
Tidak terasa sudah lima hari Tika tidak bekerja dan hari ini Tika memintak ijin Bima untuk bekerja,
Kamu tidak boleh bekerja sampai aku sembuh " ucap Bima dengan nada kesal,
Tapi aku takut di pecat mas! Kalau ketahuan yang punya perusahaan kalau sampai satu minggu bolos kerja aku akan di pecat, itu kata pak Toni, katanya sih yang punya perusahaan orangnya sangat kejam dan jahat, dikit - dikit main pecat " ucap Tika dengan nada gugup,
Ngak mau tau, pokoknya kamu tidak boleh kerja, kamu kan wanita murahan bisa di bilang pel ***r kamu kan bisa merayu pak Toni itu agar kamu bisa masuk kembali, dan aku sudah mendengarkan tentang itu semua, dasar kamu wanita murahan "ucap Bima,
"Ma _ maaf mas! Aku bukan serendah itu, walau aku orang tak punya aku tidak akan mengngorbankan ke sucianku pada semua orang, " ucap Tika sambil menangis dan mengusap air matanya,
"Dasar munafik, aku sudah tau semua, " ucap Bima sambil berjalan menuju sofa dan duduk,
"Mas! Kenapa kamu bicara seperti itu! Aku bukan wanita jalanan apa lagi pal***r, aku tidak seperti yang engkau bayangkan " ucap Tika dalam hati sambil menangis,
__ADS_1
Trit,,,,,, Trit,,,,,
Bima mendengar ponsel Tika yang berbunyi beberapa kali, dan Bima berteriak " Brisik apa kamu tuli,
Langsung Tika menerima pangilan dari teman prianya,
"Hai Tik! Kamu sudah sepuluh hari tidak masuk kerja, dan maaf apa boleh saya tau sebenarnya ada masalah apa, sampai kamu meninggalkan pekerjaan yang selama ini kamu impikan, dan kemarin aku pergi ke rumah kamu tidak ada, kata tetangga kamu kamu sudah pindah beberapa bulan yang lalu, sebenarnya ada masalah apa,, mungkin aku bisa bantu " ucap Toni dengan nada gugup,
Dan tidak terasa jam dinding menunjukkan pukul sembilan, Bima mintak di buatkan nasi goreng pedas seperti biasanya,
"Nak! Kamu lagi buat apa malam - malam begini, " ucap bu Ayu sambil berdiri di samping Tika yang sedang memasak,
"I _ itu bu ! Mas Bima mintak nasi goreng pedas bu, " ucap Tika dengan nada senyum,
__ADS_1
Langsung saja Bima membukak leptopnya sambil melihat Tika dan ibunya yang ada di dapur dan Bima melihat Tika sambil berkata di dalam hati " Sebenarnya hati kamu itu terbuat dari apa? Apa benar kamu tercipta untuk aku, dan apa benar kamu orang baik atau pura - pura baik agar hatiku mau jatuh cinta pada mu, dan sebenarnya hatiku mulai ada rasa.
Dengan spontan Tika menggagetkan Bima yang sedang melamun,
"Mas, mas ! Ini nasi gorengnya apa mau di suapin, apa di makan sendiri " ucap Tika ,
"Kamu taruk di atas meja saja, "ucap Bima sambil keluar kamar untuk menemui ibunya,
Langsung saja Bima masuk kamar tanpa mengetuk pintu kamar bu Ayu,
Bima dan bu Ayu berbicara tentang Tika, dan bu Ayu menyuru Bima duduk di sampingnya sambil memegangi tangan Bima dan bu Ayu berkata ," Nak! Selama ibu di sini, ibu selalu melihat istri kamu, dan istri kamu itu memang benar orang baik, bukan pura - pura baik, dan dia selalu mentaati perintahmu tanpa mengeluh sedikit pun, dan ibu sampai tidak tau hati dia tercipta dari apa, ingat nak! Jangan kamu menyesal di kemudian hari, dia orang baik bukan orang berpura - pura baik,
"Ti _ tidak bu! Bima tidak bisa melupakan Rara, karena dia Rara jadi meninggal,dan Bima akan membunuh dia secara berlahan - lahan, Bima benci dia " ucap Bima dengan nada mara sbil keluar kamar bu Ayu.
__ADS_1