Dia Bukan Jodohku

Dia Bukan Jodohku
Rujak manis


__ADS_3

Tidak terasa wakru telah berganti menjadi malam, Bima ke ruang kerjanya,


Tika merebahkan badanya dia atas kasur sambil memainkan ponselnya, dan datanglah Bima, Tika berpura - pura tertidur sambil memegang ponselnya,


Bima memindahkan ponsel Tika di atas meja sambil berbicara " Cantik, tidur saja kamu terlihat cantik,


"Dasar kampret, pria dingin benar apa yang di kata orang, " ucap Tika dalam hati sambil memejamkan mata,


Dan Bima mengalah tidak mau membangunkan Tika yang sedang tidur nyenyak, Bima merebahkan badanya di atas sofa sambil memainkan ponselnya, sambil berbicara dalam hari, " Bagaimana pun dia itu istri aku yang telah mengandung anak aku, dan aku akan belajar mencintai dia demi bayi yang ada dalam kandungganya,


Dan tidak terasa waktu cepat berganti malam, dan malam telah berganti menjadi pagi,


Separti biasa Tika membukak semua jendela kamar tanpa menghiraukan Bima yang sedang tidur,


Bima yang tidur nyenyak langsung terbangun dan mengambil celimut untuk menutupin seluruh badan dan mukanya sambil berteriak dengan keras, "Dasar wanita lemah dan tidak punya perasaan, tutup semua cendelanya,

__ADS_1


Mendengar ucapan Bima dengan spontan Tika keluar kamar untuk membantu bik Ijah memasak di dapur,


Bik Ijah menyuru Tika untuk duduk,


Non ! Non duduk saja nanti Tuan marah sama bibik, " ucap bik Ijah sambil memintak apa yang di pegang Tika,


Bik! Hari ini aku ingin membantu bibik memasak di dapur, mumpung Tuan kamu masih tidur, " ucap Tika,


Tapi di sini banyak CCTV lihatlah di atas, jangan non, bibik takut di pecat kasihan keluarga bibik yang ada di desa, "ucap bik Ijah sambil memintak apa yang di pegang Tika sambil mintak maaf,


Lima menit sudah bik Ijah memasak, seperti biasa Tika sarapan sambil menunggu bik Ijah masak,


Langsung saja Tika berjalan menuju meja makan, Tika menjatuhkan pantatnya di atas kursi pas di depan Bima,


Bima sesekali memandang Tika, saat Tika memandang Bima, dan sama - sama memandangnya,

__ADS_1


"Udah ! Aku udah ngak berselerah makan gara gara dia, " ucap Bima sambil menaruk sendok dengan keras, sampai bu Ayu terkejut,


"Kamu yang sabar ya Nak! Dan maafkan Bima, mungkin Bima masih teringat sama Rara, suatu saat Bima akan mencintai kamu, sebenarna dia penyayang, " ucap bu Ayu sambil menatap Tika,


Tika menyudai sarapanya dan berjalan menuju kamar untuk mengambil tas kerjanya ,dan bik Ijah memberikan bekal seperti biasa,Tika berpamitan kepada bu Ayu dan bik Ijah, bu Ayu saat bersalaman dengan Tika dan berkata denganya , " Yang sabar ya Nak! Sebenarnya dia sangat penyayang, jangan menyerah,


Bima duduk di balkon sambil menyalakan rokoknya dan melamun, lima menit sudah Bima duduk sendiri,


Dan tidak teras jam dinding menunjukkan pukul delapan Bima bergegas berangkat kerja,


Di perjalanan Bima melihat seorang penjual rujak manis, dan Bima membeli beberapa porsi untuk di bawah ke kantor, dan tidak lupa di makan di tempat,


"Apa bapak setiap hari berjualan di sini," ucap Bima sambil memberi uang,


"I ___ iya Tuan! Setiap hari mulai pukul setengah tuju, apa tuan basok masih menginginkan " ucap si penjual rujak manis,

__ADS_1


"Iya pak ! Aku besok beli lagi seperti ini, " ucap Bima dengan nada senyum,


Dan tidak lupa Bima mencari parfum untuk di bagikan ke semua karyawannya,


__ADS_2