
Pagi berganti siang, Bima berjalan keluar kamar untuk menuju ruang kerjanya dan berteriak kepada Tika untuk di buatkan kopi susu, lima menit minuman yang di minta Bima sudah di buatkan,
Tika mengentuk pintu ruang kerja dan Bima mempersilakan masuk,
"Hai pembunuh bersikan ruang kerjaku sekarang juga " ucap Bima dengan marah,
Langsung saja Tika membersikan barang yang jatuh berserakan,
Bima mengambil ponselnya untuk menghubungi Bella untuk di suruh kemarin sambil membawah dokumen yang akan di tanda tangani, tiga puluh menit Bella datang dan langsung masuk ke ruang kerjanya Bima,
Billa terlihat manja saat bicara dengan Bima membuat Tika cemburu,
Bima tersenyum sambil memeluk Bella, sampai Tika tidak sanggup melihat perlakuan dia,
"Hai pembunuh kamu mau kemana, awas sampai kamu kabur dari aku, ingat ibu kamu yang ada di rumah sakit akan mati seperti pacar saya Ra _ Rara " ucap Bima dengan nada marah.
__ADS_1
Tika berjalan sebelum menutup pintu ruang kerja Bima. Ponsel Bima berdering ada seorang yang memberitahu kalau ibunya Tika kalam keadaan kritis, mendengar ucapan Bima dengan seseorang yang ada disana dan menyebutkan kata kritis langsung saja dengan spontan Tika teriak dan berlari ke arah Bima untuk memintak izin agar boleh menjenguk ibunya yang keadaan kritis,
Dan Bima tidak akan mengizinkan Tika untuk ke rumah sakit, semua karyawan di suruh untuk menjaga ketat agar Tika tidak bisa keluar dari rumah, dan Bima mengarahkan anak buahnya yang lain untuk menjaga ruangan ibunya Tika,
Dan tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul delapan malam Bima merebahkan badanya di atas kasur yang empuk sambil memainkan ponselnya, dan menyuru Tika untuk membuatkan nasi goreng seper pedas, sepuluh menit nasi goreng pedas sudah selesai di masak,
Sambil memberikan nasi goreng Tika memintak izin kepada Bima agar memberikan izin sekali saja untuk pergi melihat ibunya yang ada di rumah sakit,
Dengan spontan Bima marah dan melemparkan nasi gorengnya di badan Tika,
Dengan spontan Tika menangis dan keluar kamar, sebelum keluar kamar Bima berteriak untuk membersikan makanannya yang ia tumpahkan,
Tika menangis sambil membersikan nasi goreng. Melihat Tika menangis Bima keluar kamar sambil tersemyum dan kakainya menendang nasi yang sudah di bersikan Tika,
Tidak terasa Bima merebahkan badanya di sofa ruang kerjanya, dan melihat jam dinding menunjukkan pukul tiga malam, dan Bima masuk kamar melihat Tika tidak ada di kamar langsung Bima mencari di semua sudut rumah, dan Bima terkejut saat melihat bayangan hitam yang ada di samping dapur.
__ADS_1
Bima mendekati bayangan itu ternyata Tika sedang sholat malam,
Ternyata kamu di sini, aku kira kamu kabur dari aku "ucap Bima dalam hati sambil tertawa dan berjalan menuju kamar untuk tidur,
Jam dinding menunjukkan pukul empat langsung Tika membersikan rumah sambil menunggu bik Ijah bangun dari tidurnya, sepuluh menit sudah bik Ijah terbangun dari tidurnya langsung pergii untuk memasak,
Tika sesudah selesai membersikan rumah langsung saja membantu bik Ijah untuk memasak,
Pas jam enam seperti biasa Tika membangunkan Bima untuk mandi, dan lagi - lagi Bima marah saat Tika membangunkanya,
"Dasar kamu apa kamu tidak lihat aku lagi tidur seenak kamu aja membangunkan orang tidur, dasar pembunuh " teriak Bima sambil melempar bantal ke Tika,
"Ma _ maaf mas ! Udah jam enam waktunya mandi "ucap Tika sambil menahan tangis dan menundukkan badanya,
"Keluar kamu dari kamarku "teriak Bima dengan nada kesal.
__ADS_1