Dia Bukan Jodohku

Dia Bukan Jodohku
Nyonya Bima


__ADS_3

Tidak terasa siang telah berganti malam, jam dinding menunjukkan pukul tuju malam, Tika hanya duduk terdiam sambil melamun di depan teras rumah,


Tidak sengaja Bima melihat Tika yang sedang duduk sendiri sambil melamun dan sesekali mengusap air matanya, seakan Bima sedikit mempunyai rasa iba terhadap Tika,


Tika terkejut saat mendengar barang yang jatuh dari ruang tamu, dan Tika lari melihat apa yang sedang jatuh,


"Ada apa non ! "Ucap bi Ijah dengan nada gugup,


Ngak tau bik! Tiba - tiba barang ini terjatuh sendiri, apa mungkin di sini ada setanya ya bik! " Ucap Tika sambil melihat Bima.yang sedang sembunyi, dan mengajak bik ijah pergi ke dapur mengambil sapu,


Bima langsung berjalan menuju kamarnya, sebelum menuju ke kamar Bima tersenyum saat melihat Tika, Tika hanya diam saja sambil menyengirkan bibir nya dan berkata dengan nada sedikit pelan, " Ternyata kamu pelakunya, dasar kampret,


"Apa non! Kampret apa itu non! " Ucap bik Ijah dengan nada senyum,


"Itu, biasa bik! Orang kaya tapi kejam ternyata pelakunya " ucap Tika sambil nyengir,

__ADS_1


Bik Ijah membawah sapu untuk membersikan pecahan vas bunga yang ada di ruang tamu,


Dan Tika masuk ke kamar, dan melihat Bima yang sedang duduk di atas kasur, Tika memintak ijin besok ingin mencari pekerjaan, mendengar ucapan Tika langsung saja Bima terdiam sambil memejamkan matanya dan berjalan menuju kasur dan merebahkan badannya,


"Mas! Aku sudah bulat besok aku akan mencari pekerjaan "ucap Tika dengan nada kesal,


Langsung saja Bima berdiri sambil marah dan menjatuhka semua barang yang ada di dekatnya sambil berkata " Apa kamu sudah bosan hidup, aku tidak mengijinkan kamu mencari pekerjaan, Nyonya Bima.


A _ apa " Teriak Tika sangat kencang,


Saat melihat ekpresi muka Tika, Bima menyembunyikan senyumnya dan tidur membelakanggi Tika,


Tika keluar kamarnya sambil menutup pintu dengan keras, Tika keluar rumah dan duduk termenung sambil melanun,


"Eh non Tika, lagi ngapain boleh bibik temani duduk di sini " ucap bik Ijah dengan nada senyum,

__ADS_1


"Boleh bik! Silakan " ucap Tika dengan nada gugup,


Di dalam kamar Bima membukak leptopnya sambil melihat CCTV nya Tika, sedang apa dia di luar,


Bima tersenyum saat melihat wajah Tika sambil berkata dalam hati " Apa aku sedang jatuh cinta pada si pembunuh itu, tidak aku tidak boleh jatuh cinta pada dia, gara - gara dia calon istriku meninggal.


Di sisi lain


"Tika dan bik Ijah saling bercerita dan sepertinya Tika bisa menyembunyikan sedihnya dari bik Ijah dan Tika pura - pura tersenyum dan ketawa, saat bik Ijah bercerita tentang dirinya waktu bersama suaminya,


Bik Ijah melihat wajah Tika yang pura - pura bahagia langsung saja bik Ijah berkata sambil melihat wajah Tika " Kenapa kamu non! Kelihatanya kamu punya masalah, tolong cerita sama bibuk saja ngak papa,


"Tidak bik! Saya tidak punya masalah, hanya saja mendengar cerita bibik jadi air mata Tika keluar " ucap Tika sambil memegang tangan bik Ijah,


Lalu Tika bercerita tentang pengalamanya dengan seorang cowok pak kulia dia, dan Tika sengaja bercerita itu agar Bima kalau melihat CCTV nya dia pasti merah, rupanya Bima mulai suka dengan Tika,

__ADS_1


Bi maaf ya jangan bilang siapa - siapa, kalau pernah pacaran sama cowok keren,dia setia menunggu Tika kapan saja, dia selalu mengejar - ngejar Tika " ucap Tika dengan nada sedikit pelan agar Bima kalau melihat ini dia akan penasaran,


__ADS_2