Dia Bukan Jodohku

Dia Bukan Jodohku
7.Episode 7


__ADS_3

HP Diana kembali bersuara, dan itu adalah pesan masuk dari Akmal, Diana segara membacanya dan membalasnya.


"aku tidak bisa tidur malam ini," isi pesan Diana.


Jam telah menunjukan pukul 1 tengah malam, dan Diana masih belum juga bisa tidur, Diana menunggu balesan pesan dari akmal, tetapi tidak ada balesan yang datang dari hpnya Diana.


"Ah mungkin dia sudah tidur kali," ucap batin Diana.


Diana bingung harus berbuat apa, agar ia bisa tidur hari ini, Diana pun berpikir dan akhirnya ia menemui ide, ia mengambil kembali hpnya, dan memijit aplikasi musik, lalu mencari musik yang klasik. hingga akhirnya Diana tertidur.


*Jam 05:00*


suara alarm dalam HP Diana berbunyi dengan kencang, Diana pun segera bangun sambil mengucek matanya, dan masih merasakan kantuk yang sangat berat. Karna semalam tidak bisa tidur. Diana pun mencoba melototkan matanya, agar tidak ngantuk lagi. Dan ia segera bergegas untuk sholat terlebih dahulu, lalu mandi dan bersiap-siap untuk pergi kedesa. Setelah Diana telah menyiapkan semuanya, Diana pun segera turun kebawah dengan membawa koper yang besar. Dibawah telah ada paman dan bibinya Diana, yang sudah menunggu Diana untuk sarapan terlebih dahulu.


"Diana sayang, mari makan dulu sebelum kamu berangkat," ucap bibi Diana.


Diana pun duduk dimeja makan, yang berdampingan dengan pamannya.


"kamu akan berangkat jamberapa din?" ucap paman Diana

__ADS_1


"setelah sarapan Diana akan pergi abi," ucap Diana, sambil memasukan sesendok nasi kedalam mulutnya.


Setelah mereka selsai sarapan, Diana berpamitan kepada paman dan bibinya, untuk pergi kedesanya. bibinya memeluk Diana sebelum Diana pergi kedesanya.


" abi, umi Diana pergi dulu yah," ucap Diana sambil mencium tangan keduanya.


"Hati-hati dijalannya yah syang, setelah sampai segeralah kabarin umi dan abimu," ucap bibi Diana, sambil memeluk Diana kembali.


"Baik umi, sudah tak perlu sedih Diana juga cuma beberapa hari disana," ucap Diana.


Jam telah menunjukan pukul 07:00 Diana pun segera masuk kedalam mobilnya, lalu pergi meninggalkan paman dan bibinya.


Diperjalanan Diana seperti merasa tidak enak hati, untuk melanjutkan perjalanan tersebut.


sambil mengendari mobilnya, Diana terus berdoa didalam hati meminta perlindungan kepada sang pencipta. Ditengah perjalanan macet begitu panjang, Diana sudah merasa kesal dengan macet yang terus menerus.


"Ini macet mau sampai kapan sih!" ucap kesal Diana.


*Rumah sakit*

__ADS_1


"Oh senangnya, aku hari ini bisa ketemu dengan dokter cantik Diana," ucap Ciko sambil membenarkan rambutnya, agar terlihat lebih ganteng.


Ciko berjalan menuju ruangan Diana, Ciko tak tau kalau hari ini, Diana cuti terlebih dahulu. Setelah sampai diruangan Diana, Ciko pun segera mengetuk pintunya.


"Tuk, tuk, tuk," suara ketukan pintu ruangan Diana.


"Dokter Diana permisi, dokter Diana permisi," ucap Ciko sambil terus mengetuk pintunya.


Ciko telah mengetuk, terus menerus pintu ruangan Diana.


"haduh, dokter cantik Diana itu kemana yah," ucap batin Ciko.


Tiba-tiba saja, ada seorang perawat lain datang menghampiri Ciko, yang masih berdiri didepan ruangan dokter Diana.


"Cik lagi apa loh disini? ucap sang perawat tersebut.


" Eh Dani, gue lagi nungguin dokter Diana, tapi dari tadi gue ketuk pintunya, engga ada jawaban sama sekali," ucap Ciko kepada perawat tersebut, yang bernama Dani.


"hahahha, mau sampai besok loh ketuk pintu dokter Diana, engga akan ada yang keluar," ucap Dani sampai terus tertawa.

__ADS_1


Ciko merasa bingung, kenapa Deni tiba-tiba mentertawakan dirinya.


"loh kenapa tiba-tiba tertawa, emangnya ada yang lucu yah?" ucap kesal Ciko.


__ADS_2