Dia Bukan Jodohku

Dia Bukan Jodohku
Nunggu pangilan


__ADS_3

Langsung saja Tika mendudukkan pantatnya di samping Toni,


Diam - diam Tika mencari nomer polisi untuk berjaga - jaga kalau saja orang yang baru saja di kenalnya seorang penjahat,


Dan sampailah di depan perusahaan, Tika dan Toni masuk ke loby depan,


"Tik ! Kasihkan surat lamaranmu ke mbak resepsionis, dan katakan rekomondasi dari saya pak Toni "ucap Toni dengan nada senyum,


Langsung Tika pergi menemui resepsionis dan berkata apa yang di ucapkan Toni,


Selesai memberikan surat lamaran Tika berjalan keluar purusahaan sambil menengok ke kanan dan kekiri mencari keberadaan Toni,


Dan tidak terasa waktu menunjukkan suang setengah sore, Tika berjalan untuk mencari angkutan umum,


"Hai Tik gimana surat lamaran kamu udah kamu kasihkan, apa di sana juga terterah nomer ponsel kamu? "ucap Toni dengan nada senyum,


"I _ iya terimakasih pak eh mas, udah ya aku pulang dulu " ucap Tika sambil melambaikan tanganya dan naik angkutan umum,


Dua puluh lima menit sudah Tika sudah sampai di rumah, langsung saja Tika membersikan badannya, dan turun keluar untuk membantu bik Ijah memasak, dan Tika bercerita tentang suka duka mencari pekerjaan,

__ADS_1


Bik Ijah mendengarkan cerita Tika sambil tersenyum,


"Baru kali ini aku melihat non Tika sesenang ini " ucap bik Ijah dengan nada senyum,


Mendengar suara mobil Bima, Tika berlari membukakkan pintu dan mengambil tas kerjanya yang ada di dalam mobil,


Bima berbaring di atas sofa kamar sambil me mainkan ponselnya, dan sedikit mendengarkan cerita Tika saat melamar pekerjaan,


"Mas doakan aku di terima di perusahaan kalau salah BF Group perusahan yang paling terbesar seindonesia, apa benar yang punya perusahaan itu orangnya kejam, "ucap Tika sambil melihat Bima,


mendengar ucapan Tika sedang melamar pekerjaan di perusahanya dan menyebut yang punya orangnya kejam langsung saja batuk,


Uhuk*,,,


"kamu kenapa mas." ucap Tika dengan nada gugup,


"Bukan urusan aku kamu kerja di mana, sana kamu keluar dari kamarku, aku jijik melihatmu bisa - bisa kamarku banyak kuman di sini, dasar pembunuh "ucap Bima dengan nada marah,


Langsung saja Tika keluar kamar bima sambil nenangis dan berjalan menuju kamar kasong yang dekat dapur,

__ADS_1


"Kenapa kamu mas! Kadang kamu baik, kadang kamu benci, kamu selalu menuduhku pembunuh, aku bukan pembunuh itu murni kecelakaan karena ulah kamu sendiri "ucap Tika sambil menangis,


Dan tidak terasa waktu menunjukkan pukul sepuluh Tika merebahkan badanya di atas kasur, Tika tidur sangat nyenyak sampai tidak terasa waktu menunjukkan pukul lima pagi, seperti biasa Tika membantu bik Ija memasak di dapur,


Mendengar teriakan Bima memangil Tika dengan sebutan pembunuh langsung saja Tika masuk kamar Bima,


"Apa kamu lupa dengan tugas kamu, belum kerja saja sudah lupa tugasnya "teriak Bima dengan nada marah,


"Aku takut kalau aku di sini kamar ini banyak kuman "jawab Tika sambil masuk kamar mandi,


Langsung saja Bima menjatuhkan gelas yang ada di sampingnya,


Dengan spontan Tika kaget sambil berkata


"E _ e dasar orang gila " teriak Tika dengan keras,


"Langsung saja Bima menampar Tika dengan keras sambil berkata, " Aku tidak mau ada orang yang menentangku, rasakan akibatnya dari ucapanmu tadi.


"Maaf mas ! Aku tidak sengaja bilang begitu, kalau kamu tidak menginginkan aku di sini, bunuh aku sekarang juga, dari pada hidup di sini kayak neraka, bunuh aku, aku sudah siap mati, percuma aku hidup, aku sudah tidak punya siapa siapa lagi, bunuh aku sekarang, bunuh aku "teriak Tika sambil menangis dan mendekatkan dirinya pada Bima.

__ADS_1


__ADS_2