
Hari semakin sore menjelang malam, tetap saja Tika belum pulang, terpaksa bik Ijah menghubungi ponsel Tika dan beberapa kali tidak di angkat, bik Ijah dan semua pelayan akan di hukum bila Tika tidak kembali,
Di sisi lain
Sebelum Toni pulang Tika mencari ponselnya yang tidak ada di dalam tas kecilnya, Tika dan Toni mencari di semua sudut rumah tidak ada,
Ya sudah biarkan saja kalau hilang, besok aku belikan yang baru "ucap Toni dengan nada senyum,
Pak ! Apa jangan - jangan ponselku jatuh di dalam mobil bapak! Coba kita lihat di dalam mobil pak Toni "ucap Bella sambil jalan menuju mobil dan membukak mobilnya,
Ternyata ponsel Tika tertinggal di mobil Toni, dan Tika melihat pesan dan pangilan beberapa menit yang lalu,
"Waduh, gawat nih! Mas Bima sama buk Ijah telah menghubungi aku "ucap Tika,
Melihat Tika sangat panik langsung saja Toni berkata " Ada masalah apa sampai muka kamu sepanik itu,
"Ti _ tidak pak! "Ucap tika dengan nada gugup,
Langsung saja tika keluar dari mobil Toni dannToni berpamitan pulang,
__ADS_1
Tika membaca pesan dari bik Ijah yang berbunyi " Nona cepat pulang nona kemana? Kalau nona tidak pulang semua pelayan di sini akan di hukum sama tuan, dan di sini tuan sangat marah semua barang yang ada di rumah telah di rusak dan jatuh semua dan tangan tuan juga terluka.
Setelah membaca pesan dari bik Ijah langsung saja Tika membawah leptop untuk di bawah kerumah Bima, tiga puluh menit lebih sudah Tika sampai di rumah,
Tika langsung masuk, melihat semua barang yang ada di dalam rumah terjatuh semua, Tika langsung menemui bik Ijah,
"Nona maaf ! Bibik tidak bisa membantu nona, bibik takut di pecat sampai bibik membantu nona, "ucap bik Ijah dengan nada gugup,
"Iya, iya bik ta _ tapi bibik dan semua pelayan di sini tidak apa - apa kan "ucap Tika dengan nada gugup,
"Hati non Tika itu ter buat dari apa sih, kok orangnya sangat baik, "ucap Bik Ijah dalam hati,
Satu jam sudah Tika membersikan semuanya,
Tok
Tok
Langsung saja bik Ijah masuk kamar membawah makan malam untuk Bima,
__ADS_1
"Tuan ini makan malamnya dan ini kotak obatnya, apa tuan menginginkan bibik untuk menggobatin luka tuan "ucap bik Ijah sambil membungkukkan setengah badanya,
"Tidak usah bik, bibik kaluar saja, dan istirahat di kamar " ucap Bima sambil melihat leptop,
Langsung Tika masuk kamar mandi untuk membersikan badanya, lima belas menit Tika ada di dalam kamar mandi, merasa panik Bima melihat Tika yang sedang merendam badanya sambil memejamkan matanya,
"Maling - maling " teriak Tika sambil menguyur badan Bima yang ada di depan pintu kamar mandi,
Dengan spontan Bima marah dan menampar muka Tika,
"Ma _ maaf mas, aku tidak sengaja " ucap Tika sambil menangis dan bersujud di kaki Bima,
Langsung saja Bima memintak Tika untuk mengantikan pakianya sekarang juga, pas membukak celananya Tika sedikit memejamkan matanya sambil melepaskanya,
"Cepat bersikan darah yang ada di tanganku dan obatin lukaku, gara - gara kamu aku jadi begini, " ucap Bima sambil mengulurkan tanganya,
"Awas kamu mengulangi lagi seperti ini kamu akan saya hukum juga pelayan yang ada di rumah ini, dasar pembunuh " teriak Bima,
"Ta _ tapi aku tadi ambil leptop di rumah, saya tidak kemana - mana mas, maafkan saya, saya tidak akan mengulangi lagi "ucap Tika sambil menyuapin Bima,
__ADS_1