Dia Bukan Jodohku

Dia Bukan Jodohku
8.Episode 8


__ADS_3

Hahahah, Dani terus mentertawakan Ciko hingga perutnya terasa sakit, karna terus tertawa. Dani pun berhenti terlebih dahulu, lalu mengambil nafas dalam-dalam. Lalu mengeluarkannya lagi, untuk menghentikan tertawanya.


"Gini-gini Cik, Diana hari ini cuti untuk pulang ke kampung halamannya," ucap Dani.


"Hah pulang ke kampung halamannya? kenapa gue gak tau? loh bukannya rumahnya Diana disini yah?" tanya Ciko kepada Dani


" sabar bro, sabar gue jelasin sedikit yah, jadi gini, Diana berasal dari desa, dia disini tinggal dirumah paman dan bibinya.


"sudah lama Diana tinggal disininya Dan?" ucap ciko


"setau gue sih dari mulai dia mau masuk SMP engga tau SMK gue lupa lagi, karna biaya sekolah Diana sampai dia bisa sukses, dan menjadi dokter, semua dipaman dan bibinya," ucap Dani menjelaskan dengan detail, kepada Ciko menurut nya.


"Ouh gitu Dan, ko gue baru tau yah Dan," ucap Ciko sambil berpikir.


"Lo sih sibuk mulu sama rambut lo, tuh yang gitu-gitu aja dari dulu hahahha," ledek Dani kepada Ciko

__ADS_1


"enak aja lo, ngatain gue kaya gitu," ucap kesal Ciko


"udah ah, gue mau lanjut tugas dulu, tunggu aja disitu sampai Diana pulang hahahha," dani kembali meledek Ciko


"pergi lo sono ah, Dan ribet banget lo, dasar laki-laki tukang gosip," ucap Ciko sambil menghentakan kakinya kelantai, karna merasa kesal.


"Ko Diana gak bilang yah ke gue, mau pergi hari ini kedesanya, eh tapi siapa gue dihidup Diana, ngayal mulu hidup gue, ntar bisa-bisa gue gila," ucap batin Ciko sambil jalan menuju ruangannya.


*Rumah pak Makmut dan bu Nina*


"Aduhh ko Diana belum memberi kabar kerumah sih, padahal perjalanan dari sini kedesanya hanya sekitar 3jaman saja. Tapi ko ini belum juga ngabarin, bahwa dia sudah sampai. Apa diperjalanan sangat macet," ucap pak Mamut yang mencemaskan Diana.


"Sabar pak mungkin diperjalanan sangat macet, atau mungkin Diana mengendarai mobilnya dengan pelan-pelan," ucap bu Nina menenangkan pak Makmut.


Lalu pak Makmut pun pergi keluar rumahnya, untuk menghilangkan rasa cemasnya, kepada Diana. Lalu bu Nina pun menyusul dari belakang, pak Makmut bingung ingin menghubungi Diana, tapi takut menganggu Diana yang sedang fokus berkendara. Pa Makmut pun jadi bimbang, oleh perasaannya.

__ADS_1


"Bu bagaimana ini," ucap pak Makmut sambil terus memandangi, layar hpnya berharap Diana segera memberikan kabar.


"sabar pak, sabar," selalu kata itu yang terucap, dari mulut bu Nina untuk menenangkan pak Makmut.


*Rumah sakit*


"tak ada dokter Diana di rumah sakit terasa sepi, tau gini aku tidak akan masuk dulu, sampai dokter Diana pulang," ucap Ciko sambil melamun.


Dani pun datang, kembali menemui Ciko karna melihat dia sedang duduk dan melamun sendirian. Lalu Dani pun datang dengan mengagetkan ciko.


"Dar," ucap kaget Dani kepada Ciko


"gusti, gusti copot jantung gue, dasar lo lagi lo lagi, pake datang ngagetin lagi dasar kampret," ucap Ciko dengan nada tinggi karna di kagetin oleh Dani, yang datang tiba-tiba.


"hahaha jadi lo kaget yah Cik hahahha," ucap Dani yang terus meledek Ciko.

__ADS_1


__ADS_2