
Mendengar ucapan Toni yang merasa kasihan langsung saja Bima menampar Toni,
Toni hanya diam saja saat tangan Bima melayang di pipi Toni,
"Siap tuan " jawab Toni sambil membukak intu ruang kerja Bima,
Langsung saja Toni memberikan berkas kepada Tika, dan Tika sangat terkejut saat berkas yang di bawah Toni sangat banyak,
"Maaf ya Tik ! Ini tugas dari tuan kamu harus menyelesaikan ini dan besok harus selesai, dan selama tiga bulan kamu di beri pekerjaan seperti ini dan selama tiga bulan kamu akan di gaji separuh, tapi ngak pakai tes, apa kamu sangup Tik " ucap Toni,
"InsyaAalloh aku sangup, aku membutuhkan pekerjaan ini pak "jawab Tika sambil mengambil berkas yang ada di atas meja,
Akhirnya Toni berpamitan kepada Tika karena ngak bisa membantu pekerjaanya Toni takut takut di pecat kalau membantu Tika,
Mendengar dan melihat ucapan Toni langsung saja Tika tersenyum,
"Gila ni bos kita ngasih pekerjaan ngak tangung - tangung, memang bos kita terkenal orangnya kejam dan semua karyawan sangat takut " ucap Diva,
"Ya ngak apa - apa aku sangat membutuhkan pekerjaan ini Div ! "Jawab Tika sambil bekerja,
__ADS_1
Dan tidak terasa waktu istirahat telah tiba, Diva mengajak Tika untuk mencari makanan di kantin, Tika menolok ajak Diva dengan alasan Tika membawah bekal dari rumah, yang di bawahkan bibinya,
Toni juga mengajak Tika untuk mencari makanan di luar dan Tika menolak ajakan dengan alasan yang sama yang di berikan Diva,
"Maaf pak saya ngak bisa, saya harus menyelesaikan semua ini sekarang juga agar besok bisa di bawah pak Toni ke tuan bos, maaf saya butuh pekerjaan ini "jawab Tika,
Tika tidak memperdulikan omongan di sekitar mereka, Tika hanya fokus ke pekerjaanya yang sangat menumpuk,
'Kira - kira aku bisa ngak menyelesaikan pekerjaan sebanyak ini, dan di sisi lain aku harus pulang sebelum jam empat, kalau pulang jam empat pasti mas Bima sangat marah dan tidak mengizinkan aku untuk kerja, ya Tuhan tolong hambah mu ini "ucap Tika dalam hati,
"Lihattu karyawan baru lagi di beri hukuman oleh tuan bos kita, gara - gara dia ketahuan pacaran di ruang kerjanya "ucap salah satu karyawan perempuan,
"Kamu yang sabar ya Tik! Ya begitulah, aku dulu juga begitu maklum karyawan baru, kamu yang sabarya "ucap Diva,
"Iya Div! Terimakasih "jawab Tika dengan nada senyum,
Tika merasa lega saat ada Diva, Diva seorang teman yang baik hati, dan hanyalah Diva yang bisa memberikan semangat untuk Tika,
Tika seorang bekerja keras, pekerjaan Tika hari ini seperti mengguras tenaga, Tika sampai lupa makan dan minum,
__ADS_1
"Tika kamu semangat bangetya, tugas yang di berikan pak Toni hampir selesai "ucap teman kerjanya,
"Iya terimakasih "jawab Tika dengan nada senyum,
"Waduh gimana ni waktu tinggal dua jam Tik! Apa tidak sebaiknya kamu bawah pulang aja ni berkas "ucap Diva,
"Ngak papa, biar nanti aku pulangnya agak telat sedikit, dan lagian aku di rumah belum punya leptop "jawab Tika,
Tidak sengaja Toni mendengar percakapan Tika dan Diva, langsung saja Toni duduk di depan kerjanya Tika,
"Gimana kalau kamu pakai leptopku saja, biar nanti aku antarkan ke rumah kamu " ucap Toni,
"Ngak usah repot - repat, tinggal sedikit nanti saja udah selesai "jawab Tika dengan nada senyum,
Dan tidak terasa waktu menunjukkan pukul tiga, semua karyawan sebagain sudah pulang Diva dan Toni setia menunggu Tika,
Jam dinding menunjukkan pukul setengah empat Toni dan Diva berpamitan pulang,
"Hai Tik ! Apa kamu tidak sebaiknya pulang bersama kami, sekalian aku pingin tau rumah kamu "ucap Toni,
__ADS_1
"Ja _ jangan, aku takut di marai bibik aku kalau aku dekat sama seorang pria "jawab Tika dengan nada gugup,