
Banyak cowok yang menyukai Dina. Karna parasnya yang cantik, baik dan juga pintar. Tetapi Diana menolaknya, karna dihati Diana hanya ada Akmal, kekasih Diana di desa.
*Rumah sakit tempat Diana bekerja.*
" Eh dokter Diana. " Ucap seorang perawat yang menyukai Dina.
" Kenapa? apa ada pasien yang memanggil saya? " ucap Diana
" Tidak dok, saya cuma ingin ngobrol sebentar dengan dokter. " Ucap perawat tersebut sambil tersenyum malu.
" Saya sedang sibuk, banyak pasien yang butuh bantuan saya. Lain kali saja kita mengobrol. Ucap Diana kepada ciko perawat tersebut "
ciko pun hanya bisa diam dan menganggukan, kepalanya saja.
" Aku harus bisa dapatkan Diana, sekali pun aku harus korbankan nyawaku. " Ucap batin ciko.
Ciko pun lalu pergi dari ruangan Diana, karna ia harus bertugas kembali.
Hari itu Diana sangat sibuk sekali, karna banyak pasien yang butuh bantuannya Diana.
Hingga dia pulang kerumah pamannya sekitar jam 9 malam.
" Assalamu'alaikum " ucap Diana sambil membukakan pintu.
" Walaikumsalam, ko tumben pulangnya malam sekali. Biasnya jam 4 sudah ada dirumah " ucap pa Mamat paman Diana.
__ADS_1
" Iyah nih abi banyak pasien yang sakit hari ini " ucap Diana kepadanya pamannya.
Diana sering memanggil pamannya, abi dan bibinya umi. Itu adalah panggilan sayang Diana kepada mereka berdua.
" umi kemana abi? " ucap Diana sambil membuka jas dokternya
" umimu sudah tidur, sudah sekarang kamu mandi, sholat, makan lalu istirahat. Pasti kamu sangat lelah " ucap paman Diana.
" Siap bos " ucap Diana sambil tersenyum, dan hormat kepada pamannya.
pamannya hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya sambil tersenyum, melihat kelakuan Diana yang masih saja seperti anak kecil.
jam 05:00 Diana bangun dari tidurnya, karna itu sudah menjadi kebiasaan Diana bangun subuh. Lalu dia segera mengambil air wudhu untuk sholat terlebih dahulu, setelah itu seperti biasa Diana mandi, makan lalu bersiap-siap untuk pergi ke rumah sakit.
Ketika Diana akan berangkat, seperti biasa ia berpamitan terlebih dahulu kepada umi dan abinya.
" abi umi Diana pergi dulu yah kerumah sakit." Ucap Diana sambil mengecup tangan abi dan uminya.
" sarapan dulu sayang jangan sampai kamu engga sarapan. Ayo cepat duduk " ucap umi Diana
" Iyah umi tapi sedikit yah, soalnya hari juga udah siang takut di jalannya macet juga " ucap Diana sambil tersenyum.
" Iyah, yasudah cepat habiskan nasi dan susunya "
pak Mamut dan bu Nina, paman dan bibinya Diana. Sangat baik dan sayang kepada Diana, mereka berdua sudah 5 tahun menikah tapi belum di karuniai seorang anak. Mangkanya dari itu, mereka berdua sudah menganggap Diana seperti anak kandungnya sendiri.
__ADS_1
" Aduh sudah siang. Abi umi Diana berangkat dulu yah. Assalamu'alaikum "
" yaudah hati-hati dijalannya, Walaikumsalam."
Ketika Diana membukakan pintu ia terkejut, karna ada banyak balon berserakan dimana-mana. Diana pun bingung
" siapa yang sedang ulangtahun? " Diana bingung, dan bertanya-tanya kepada dirinya sendiri.
lalu tiba-tiba dicky datang, sambil membawa bolu dan menyanyikan happy birthday too you kepada Diana. Diana pun melamun dan ia baru ingat kalau sekarang tanggal 20 maret. Dimana, Diana berulang tahun.
" aduhhh aku sampai lupa, kalau sekarang aku berulang tahun saking sibuknya dirumah sakit " ucap diana.
" selamat ulang tahun yah dokter Diana "
" ko kamu bisa tahu ulang tahunku dari siapa? " ucap Diana kepada dicky.
" Udah kamu enggak usah tahu, sekarang kamu tiup lilinnya, dan berdoa. "
Diana pun memejamkan matanya lalu berdoa didalam hati, setelah itu meniup lilinnya yang tertancap dikue bolu yang indah. Dengan hiasan bunga mawar diatasnya.
" makasih yah Dicky tapi, maaf aku tidak bisa menemanimu lama. Karna sekarang aku harus kerumah sakit. "
Lalu Diana pun pergi meninggalkan Dicky. Karna emang Diana, sangat sibuk sekali karna banyak pasien yang sedang sakit.
" Aku kira dengan gini hati Diana akan luluh, tapi tetap saja sama. Ah dasar sialan " ucap Dicky sampai melemparkan bolu yang dipegangnya.
__ADS_1