintanya dan saya tau aturan di perusahaan ini, saya tidak punya hubungan apa - apa sama dia, benar tuan " ucap Toni dengan nada gugup,
Iya hubungin saja dia, kalau menurutnya kinerjanya dia bagus, dan pertahankan mereka, tapi in _ ingat " ucap Bima dengan nada tegas,
Baik tuan, sekarang juga saya akan menghubungi dia "ucap Toni sambil mencari nomer Tika dan menghubunginya,
Bima membukak leptopnya dan sangat terkejut saat melihat rekaman CCTV yang ada di rumahnya,
__ADS_1
Tika sedang bernyanyi sambil berjaget ngebar ala inul daratista,