
Tidak terasa sudah Tika sudah ada di depan rumah Bima,
Tika masuk ke rumah sambil memberi salam, dan Tika menghampiri bu Ayu untuk bersalamam, sambil bersalaman bu Ayu berkata " Kamu kemana aja nak! Suamimu mencari kamu, sampai semua orang kena marah, sana kamu masuk, suamimu ada di kamar,
"Aku takut bu! Pasti aku kena hukum lagi, ijinkan aku lari dari sini bu " ucap Tika sambil memohon,
"Oh iya, apakah kamu hamil nak? "ucap ibu Ayu sambil melijat muka Tika,
"A.__ apa hamil! Tidak bu! "Teriak Tika,
Langsung saja Tika berjalan menaikin anak tangga satu persatu dan mengetuk pintu kamar sambil mengucapkan salam kepada Bima,
Mendengar suara Tika yang memberi salam pada Bima dengan spontan Bima berdiri sambil melihat Tika, dan jantung Bima mulai berdebar - debar saat berdekatan dengan Tika,
Bima menjatuhkan pantatnya di atas sofa sambil berbicara "Siapkan makan aku sekarang,
"I ___ iya mas! "Ucap Tika dengan nada gugup,
Tika keluar kamar dan membantu bik Ijah menyiapkan makan malam,
Bima keluar kamar dan menuruni anak tangga dan menyantap makanan yang ada di meja makan bersama bu Ayu,belum sampai habis lagi - lagi Bima berlari sambil menahan muntah,
__ADS_1
Hoek,,,,
Hoek,,,,
"Kamu kenapa mas! Ucap Tika,
"Apa kamu lagi hamil, "Teriak Bima sambil memegang dagu Tika,
En __ ngak tau mas, memang bulan ini aku belum datang bulang, apa aku hamil, aku tidak mau hamil dari kamu, " teriak Tika sambil memukul - mukul perutnya,
"Kamu bodoh gara - gara kamu aku jadi begini, jaga anak aku awas kalau ada apa - apa kamu yang saya menjadi ____ " jawab Bima,
Tidak terasa jam dinding menunjukkan pukul sebelas, Tika merebahkan badanya di atas sofa sambil memejamkan matanya,
Bima berdiri di samping Tika sambil memandanggi wajah Tika dan berkata dalam hati "Dia cantik dan lugu, dia juga krakteria saya, apa memang ini jodoh saya? Rara bukan krateria saya tapi mengapa aku mencintainya, dan dia juga ngak bisa mempertahankan kesucianya untukku, ya Aalloh jika Tika jodohku dekatkan hatiku untuknya, dan kalau dia bukan jodohku, jauhkan lah aku darinya.
Dan tak henti - hentinya Bima memandangi wajah Tika sampai beberapa jam,
Bima terkejut saat Tika terbangun dari tidurnya,
Ma ___ maaf mas! Mas Bima lagi apa? Apa ada yang bisa saya bantu ," ucap Tika sambil merapikan rambutnya,
__ADS_1
Bima terdiam sebentar saat melihat Tika sedang merapikan rambutnya sambil berkata dalam hati "Kamu cantik alami, aku sedang jatuh cinta padamu,
"Mas, mas! Kamu kenapa, " teriak Tika sampai membuyarkan lamunanya Bima,
Sampai tidak sadarkan diri Bima berteriak dengan kencang " Aku jatuh cinta padamu, sambil memeluk Tika dengan erat,
Tika sedang merasakan jantungnya Bima berdebar dengan kencang sekali, sampai Tika susah bernafas dan berkata " Mas lepaskan aku, kamu rupanya mulai tergila - gila sama aku ya?
Kamu jangan besar kepala dulu dasar pembunuh " Jawab Bima dengan nada malu,
Dan Bima merebahkan badanya di atas kasur sambil memejamkan matanya,
Seperti biasaTika mengerjakan sholat sunah dua rokaat di samping tempat tidur Bima, dan Tika melanjutkan di pagi harinya membantu bibik di dapur,
"Eh non Tika ! Bagaimana kabarnya non? Non duduk aja biar bibik yang masak "ucap bik Ijah sambil nada senyum,
"Baik bik "jawab Tika,
Tika merasa mual saat mencium bau masakan bik Ijah, dan langsung saja Tika masuk kamar sambil menahan muntah,
"Tu ! bibik masak apa sampai baunya menyengat tidak enak " ucap Tika sambil muntah,
__ADS_1