Dia Bukan Jodohku

Dia Bukan Jodohku
Pintu ruangan Bima


__ADS_3

Malam berganti pagi, matahari bersinar dengan cerah secerah wajah Tika, seperti biasa Tika terbangun di pagi hari, pas jam setengah enam Tika sudah membangunkan Bima untuk mandi di pagi hari dan menyiapkan air panas tidak lupa menyiapkan baju dan di letakkan di meja rias,


Sesudah mandi seperti biasa Bima sarapan pagi, Tika mengambilkan makanan untuk Bima, dan Tika berpamitan untuk berangkat kerja terlebih dahulu sebelum Bima berangkat,


Tika selalu berangkat lebih awal dari teman temanya, seperti biasa Tika membersikan ruangan Bima terlebih dahulu sebelum ruangan yang lainya, semua teman Tika saling membantu dan kerja sama,


"Tik ! Apa ruangan tuan udah kamu bersikan sebelum tuan datang " ucap bu ketua dengan nada senyum,


"Sudah bu ! "Ucap Tika sambil membungkukkan badanya ke hadapan bu ketua,


"Kamu yang hati - hati ya Tik saat membersikan ruangannya tuan, dari dulu sampai sekarang ini banyak OB yang di pecat saat membersikan ruangan Tuan, katanya sih kurang bersih, kurang rajin dan sebagainya, dan semua teman - teman tidak mau kalau saya suru membersikan ruanganya tuan, takut di pecat " ucap bu ketua,


"Iya, terimakasih atas nasehatnya, dan saya akan lebih hati - hati, saya juga takut di pecat bu! Dan beruntung saya cuma di hukum dan tidak sampai di pecat seperti yang ke marin - marin, " ucap Tika dengan nada senyum,


Langsung saja Tika membuatkan minuman kopi panas yang di mintak Bima,

__ADS_1


Tika mengetuk pintu dan di persilahkan masuk ruangan, dengan spontan dan kaget saat Tika melihat Bima dan Bella sedang berduaan dan saling menyuapin satu sama yang lain,


Tika hanya menarik nafas panjang saat menaruk minuman kopi di meja Bima,


"Ini mas kopinya "ucap Tika dengan nada gugup,


"Kau pangil apa saya tadi mas ! Ingat saya ini bos kamu jangan sekali - kali kamu memangil saya dengan sebutan mas ! Ucap Bima dengan nada marah,


"Iya maaf tuan ! " Ucap Tika dengan nada gugup dan cemburu saat Bella duduk di pangkuan Bima,


Dan Bella mintak di buatkan minuman kopi susu sekarang juga, dengan muka yang jutek Tika keluar ruangan Bima, dan tidak sengaja bu ketua melihat mukanya Bella yang tidak terbiasa,


"Tidak bu! Itu cu _ cuma, ada pacar tuan yang mintak di buatkan kopi susu, dan sebenarnya dia itu siapa " ucap Tika sambil mengaduk kopi susunya,


"Itu seketaris tuan bukan pacarnya, lagian tuan itu sudah punya istri, istri tuan itu orangnya cantik, angun dan sopan, memang dari dulu bu Bella dekat sama tuan semua mengira kalau tuan kawin sama bu Bella ternyata tidak, "ucap bu ketua,

__ADS_1


Langsung saja Tika mengantarkan kopi susunya di ruangan Bima,


Tika mengetuk pintu dan masuk ke ruangan Bima dan memberikan kopi susunya ke Bella,


langsung saja keluar dari ruangan Bima, sambil menutup pintu ruangan Bima sangat kencang membuat Bima dan Bella juga bu ketua kaget,


"Kamu sedang ada masalah apa dengan tuan, apa tuan tidak kaget dengan ulahmu " ucap bu ketua dengan nada marah,


"Maaf bu ! Tidak sengaja " ucap Tika,


Dengan spontan bu ketua dan Tika di pangil di ruangan Bima, Bima langsung marah - marah saat bertemu dengan Tika,


"Kalau kamu ingin kerja di disini kamu jangan seenaknya main nutup pintu, dasar wanita tidak mau di untung, bukanya kamu berterimakasi sudah di terima di perusahaan ini, malah membuat onar, awas kamu satu lagi kamu membuat kesalahan kamu akan saya pecat " ucap Bima sambil menuding Tika, dengan nada marah,


"I _ iyaa maaf, jangan pecat saya , saya butuh pekerjaan ini tuan " ucap Tika sambil nunduk di kaki Bima,

__ADS_1


"Didik dan kasih tau sopan santun kalau masih mau kerja di sini " ucap Bima sambil melihat bu ketua,


"I _ iya tuan maaf " ucap bu.ketua dengan nada gugup,


__ADS_2