
Dasar pembunuh awas kamu, kalau aku sudah sembuh kamu akan saya hukum melebihi sakit yang aku rasakan,
Tika terdiam sambil menundukkan kepalanya dan memintak maaf,
"Tika tidak sengaja mas! Sekali lagi Tika mintak maaf, "ucap Tika,
Melihat wajah Tika sangat ketakutan Bima langsung tersenyum sinis melihatnya, hati Bima gembira melihat Tika ketakutan,
Tika keluar kamar menuju ke dapur untuk menggambil air minum dingin, dan menjatuhkan pantatnya di kursi yang biasanya di buat memasak , sudah dua jam Tika keluar kamar dan belum kembali, Bima menjadi penasaran dengan kepergianya Tika,
Bima keluar kamar untuk mencari kemana perginya Tika.
Sudah lima belas menit Bima mencarinya, dan tidak sengaja bik Ijah masuk ke dapur melihat bayangan hitam, bik Ijah lari menabrak Bima,
Dan bik Inem memberitahu kalau ada bayangan hiyam di dapur,
Bik Inem dan Bima menyalakan lampu ternyata Tika yang sedang duduk sendirian sambil menangis,
__ADS_1
"Bik ! Maafka Tika, Tika sudah tidak kuat menjalankan semua ini, biarlah Tika besok pergi dari sini dan lebih baik Tika mati dari pada menjalani ini semua, takdir jodoh rezeki mati hanya tuhan yang tau, kita hanya menjalankan saja, takdirku dan ibuku sekarang begini, biarlah saya besok mati di tanggan mas Bima itu juga takdir bik, sekali lagi maafkan Tika bik "ucap Tika sambil memeluk bik Ijah,
"Tapi non "ucap bik Ijah,
Mendengar ucapan Tika Bima merasa bahagia, berjalan menuju kamar dengan nada senyum, langsung Bima merebahkan badanya sambil memegang ponsel untuk meng hubungi semua pelayan agar menjaga rumah dengan ketat agar Bella tidak bisa keluar dari rumah ini,
Dan Bima akan memberi hukuman kepada semua pelayan yang ada di rumah kalau Tika sampai keluar dari rumah ini.
Dan tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul empat, Bima melihat sofa yang biasanya di tempati Tika tidak ada, dan langsung Bima mengecek CCTV nya, ternyata Tika seperti biasa sholat malam di ruang tengah,
Dan Tika melanjutkan pergi kedapur untuk membantu bik Ijah memasak di dapur,
Gara - gara kamu semalam menjatuhkan aku jadi badan dan kakiku jadi bengkak gak bisa jalan, cepat bawah aku ke kamar mandi "teriak Bima,
Tika hanya memintak maaf sambil menundukkan badan dan kepalanya sambil menahan tangi,.
Setelah mandi Bima menjatuhkan pantatnya di atas sofa kamar sambil memegang ponsel untuk menghubungi seketarisnya untuk mengambil dokumen yang sudah di tanda tanggani semalam,
__ADS_1
Tiga puluh menit seketaris Bima datang untuk mengambil dokumen penting,
"Kamu kenapa mas kok sampai memar begini ada apa dengan kamu "ucap Bella seketaris Bima,
"Itu Bel! Tadi malam aku jatuh di kamar mandi, gara - gara kamu ngasih aku pekerjaan sebanyak ini "ucap Bima,
Langsung saja Bella menyuru Tika untuk memangilkan tukang urut sekarang,
Sepuluh menit tukang urut datang, Bima merebahkan badanya di kasur yang empuk,
Bella dan Tika keluar kamar,
Tika membuatkan minuman untuk si tukang urut, dan Tika mempersilakan nya,
Tika membantu bik Ijah memasak sedangkan Bella menunggu Bima di ruang tengah,
"Udah tuan semoga nanti tuan bisa berjalan dan tidak sakit "ucap si tukang urut dengan senyum"
__ADS_1
Bella masuk ke kamar Bima dan bicara tentang pekerjaan, saat Tika masuk kamar tampa mengetuk pintu, Bima sangat marah sambil melempar barang yang ada di depannya,