Dia Bukan Jodohku

Dia Bukan Jodohku
Hukuman bertiga


__ADS_3

"Aku baru sadar, ternyata dia mempunyai sepasang bola mata yang indah, membuat jantungku berdetak dua kali lebih cepat dari biasanya, apa aku mulai menyukainya, tidak aku tidak boleh menyukainya, gara - gara dia calon istriku meninggal, " guman Bima dalam hati sambil duduk di kursi kerjanya,


Di sisi lain


Toni mengajak Tika, ica dan bu susi untuk masuk ke ruangganya untuk di mintak pertanggung jawabanya, dan Toni bercerita kalau tuan Bima sangat marah dengan semua ini, langsung saja Ica bercerita yang sebenarnya,


Gini pak, saya dan Tika tidak sengaja menggambil kursi yang di dudukin bu Susi, pas bu Susi berdiri aku kira bu Susi keluar dan aku ambil kursi itu, aku kasihkan Tika sebelum Tika mendudukin kursi itu, , bu Susi langsung duduk, dan bu Susi jatuh, dan tidak sengaja saya dan Tika ketawa, hanya itu pak! Tidak ada yang lain, "ucap Ica sambil menundukkan setengah badan,


"Kita hanya bercanda iya kan, "ucap bu Susi,


"I __ iya maaf kita hanya bercanda "ucap Tika sambil memeluk bu Susi dan Ica,


Karena ulah kamu bertiga, tuan menjadi marah dan kalian akan saya bawah ke ruang tuan sekarang juga, untuk mengetahui hukuman apa yang pantas untuk kalian terima, "ucap Toni sambil berjalan menuju ruangan Bima,


Langsung saja Toni mengetuk pintu ruang kerja Bima dan masuk, dan Bima mempersilakan duduk sambil berkata "Aku tidak mau perusahaan ini kamu jadikan tempat bermain apalagi tempat cari jodoh, dan kamu akan saya hukum untuk lembur satu minggu tanpa gaji, atau kamu semua riset dari perusahaan ini "ucap Bima dengan nada marah,

__ADS_1


"I __ iya tuan aku mau lembur tapi jangan di pecat saya tuan! Kasihan keluarga kami, maafkan kami, saya janji tidak akan mengulanggi lagi " ucap bu Susi dengan nada gugup,


Lagi - lagi jantung Bima berdetak lebih cepat dari biasanya saat menatap mata bola Tika,


Dan sebaliknya jantung Tika berdetak lebih cepat dari sebelumnya saat di pandang Bima,


Tika hanya menundukkan pandanganya tanpa berbicara karena menahan detak jantungnya yang tidak beraturan,


Langsung saja Bima menyuru keluar riangan dan berkerja kembali, saat Tika keluar ruanganya tidak sengaja Bima melihat Tika yang sedang tersenyum membuat jantung Bima melemah dan jatuh dari kursi,


Dengan spontan Tika berteriak memangil dengan sebutan "Mas Bima, sambil kepalanya di tidurkan di atas pangkuannya,


Saat mendengar teriakan Tika bu Susi dan Ica saling memandang,


Toni dan semuanya mengangkat badan Bima untuk di tidurkan di atas sofa dan Tika memberikan minyak gosok ke seluruh badan Bima, lima menit akhirnya Bima sudah banggun dan berteriak memangil Tika dengan kencang membuat semua isi ruangan menjadi melonggo dan menghadap ke Bima,

__ADS_1


"Keluar kamu aku benci kalian semua termasuk kamu "teriak Bima sambil menunjuk ke Tika,


Mendengar ucapan Bima Ica dan bu Susi meneteskan air matanya dan berkata " Yang sabar ya Tik dan maafkan saya,


Mendengar ucapan bu Susi mintak maaf dengan spontan Tika berkata " Ya sudah aku juga mintak maaf bu!


Dan tidak terasa jam dinding menunjukkan pukul empat semua karyawan sebagian bersiap - siap untuk pulang, dan sebagian lembur,


Bu Susi, Ica dan Tika tetap di sini untuk bekerja tanpa di gaji, dan Toni ikut tidak pulang untuk mengawasi karyawan yang sedang di hukum,


"Kamu pulang aja pak, ngak papa kita bertiga tetap kompak menjalankan hukuman yang sesuai dengan ke mampuan kita " ucap bu Susi dengan nada senyum,


Dan tidak terasa jam dinding menunjukkan pukul lima, Tika dan yang lainya bersiap - siap untuk pulang, Ica mengajak Tika untuk pulang bareng karena searah, tapi Tika menolok ajakan Ica dengan alasan,


"Terimakasih Ca, maaf pacarku telah setia menunggu ku di depan perusahaan, maaf ya Ca bu Susi aku pulang dulu "ucap Tika sambil melambaikan tangangnya dan tidak lupa tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2