
Tidak terasa waktu cepat berganti, matahari sudah bersinar menerangi bumi ini, tidak seperti biasa Tika membukak jendela dan meneranggi kamarnya,
Bima yang sedang tidur langsung terbangun dan marah - marah saat Tika membukak jendela,
Tika menyiapkan keperluanya untuk berangkat bekerja, dan perut Bima merasa mual saat mencium masakan yang ada di rumah,
Dan Bima langsung berangkat kerja tanpa sarapan, tidak seperti Tika, Tika merasa lapar saat mencium masakan bik Ijah,
"Bik! Aku kok curiga kepada Tika dan Bima, mereka berdua tidak seperti biasanya, apa benar kalau Tika hamil dan Bima yang merasakan nyidam, "ucap bu Ayu sambil duduk di samping bik Ijah yang lagi makan,
"I __ iya nyonya, non Tika tidak seperti biasanya, " jawab bik Ijah dengan nada senyum,
Di dalam kantor
Bima merasa tidak enak badan dan perutnya merasa mual, datanglah Bella langsung masuk ke ruangan Bima tanpa mengetuk pintu,
__ADS_1
"Kamu kenapa mas! " Ucap.Bella sambil mendekat Bima,
"Stop kamu diam di situ, kamu belum mandi ya! Ih bau kamu gak enak, sana.kamu mandi dulu, lalu pakai parfum " ucap Bima sambil menutupi hidungnya dan menahan muntah,
"Belum mandi gila kamu ! Ya udah lah, dan aku juga udah pakai parfum, ya hidung kamu itu yang bermasalah " jawab Bella,
Langsung saja Bella keluar ruangan karena perintah Bima,
Dan Bima menyuru Toni untuk keruanganya, datanglah Toni dan duduk di sofa dalam ruangan Bima,
"Hai, Ton! Apa kamu belum mandi, ni bauhnya dari sini, dan parfum apa yang kamu pakai, bikin pusing aja, keluar dari ruanganku " ucap Bima sambil membungkam hidungnya,
"Mungkin istrinya tuan lagi hamil Bu! Aku juga habis kena marah dan di suruh mandi lagi, dan parfum yang saya pakai harus ganti yang lain " ucap Toni,
"A __ apa tidak mungkin istri Tuan hamil ! Istri Tuan tidak boleh hamil " jawab Bella dengan nada keras,
__ADS_1
"Memangnya kenapa dia kan sudah nikah dan jadi suami istri, " jawab Ton,
"I __ iya juga, dia kan sudah nikah, " ucap Bella sambil tertawa,
Dan semua karyawan Bima di pangil satu persatu untuk menghadap ke ruangan Bima, tapi Bima menolak karyawannya dengan alasan badanyan bau,
Ica keluar ruangan sambil mencium - cium pakianya sambil berkata, " Masak di bilang belum mandi dan berbauh, apa indra penciumman tuan lagi bermasalah, sebaiknya tuan periksakan hidung Tuan ke rumah sakit,
Melihat mulut Ica yang komat kamit dan berusan keluar dari ruangan Bima, dan bu Ita mendengar ucapan Ica, dengan spontan bu Ita berjalan menemui Ica dan bertanyak,
Keduanya bercerita sambil mencium bajunya,
"Ih ! Bu Ita sama Ica kalian kenapa kok saling ci __ cium, jangan - jangan kalian ____ , ingat kalian itu sama - sama wanita, " teriak Tika sambil menarik badan Ica agar menjauh dari bu Ita,
Kamu Tik! Kalau bicara yang sopan! Jangan kamu jadikan gosip, aku dan Ica tidak akan pernah melakukan yang barusan kamu ucapkan, " jawab bi Ita dengan sedikit marah,
__ADS_1
Langsung saja Ica bercerita tentang dirinya berdua yang telah di hina sama Bima belum mandi,
Coba kamu cium! Parfum harganya sangat mahal kok di bilang belum mandi, indra penciumman tuan pasti bermasalah perlu di bawah ke THT, " ucap Ica sambil mendekatkan baju Ica ke hidung Rika,