Dia Bukan Jodohku

Dia Bukan Jodohku
Keluarga besar Bima


__ADS_3

Tidak terasa tahun begitu cepat berlalu, usia Bima dan Tika tidak muda lagi,


Sifa dan ketiga anak kembarnya di ajak berkunjung ke rumah mami dan papinya,


"Eh cucu Omah datang, " ucap Tika sambil mengajak cipika - cipiku,


"Omah di mana Opah ? " tanyak salah satu anak Sifa,


"Opah lagi di kamar, Opah lagi sakit tadi pagi habis berobat, ayo masuk pijitin Opah biar cepat sembuh, " ucap Omah Tika,


Sampai di dalam kamar ke tiga kembar langsung mencium pipi Opah Bima dan ke tiganya langsung memijitin, Bima hanya tersenyum saat melihat ke tiga cucunya, Bima bersandar di pinggir kasur sambil berbicara dengan ke tiga cucunya,


"Opa cepat sembuh ya biar bisa ber main kuda - kudaan kayak kemarin, " ucap salah satu anak Sifa,


Bik Ijah datang membawah napan berisih makanan, dengan sponyan cucu Bima langsung menyuapin sambil berkata, " Opa - Opa makan yang banyak biar cepat sembuh,


Dan tidak terasa sudah dua jam Sifa dan anaknya ada di kamar Bima,

__ADS_1


Bima merasa dadanya terasa nyeri dengan spontan Sifa menghubungi dokter jantung, sebelum dokter jantung datang Bima sudah tidak sadarkan diri karena mengeluk semakin sakit,


Tika dan pak Mamat membawahnya ke rumah sakit, sedangkan Sifa menghubungi semua kakaknya tidak ketinggalan suaminya,


Semua keluarga besar Bima berkumpul di rumah sakit untuk menjengguk Bima, semua cucu Bima berkumpul dan semuanya memijitin Bima,


"Pi ! Ayo berobat di luar negri saja, biar cepat sembuh, " ucap Deva,


"Iya Pi, biar kita - kita nanti yang nunggu di sana bersama - sama, " ucap salah satu anak Bima,


"Itu Mas mau ya! Biar cepat sembuh sekalian mami juga ikut Nak, " jawab Tika sambil mengelus rambut Bima,


Semua anak dan cucu Bima dan Tika berkumpul, dan semuanya ingin menginap beberapa hari walau rumah mereka tidak jauh,


Semua anak - anak Bima saling menghormati dan saling tolong menolong begitu juga dengan menantunya dan cucu - cucunya,


Bik Ijah hari ini memasak sangat banyak seperti biasa Tika membantu bik Ijah memasak tidak lupa dengan menantunya dia saling membantu satu sama lain, Tika menganggap menantunya seperti anak sendiri,

__ADS_1


"Mi, nitip si kembar sebentar, Sifa mau jemput mas Rio di rumah sakit, " ucap Sifa sambil mencium tangan Tika dqn keningnya,


"Hati - hati di jalan Nak ! " teriak Tika sambil memotong sayur,


"Kasihan menatu saya yang satu ini, dia selalu ngala sama Sifa, ngak tau Bik sifat Sifa itu lo kok ngak bisa berubah mintaknya di manja terus maunya di turutin kalau ada maunya, kasihan kan Bik suaminya, " ucap Tika,


"Iya nyonya semoga den Rio sabar ya " jawab bik Ijah,


Bik Ija menata makananya di meja makan sambil menunggu Sifa dan Rio pulang, sepuluh menit Sifa dan Rio udah sampai di rumah,


Dan Tika mengajak semua anak dan cucunya makan siang bersama - sama,


Sepuluh menit sudah selesai makan, keluarga besar Bima seperti biasa bersantai di ruang keluarga, saling bercerita satu sama lain dan cucu - cucunya bermain,


"Sayang ! Ngak terasa kita sudah tua dan kita sudah mempunyai cucu banyak, " ucap Bima sambil duduk di atas sofa,


"Iya ngak terasa ya Mas kalau kita udah tua, rasanya baru kemarin kita ____ ngak jadi deh,,, Mas ayo minum obatnya, " jawab Tika sambil menyodorkan obat di mulunya Bima,

__ADS_1


Alhamdulillah keluarga besar Bima bersatu tidak saling bermusuhan, anak - anak dan cucu Bima dan Tika saling tolong menolong, dan semua ini karena bimbingan Tika dan Bima,


__ADS_2