Dia Bukan Jodohku

Dia Bukan Jodohku
Buaya


__ADS_3

Bima hanya tersenyum mendengar ucapan Bella, Bella memberikan berkas yang sangat banyak agar di baca Bima dan di tanda tanganinya,


"Iya letakkan saja di atas meja biar nanti aku akan mempelajarinya "ucap Bima sambil menjatuhkan pantatnya di atas sofa, dan menyuru Bella keluar dari ruangganya,


Langsung saja Bella keluar ruanggan Bela dengan muka kecewa,


Bima terdiam sambil membayangkan Tika yang ada di rumah,


"Sedang apa dia sekarang."ucap Bima sambil membukak leptop,


Dan tidak terasa waktu menunjukkan pukul tiga sore, Bima bergeges pulang dan tak lupa membawah berkas yang di kasih Bella dan belum sempat di baca,


Tiga puluh menit mobil Bima sudah berada di teras rumah, seperti biasa Tika sudah mempersiapkan kebutuhan Bima,


"Buatkan aku secangkir kopi bawah ke ruang kerja "ucap Bima sambil membawah dokumen,


Lima menit Tika sudah siap dan membawah kopinya di ruang kerja Bima


Tok,,,

__ADS_1


Tok,,,


Pintu ruang kerja di ketuk dari luar, dan Bima mempersilahkan masuk, Bima menyuruh Tika untuk memijitin pundak Bima, dan seperti biasa kalau Bima dekat dengan Tika pasti dedek kecil Bima terbangun dengan sendirinya,


"Sana kamu keluar dari ruangganku, menggangu saja " ucap Bima dengan nada sedikit kesal,


Tika keluar kamar dan masuk kamarnya dan merebahkan badanya di atas kasur yang empuk,


Tidak terasa waktu menunjukkan pukul sepuluh malam, Bima masuk kamar melihat Tika yang sedang tidur dangan pulas, terpaksa Bima tidur di sebelah Tika,


Tika merangkul Bima dengan keadaan tidak sadar,


Bima pura - pura tertidur sambil mendekap dedek kecilnya, dan lima menit sudah,


Tika terbangun saat melihat tanganya yang merangkul badan Bima dengan erat,


Tolong,,,,,


Teriak Tika sambil melepaskan badan Bima sampai Badan Bima terjatuh di bawah,

__ADS_1


Mendengar ada barang terjatuh Tika langsung tidur sambil menutupi badanya dengan celimut sampai kepalanya tidak kelihatan,


"Tolong ada buaya di kamar tolong " teriakan Tika di dalam celimut,


Mendengar teriakan Tika langsung saja Bima juga berteriak kencang membuat Tika lari sambil membawa barang yang akan di pukulkan ke badan buayanya, sambil mengucek matanya Tika melihat Bima yang ada di bawah kolom kamar tidur,


"Mana mas buayanya "ucap Tika dengan nada gugup,


"Dasar pembunuh, rupanya kamu berniat untuk membunuh aku juga, "teriak Bima sambil berdiri dan memegangi badanya,


Tika terdiam saat mendengar ucapan Bima, dalam hati Tika bicara " Ternyata kamu yang aku peluk dan aku jatuhkan tadi,


Bima menyadarkan lamunan Tika, sambil melempar bantal ke muka Tika,


Dan Tika tersadar langsung menolong Bima untuk naik ke atas kasur, dan Bima menyuru Tika melepaskan bajunya dan mintak di urut,


"Mas ! Maaf apa tidak sebaiknya memangil tukang urut saja, badan dan kaki kamu bengkak "ucap Tika dengan nada gugup dan takut akan kenapa - napa,


"Ini gara - gara kamu, kenapa kamu tidur di tempatku dan kenapa kamu menjatuhkan badanku, diam - diam kamu punya niatan untuk membunuhku "ucap Bima dengan nada marah,

__ADS_1


Ngak mas ! Aku tidak sengaja menjatukan tubuh kamu, aku mimpi tidur sama buaya ganteng dan aku peluk ternyata lidah buayanya menjulur di muka ku, dan spontan aku jatuhkan dari pelukanku, he -he ternyata kamu mas buayanya, maaf ya mas "ucap Tika dengan nada gugup sambil tertawa.


__ADS_2