
Suara itu semakin dekat, dan semakin dekat. Hingga tibalah seorang pria, sedangkan Diana hanya menunduk, tanpa melihat pria tersebut.
"Siapa mah," ucap pria tersebut.
Wanita itu hanya bisa menggelengkan kepalanya saja, dan menatap pria tersebut. Diana yang mendengar, suara seorang laki-laki langsung mengangkat kepalanya, dan melihatnya.
"Ada yang bisa dibantu mbak?" ucap pria tersebut.
"Kamu, yah aku masih ingat wajah kamu, walau kamu sedikit berubah," ucap Diana, sambil menatap pria tersebut.
"Maksud mba apa, saya tidak paham mbak, mungkin mba salah alamat," jawab pria tersebut
"apa kamu tidak mengenalku? apa kamu sudah lupa denganku, dengan kenangan kita yang begitu banyak?" tanya Diana kepada pria tersebut.
Pria itu melamun, serta mengingat-ngingat apa yang dimaksud, dengan ucapan Diana.
"Hah," ucap kaget pria tersebut.
__ADS_1
Tiba-tiba saja pria itu memeluk erat tubuh Diana, sedangkan Diana, hanya bisa menangis dipelukan pria tersebut.
"Aku hampir tidak mengingatmu, kamu begitu berubah, kamu menjadi sangat cantik," ucap pria itu.
"Aku sangat rindu kamu Akmal, sudah 3 tahun aku tidak memeluk tubuhmu. Walau kamu berubah, aku tetap mengenali mu," ucap Diana.
Dan ternyata pria tersebut adalah Akmal, kekasih Diana, yang sempat LDR selama 3 tahun.
"Bentar-bentar, sebenernya kamu siapa? terus kamu ada apa, dengan anak saya?" ucap wanita tersebut, yang tak jauh ibunya akmal bu Sarah.
Akmal pun menjelaskan kepada ibunya, tentang hubungan mereka berdua.
"Hah Diana anak lulusan SMP itu! ngapain mamah restuin hubungan kalian! kamu harusnya sadar Akmal, kamu bisa dapetin yang lebih dari dia! oh jadi selama ini, kamu masih berhubungan sama anak ini!" ucap sewot bu Sarah.
"Cukup mah! mamah salah, dia bukan seorang gadis lulusan SMP lagi. Sekarang harusnya mamah malu, sudah berbicara seperti itu kepada Diana!" jawab Akmal dengan nada yang mulai tinggi.
"Apa! mamah malu, emang bener kan Akmal. Buka dong mata kamu Akmal! mamah bisa nyariin wanita yang berpangkat, untuk kamu bukan wanita ini!" ucap bu Sarah, sambil menunjuk ke arah Diana.
__ADS_1
Diana merasa sedih, dan sakit hati dengan perkataan bu Sarah, ibunya Akmal.
"Mamah harus tau yah mah! sekarang Diana, yang mamah bilang, cuma anak lulusan SMP! dia sekarang sudah mempunyai pangkat, sebagai seorang dokter! dan sekarang, Diana bekerja dirumah sakit, yang besar yang ada dikota," ucap Akmal, dengan nada tinggi, karna sudah sangat kesal.
"Udah, akmal udah," ucap Diana sambil menenangkan Akmal.
Bu Sarah seketika kaget, dan terdiam ketika Akmal, melontarkan kata itu.
"Kenapa mamah diam? mamah malu dengan ucapan mamah kepada Diana, Akmal saranin untuk mamah, jaga bicara mamah kepada orang lain. Harusnya mamah bisa jadi contoh untuk Akmal mah," ucap Akmal kepada bu Sarah.
Bu Sarah hanya diam, menunduk lalu pergi meninggalkan Akmal dan Diana. Tanpa berkata sepatah katapun, kepada mereka.
"Maafkan ibuku, aku malu dengan ibuku. Sekarang aku merasa tak pantas denganmu, apalagi jadi pendamping, untuk kamu," ucap Akmal, sambil menundukan kepalanya.
"Engga Akmal, kamu jangan bilang seperti itu, lantas untuk apa aku datang menemui kamu, bertemu dengan ibu kamu. Aku tak ingin, pengorbananku hanya sia-sia saja," ucap Diana, sambil menatap wajah Akmal.
Akmal pun memeluk Diana kembali, karna merasa sangat rindu, kepada diana.
__ADS_1
"Kamu benar-benar sangat berubah sekarang. Dengan rambut yang lurus, dan wajah yang cantik. Aku benar-benar, seperti sedang bermimpi, ketemu seorang bidadari," rayu Akmal kepada Diana.
"Apaan sih ah, dasar gombal. Dari dulu engga pernah berubah hahaha," ucap Diana sambil tertawa.