
Mas Bima kemana tumben sudah bangun, biasanya masih molor jam begini "ucap Tika sambil mengubah posisinya tidur menjadi duduk,
Badan Tika terasa capek dan merasakan keanehan saat Tika menguap, lalu Tika lari ke kamar mandi dan terkejut saat melihat mukanya yang sangat memar,
Sampai lupa Tika kejadian tadi malam saat Bima melukainya,
Tika hanya diam saat dan mengingat kejadian semalan rasanya dia akan pergi dari neraka dunia ini,
Tika mencari ide supaya bisa keluar dari rumah ini, untuk apa Tika hidup di dunia ini ke dua orang tuanya sudah muninggalkannya,
"Aku harus keluar dari rumah ini, dari pada aku di sini di siksa lebih baik aku masuk penjara, aku akan bicara kepada mas Bima sekarang juga "ucap Tika dalam hati sambil memegangi luka di mukanya.
Seperti biasa Tika membantu bik Ijah di dapur untuk memasak dan tidak seperti biasanya Tika hanya diam saja tidak bertanyak,
"Non Tika apa non lagi sakit "ucap bik Ijah sambil memasak,
"Tidak bik ! Saya baik - baik saja. Apa bibik tadi melihat mas Bima ! Dan tumben mas Bima sejak pagi tidak ada di kamarnya " ucap Tika,
"O tuan Bima lagi di ruang kerjanya non ! Tadi jam empat tuan mintak di buatkan kopi sama nasi goreng "ucap bik Ijah,
Jam dinding menunjukkan pukul enam seperti biasa Bima masuk ke kamar untuk membersikan badannya, sebelum masuk kamar mandi Tika mintak izin kepada Bima untuk kerja,
__ADS_1
"Emang aku apa kamu ! Aku tidak perduli sama kamu biar kamu kerja biar kamu tidak kerja, itu urusan kamu "teriak Bima sambil masuk kamar mandi,
Lima belas menit Bima sudah menyelesaikan ritualnya, Bima keluar kamar untuk sarapan, Tika masih setia mengambilkan makananya dengan hati - hati tidak mau terulang lagi kejadian kemarin,
Tika membawahkan tas kerjanya dan Tika mengucapkan terimakasih kepada Bima atas di perbolehkan kerja,
"Terimakasih mas, mulai besok aku akan mencari kerja " ucap Tika sambil mengurulkan tanganya,
Dan lagi - lagi Bima menepis tangan Tika dengan kasar,
Tika masuk kamar dan menjatuhkan pantatnya di atas sofa kamar sambil mencari lowonggan kerja yang ada di internet sambil membuat lamaran kerja,
Dan lagi - lagi Tika bernyanyi sambi memainkan ponselnya untuk mik dan berjoget - jogel ala india,
Tok
Tok
"Non kenapa, apa non sakit ! Kok belum makan, ayo makan dulu "ucap buk Ijah sambil membungkukkan badannya,
"Iya bik sebentar tangung, biar Tika selesaikan dulu " ucap Bima,
__ADS_1
Sepuluh menit sudah lamaran Tika sudah siap, sambil jingkrak - jingkrak dan bernyanyi ala indian,
Di sisi lain
Bima di kantor sedang membukak leptopnya dan melihat rekaman Tika yang sedang berjoget ala india,
Bima tersenyum dan merasa terhibur melihat rekaman Tika bernyanyi dan berjoget ala india
Tidak sengaja Bima juga memainkan ponselnya dan kepalanya mangut - mangut sambil tersenyum dan menggelengkan kepalanya,
"Ni orang seksi juga kalau joget dan suaranya bagus, tidak biasanya dia bigini, apa dia mulai gila ! Tidak biasanya aku me _ apa aku mulai ja _ jat ngak - ngak, dia seorang pembunuh, gara - gara dia calon istriku meningal "ucap Bima dalam hati sambil mematikan leptopnya dan mengacak - acak rambutnya,
Sampaii tidak tau kalau Bella ada di depanya,
"Mas ! Kamu lagi memikirkan istri kecil kamu ya "ucap Bella dengan nada senyum,
"Eng _ gak, apa kamu bilang ! Istri, dia bukan istriku, aku benci dia "teriak Bima dengan nada gugup dan berjalan ke samping jendela dan mengacak - acak rambutnya,
"Ka _ kamu tidak apa - apa kan mas! Hatimu sedang baik - baik saja kan " ucap Bella,
"Tolong kamu keluar dari ruangku sekarang aku lagi capek "teriak Bima,
__ADS_1
"Mas ! Teriak Bella sambil keluar kamar.